Senin, Juni 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bersatu Tanpa Pernah Bersama Ketika Cinta Kalah oleh Waktu

by jeje
Januari 12, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Talk – Ada hubungan yang terlihat rapi dari luar, tetapi hancur di dalam.
Namun kisah ini bukan perselingkuhan. Bukan pula cinta terlarang.
Sebaliknya, cerita ini jauh lebih sunyi. Namanya bersatu, tapi tak pernah benar-benar bersama.

Cerita ini datang dari seorang teman. Ia bukan tokoh drama, apalagi penyair patah hati. Ia hanya laki-laki biasa yang masuk ke hidup seseorang beberapa langkah terlambat—dan menyadarinya sejak awal.

Datang dengan Perasaan, Pulang dengan Kesadaran

Sejak awal, ia jatuh cinta pada seorang perempuan dengan talus.
Namun ia tidak melihatnya sebagai cacat. Ia juga tidak menganggapnya sebagai kekurangan. Ia justru melihat keteguhan, kecerdasan, dan kehangatan yang jarang ia temui.

Di sisi lain, waktu sudah lebih dulu berbicara.
Perempuan itu telah bertunangan jauh sebelum mereka saling mengenal.

Karena itu, mereka memilih menjaga jarak.
Mereka menahan diri.
Mereka sadar batas.

Ini Belum Selesai

BBM Naik, UU Polri Disahkan: Kebetulan atau Pengalihan Isu?

Mahasiswa, Nabi Jalanan yang Kelak Menjadi Bagian dari Sistem?

Alih-alih bermain rahasia, mereka memilih kejujuran.
Alih-alih memelihara harapan palsu, mereka merawat kesadaran.
Dengan begitu, rasa tetap hidup, tetapi kendali tetap di tangan.

Saat Waktu Menjadi Lawan yang Tak Bisa Dilawan

Pada titik ini, ironi cinta bekerja tanpa ampun.
Masalahnya bukan tentang siapa yang lebih baik.
Masalahnya juga bukan tentang siapa yang paling berjuang.

Sebaliknya, masalahnya sederhana: siapa yang datang lebih dulu.

Teman saya tidak kalah oleh pria lain.
Ia tidak tumbang oleh cinta yang lebih besar.
Ia jatuh oleh kalender dan urutan hidup yang tidak menunggunya siap.

Sementara itu, perempuan itu melangkah ke pernikahan.
Ia tidak memilih karena rasa yang lebih dalam, tetapi karena komitmen yang sudah lebih dulu ia tanam dan ia jaga.

Cinta yang Memilih Mundur, Bukan Menghilang

Di tengah budaya yang memuja perjuangan tanpa batas, kisah seperti ini sering dianggap lemah.
Padahal, justru di sinilah kedewasaan bekerja paling jujur.

Tidak semua cinta perlu dimenangkan.
Tidak semua rasa harus dimiliki.

Kadang, mencintai berarti tahu kapan berhenti.
Kadang pula, mundur menuntut keberanian yang jauh lebih besar daripada bertahan.

Mereka bersatu dalam rasa.
Namun mereka memilih tidak bersama dalam status.
Pilihan itu bukan kekalahan, melainkan bentuk penghormatan terhadap waktu, komitmen, dan diri sendiri.

Pertanyaan yang Tersisa

Memang, tidak semua pertemuan ditakdirkan untuk tinggal.
Namun pertemuan seperti ini tetap meninggalkan bekas. Ia mengingatkan bahwa manusia masih bisa mencintai dengan utuh tanpa merusak siapa pun.

Pada akhirnya, kisah ini bukan tentang mereka.
Sebaliknya, kisah ini tentang kita yang membaca.

Jika kamu berada di posisi itu
apakah kamu akan memelihara rasa, atau berani menghormati waktu yang tidak berpihak? @jeje

Kamu Melewatkan Ini

Rp352 Ribu, Ujian Anak, dan Seorang Ayah yang Terpaksa Mencuri

Rp352 Ribu, Ujian Anak, dan Seorang Ayah yang Terpaksa Mencuri

by teguh
Juni 15, 2026

Seorang ayah Langkahnya pelan ketika memasuki halaman rumah pemilik toko. Di sampingnya berdiri dua anak laki-laki yang terus menunduk. Tak...

Aksi Mahasiswa 12 Juni: Saat Generasi Membaca Kegelisahan Rakyat

Aksi Mahasiswa 12 Juni: Saat Generasi Membaca Kegelisahan Rakyat

by Tabooo
Juni 15, 2026

Mahasiswa turun ke jalan pada 12 Juni 2026 bukan hanya karena satu kebijakan. Mereka membawa kegelisahan yang lebih dalam tentang...

Ketangguhan Lahir dari Benturan, Bukan Dari Zona Nyaman

Ketangguhan Lahir dari Benturan, Bukan Dari Zona Nyaman

by dimas
Juni 15, 2026

Benturan bukan musuh kehidupan. Justru dari kegagalan, tekanan, kehilangan, dan tantangan yang berat, manusia belajar bertahan, tumbuh, dan menemukan ketangguhan...

Next Post
Cek Fakta: Yaqut Minta KPK Periksa Jokowi soal Kuota Haji

Cek Fakta: Yaqut Minta KPK Periksa Jokowi soal Kuota Haji

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id