Selasa, Juni 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Status Siaga, Semeru Lepaskan Awan Panas hingga Lima Kilometer

by dimas
Januari 12, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meluncurkan awan panas sejauh lima kilometer dari puncak kawah pada Minggu (11/1/2026) malam, memicu kewaspadaan aparat dan masyarakat di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mencatat peristiwa tersebut terjadi pada pukul 22.26 WIB dan berakhir sekitar 22.39 WIB. Meski berlangsung relatif singkat, luncuran awan panas menjadi sinyal serius mengingat karakter Semeru yang dikenal aktif dan mudah berubah.

Awan Panas Terekam Seismograf

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa alat seismograf merekam getaran dengan amplitudo mencapai 27 milimeter saat awan panas meluncur dari puncak.

“Awan panas terekam mulai pukul 22.26 WIB dan berhenti pada jarak lima kilometer dari puncak,” ujar Isnugroho.

Menurutnya, jarak luncur tersebut masih berada di kawasan yang tidak berdekatan langsung dengan permukiman penduduk. Namun, aparat tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan lanjutan, terutama jika kondisi cuaca berubah.

Ini Belum Selesai

Danantara Libatkan KPK Sebelum Hilirisasi Dimulai, Tata Kelola Jadi Sorotan

Beras Sulit Laku, Mentan Bicara Produksi Melimpah, Pedagang Soroti Daya Beli

Pemerintah Daerah Imbau Warga Tetap Tenang

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, turut merespons kejadian tersebut dengan mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap waspada. Ia menegaskan bahwa radius luncuran awan panas masih berada di zona aman.

“Jarak luncurnya masih pada radius aman dan jauh dari permukiman. Warga sudah tahu harus berbuat apa,” tegas Indah.

Meski demikian, ia mengingatkan potensi bahaya lanjutan jika hujan deras turun di kawasan puncak. Curah hujan tinggi dapat memicu banjir lahar yang kerap menjadi ancaman lanjutan pascaerupsi Semeru.

“Harapannya tidak ada hujan deras yang bisa memicu banjir lahar,” tambahnya.

Status Siaga, Aktivitas Warga Dibatasi

Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali menegaskan larangan aktivitas di sejumlah kawasan rawan.

PVMBG meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan, hingga radius 13 kilometer dari puncak. Selain itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai karena berisiko terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar.

Kawasan Besuk Kobokan selama ini dikenal sebagai jalur utama luncuran awan panas dan aliran material vulkanik Semeru. Karena itu, wilayah ini menjadi titik paling krusial dalam setiap peningkatan aktivitas gunung.

Dampak Langsung bagi Warga Lereng Semeru

Masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Semeru menjadi kelompok paling terdampak dari setiap aktivitas vulkanik. Selain ancaman langsung awan panas, mereka juga harus bersiap menghadapi potensi gangguan ekonomi, terutama bagi petani, penambang pasir, dan pelaku usaha lokal yang menggantungkan hidup pada aktivitas di sekitar sungai.

Bagi warga, kewaspadaan kini bukan lagi pilihan, melainkan rutinitas hidup berdampingan dengan gunung api aktif.

Di tengah status siaga yang belum dicabut, peristiwa ini kembali menjadi pengingat: Semeru mungkin sedang “diam”, tetapi tidak pernah benar-benar tidur. Dan bagi masyarakat di sekitarnya, kesiapsiagaan tetap menjadi harga yang harus dibayar untuk tinggal di kaki gunung paling aktif di Jawa. @dimas

Tags: Awan PanasbencanaBPBDerupsiGunung SemeruJawa TimurLumajangPVMBGsemerusiaga

Kamu Melewatkan Ini

Bom Waktu TPA Randegan: Kota Mojokerto Kalah oleh Sampahnya Sendiri

Bom Waktu TPA Randegan: Kota Mojokerto Kalah oleh Sampahnya Sendiri

by teguh
Juni 3, 2026

"TPA Randegan membutuhkan revitalisasi secara komprehensif. Beban sampah harian yang masif tanpa dukungan infrastruktur memadai adalah bom waktu ekologis." Tabooo.id...

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

by teguh
Mei 15, 2026

Pukul 01.30 WIB, sebagian warga Desa Kutorenon masih tertidur. Jalanan tampak lengang, sementara lampu rumah menyala redup di tengah malam...

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

by teguh
Mei 15, 2026

Saat sebagian besar warga masih tertidur lelap, air tiba-tiba masuk ke rumah-rumah di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa...

Next Post
Motorola Bikin HP Rasa Piala Dunia, Razr Edisi FIFA 2026 Resmi Meluncur

Motorola Bikin HP Rasa Piala Dunia, Razr Edisi FIFA 2026 Resmi Meluncur

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id