Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

AS Dapat 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Trump Atur Rp 47 T

by dimas
Januari 7, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengirim sinyal keras ke dunia. Pada Selasa (6/1/2026), ia mengumumkan bahwa Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak mentah kepada Washington. Bagi Trump, ini bukan sekadar transaksi energi. Ini pernyataan politik, ekonomi, sekaligus pesan ke lawan dan kawan.

Kesepakatan itu langsung menyedot perhatian publik internasional. Pasalnya, minyak Venezuela selama ini terikat sanksi ketat AS. Namun Trump memilih jalur berbeda menjual minyak itu sesuai harga pasar, lalu mengatur hasil penjualannya langsung di bawah kendali pemerintahannya.

Minyak, Uang, dan Klaim Demi Rakyat

Mengutip Wall Street Journal, Trump menyebut dana hasil penjualan minyak akan digunakan “untuk kepentingan rakyat kedua negara.” Dengan asumsi harga minyak sekitar 56 dolar AS per barel, nilai transaksi ini bisa mencapai 2,8 miliar dolar AS, atau setara Rp 47 triliun.

Trump tidak merinci mekanisme distribusi dana tersebut. Namun ia menegaskan satu hal Menteri Energi AS, Chris Wright, sudah menerima perintah langsung untuk mengeksekusi rencana ini. Pemerintah AS akan mengangkut minyak menggunakan kapal penyimpanan dan membawanya langsung ke pelabuhan-pelabuhan Amerika.

Di balik klaim populis itu, kepentingan energi AS terlihat jelas. Amerika mengonsumsi sekitar 20 juta barel minyak per hari. Artinya, pasokan dari Venezuela hanya cukup untuk 2,5 hari konsumsi nasional. Tidak besar, tapi cukup simbolis di tengah tekanan harga energi global.

Ini Belum Selesai

Disdikpora DIY Imbau Siswa Tak Ikut Demo, UMY Izinkan Mahasiswa Turun ke Jalan

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

Venezuela Kaya Minyak, Tapi Tercekik Produksi

Ironi Venezuela kembali mencuat. Negara ini memiliki cadangan minyak mentah terbukti terbesar di dunia, namun hanya mampu memproduksi sekitar satu juta barel per hari. Angka itu kontras dengan produksi Amerika yang mencapai 13,9 juta barel per hari pada Oktober 2025.

Sanksi ekonomi, blokade, dan krisis internal membuat minyak Venezuela lebih sering menjadi alat tawar politik ketimbang sumber kesejahteraan rakyatnya. Trump kini mencoba memanfaatkan celah itu, dengan membawa isu energi ke jantung diplomasi kerasnya.

Gedung Putih Rangkul Raksasa Migas

Tak berhenti di sana, Gedung Putih juga menjadwalkan pertemuan tertutup pada Jumat (9/1/2026). Trump akan mengundang para eksekutif perusahaan minyak raksasa seperti Exxon, Chevron, dan ConocoPhillips ke Ruang Oval.

Pertemuan ini menegaskan bahwa isu Venezuela bukan hanya urusan negara ke negara, tapi juga menyangkut kepentingan korporasi energi besar. Yang paling terdampak? Negara-negara berkembang dan masyarakat kecil yang harga energinya ikut naik-turun mengikuti manuver elite global.

Caracas Membalas, Nada Makin Tegang

Dari Caracas, respons keras datang. Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan Trump yang sebelumnya memperingatkan bahwa dirinya bisa bernasib lebih buruk dari Nicolas Maduro jika tidak “melakukan hal yang benar.”

Dalam pidatonya di hadapan pejabat sektor pertanian dan industri, Rodriguez memilih bahasa religius dan politis.

“Nasib saya tidak ditentukan oleh mereka yang mengancam saya, tetapi oleh Tuhan,” ujarnya.

Pernyataan itu menandai bahwa konflik AS-Venezuela belum akan mereda. Justru sebaliknya, tensinya naik satu tingkat.

Tuduhan Kejahatan Perang dan Korban Sipil

Situasi makin rumit setelah Jaksa Agung Venezuela Tarek William Saab mengklaim puluhan petugas dan warga sipil tewas dalam serangan AS di Caracas. Saab menyebut kejadian itu sebagai dugaan kejahatan perang dan menyatakan pihak kejaksaan akan melakukan penyelidikan.

Namun hingga kini, otoritas Venezuela belum merinci identitas korban secara jelas. Ketidakjelasan ini membuka ruang saling tuding, sementara warga sipil kembali berada di posisi paling rentan.

Minyak Mengalir, Konflik Tak Pernah Benar-Benar Habis

Kesepakatan minyak ini mungkin memberi keuntungan jangka pendek bagi Amerika. Namun bagi Venezuela, cerita lama kembali terulang sumber daya besar, tapi nasib rakyat tetap menggantung.

Di tengah klaim demi kesejahteraan, satu pertanyaan mengendap ketika minyak mengalir ke pelabuhan Amerika, apakah keadilan juga ikut sampai ke rakyat Venezuela? Atau sekali lagi, energi hanya menjadi bahan bakar politik global yang dingin dan kejam? @dimas

Tags: DuniaEkonomi IndonesiaEnergiGeopolitikHubunganInternasionalKonflik DuniaKrisis GlobalminyakPolitik IndonesiaSanksi

Kamu Melewatkan Ini

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

by dimas
Oktober 10, 2026

Jokowi tak lagi menegaskan dukungan dua periode untuk Prabowo-Gibran. Sinyal politik menuju Pilpres 2029 atau sekadar sikap hati-hati? Tabooo.id -...

Panggung Politik: Ketika Perhatian Mengalahkan Pertanggungjawaban

Panggung Politik: Ketika Perhatian Mengalahkan Pertanggungjawaban

by dimas
Oktober 8, 2026

Panggung politik kerap mengejar perhatian publik. Namun, di balik sorotan, pertanggungjawaban, kebijakan, dan suara warga tetap harus diuji. Tabooo.id -...

Prabowo Berubah, atau Sistem yang Mengubahnya?

Prabowo Berubah, atau Sistem yang Mengubahnya?

by Naysa
Oktober 8, 2026

Ada ironi dalam perjalanan Prabowo Subianto: orang yang dulu berdiri di luar pagar kekuasaan kini memegang kunci gerbangnya. Kritik terhadap...

Next Post
Prabowo Minta Menteri Tancap Gas: Jangan Normatif, Harus Berani Terobos

Prabowo Minta Menteri Tancap Gas: Jangan Normatif, Harus Berani Terobos

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id