Tabooo.id: Nasional – Rencana pesta kembang api dan kumpul sampai tengah malam tahun baru 2026 sepertinya perlu sedikit kompromi dengan payung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih akan rajin mampir di banyak wilayah Indonesia hingga pergantian tahun.
BMKG menjelaskan, dinamika atmosfer global dan regional saat ini masih mendukung pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Tanah Air. Cuaca Indonesia dalam beberapa hari ke depan bergerak labil dari berawan, hujan ringan, hingga potensi hujan lebat di sejumlah titik.
Atmosfer Lagi “Rame”, Hujan Jadi Menu Utama
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan masyarakat perlu tetap waspada meski kondisi cuaca terlihat terkendali di beberapa wilayah. Menurutnya, karakter cuaca akhir tahun cenderung cepat berubah dan sulit diprediksi secara kasat mata.
BMKG pun mengingatkan masyarakat agar lebih cermat merencanakan aktivitas selama libur Natal dan Tahun Baru, terutama perjalanan darat, laut, dan udara. Kegiatan luar ruang seperti wisata dan perayaan malam tahun baru juga perlu menyesuaikan kondisi cuaca.
“Tenang boleh, lengah jangan,” begitu kira-kira pesan BMKG di tengah euforia akhir tahun.
La Niña Lemah, Tapi Efeknya Tetap Terasa
Deputi Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan hujan yang terus turun tidak muncul tanpa sebab. Kombinasi La Niña lemah dan Indian Ocean Dipole (IOD) negatif ikut memperkuat pembentukan awan hujan.
Belum cukup sampai di situ. Angin monsun Asia, suhu muka laut yang hangat, serta aktifnya gelombang atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuator menambah “bahan bakar” hujan.
Dua siklon tropis Grant di selatan Bengkulu dan Hayleyl di selatan Nusa Tenggara Barat juga ikut memengaruhi pola angin. Meski tidak menyapu daratan, keduanya memperlambat aliran angin dan meningkatkan intensitas hujan di beberapa wilayah.
Wilayah Siaga dan Daerah yang Perlu Ekstra Hati-hati
Pada periode 29 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, BMKG mencatat potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Nusa Tenggara Barat. BMKG menetapkan status Siaga untuk wilayah tersebut.
Risiko angin kencang juga mengintai Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Maluku, hingga Papua Selatan.
Sementara itu, wilayah lain seperti Sumatera Barat, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Siapa Diuntungkan, Siapa Perlu Waspada?
Petani dan pengelola sumber air mungkin menyambut hujan dengan senyum tipis. Namun, warga di daerah rawan banjir dan longsor perlu meningkatkan kewaspadaan. Pelaku wisata dan masyarakat yang merencanakan pesta luar ruang juga harus menyiapkan rencana cadangan.
BMKG menegaskan prakiraan ini bersifat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu. Karena itu, BMKG menyediakan layanan Digital Weather for Traffic (DWT) melalui aplikasi InfoBMKG dan situs resmi untuk memantau cuaca secara real time di jalur perjalanan.
Akhir tahun boleh dirayakan dengan meriah, tapi langit punya agenda sendiri. Jadi, sebelum meniup terompet dan menyalakan kembang api, tak ada salahnya menengok prakiraan cuaca siapa tahu, hujan ingin ikut pesta. @teguh




