• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Terowongan Silaturahmi Perkuat Toleransi Katedral Dan Istiqlal

Desember 26, 2025
in Nasional, News
A A
Terowongan Silaturahmi Perkuat Toleransi Katedral Dan Istiqlal

Petugas membersihkan bagian luar Terowongan Silaturahim di Jakarta. Terowongan ini sepanjang 32 meter yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. (Foto: ANTARA FOTO)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kepala Humas Gereja Katedral Jakarta dan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Susyana Suwadie, menuturkan nilai toleransi umat beragama terlihat jelas setiap Perayaan Natal. Sebagai contoh, jemaat Gereja Katedral memanfaatkan kantong parkir Masjid Istiqlal untuk beribadah Misa.

“Sudah berlangsung puluhan tahun. Setiap kali hari besar, kami mendirikan tenda untuk menambah kapasitas duduk, sehingga lahan parkir terbatas. Imam Besar Masjid Istiqlal selalu memberi izin bagi umat kami memarkir kendaraan,” ujar Susyana di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (25/12/2025).

Selain itu, kemudahan akses ini mencerminkan kerja sama yang langgeng antara kedua institusi. Kehadiran fasilitas parkir di masjid tidak hanya membantu jemaat, tetapi juga menunjukkan penghargaan dan rasa hormat antarumat beragama.

Sejak Soekarno, Katedral dan Istiqlal Berdampingan

Susyana menjelaskan, Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal memang sengaja direncanakan berdampingan sejak Presiden Soekarno menetapkan pembangunan Masjid Raya di dekat Katedral.

“Hingga 2022, pembangunan terowongan selesai dan mulai bisa digunakan. Dengan begitu, kemudahan akses bagi jemaat bertambah signifikan,” jelasnya.

Dengan adanya terowongan, jemaat tidak perlu menyeberangi jalan yang padat lalu lintas, sehingga risiko kecelakaan bisa dihindari. Selain itu, fasilitas ini memperkuat simbol toleransi yang sudah terjalin puluhan tahun.

Dari Basement Istiqlal ke Terowongan Silaturahmi

Basement parkir Masjid Istiqlal menampung 700-800 kendaraan. Jemaat yang parkir di basement dapat langsung berjalan melalui Terowongan Silaturahmi menuju Gereja Katedral. Dengan kata lain, akses ini tidak hanya aman tetapi juga efisien.

Selain itu, terowongan ini memudahkan mobilitas anak-anak, lansia, dan orang tua yang menghadiri Misa, sehingga pengalaman beribadah menjadi lebih nyaman dan teratur.

Terowongan, Lebih dari Sekadar Jalan

Menurut Susyana, Terowongan Silaturahmi bukan sekadar jalur akses. Terowongan ini memuat pesan toleransi dan persaudaraan antarumat beragama.

“Imam Besar yang kini menjadi Menteri Agama dan Bapak Kardinal menekankan, terowongan ini bukan kotak kosong. Instalasi seni dan akses ini harus menyampaikan pesan toleransi, cinta Tanah Air, dan saling menghargai tradisi,” tambahnya.

Oleh karena itu, setiap elemen dalam terowongan sengaja dirancang untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan penghormatan antarumat beragama.

Inspirasi Global

Kini, Terowongan Silaturahmi menjadi inspirasi bagi tamu domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Dengan kata lain, fasilitas ini tidak hanya berfungsi praktis tetapi juga menjadi simbol diplomasi budaya dan toleransi.

RelatedPosts

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

Selain itu, banyak pengunjung menilai terowongan ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antarumat beragama bisa diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar wacana formal.

Refleksi: Toleransi atau Sekadar Infrastruktur?

Akses yang mudah dan parkir bersama mencerminkan toleransi yang tumbuh dari tindakan sederhana. Namun, pertanyaannya tetap apakah nilai toleransi itu benar-benar dirasakan masyarakat luas, atau hanya sebatas simbol yang terlihat indah di atas kertas dan terowongan? @dimas

Tags: AgamaBeragamaBudayadiplomasiJemaatKatedral JakartaKepala Humas Gereja KatedralKolaborasiMasjid IstiqlalNatalparkirSilaturahmiSusyana SuwadieTerowonganToleransiUmat
Next Post
Konsep Otomatis

TNI AL Siaga Penuh Nataru, Kapal Perang Disiagakan Cegah Kecelakaan Laut

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

    Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Legian: Jalan yang Tidak Pernah Benar-Benar Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sedap Malam: Ketika Ogoh-Ogoh Tidak Lagi Sekadar Dibakar, Tapi Mengingatkan Luka yang Belum Selesai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kiamat Tidak Menunggu Zona Waktu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pantai yang Kita Banggakan, atau yang Kita Abaikan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.