Tabooo.id: Nasional – Libur Natal dan Tahun Baru tidak membuat TNI Angkatan Laut lengah. TNI AL justru meningkatkan kewaspadaan dengan menyiagakan kapal-kapal perangnya secara penuh demi menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran transportasi laut selama puncak libur akhir tahun.
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan menegaskan bahwa Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali langsung memerintahkan kesiapsiagaan tersebut. TNI AL memusatkan perhatian pada jalur laut yang rawan cuaca ekstrem dan lonjakan penumpang.
“Kapal-kapal perang kita standby on call di pelabuhan-pelabuhan yang cuacanya berpotensi memicu kecelakaan laut,” kata Yayan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (25/12/2025).
Cuaca Ekstrem Jadi Alarm Utama
TNI AL menempatkan kapal perang berdasarkan analisis informasi anomali cuaca dari BMKG. Dengan langkah ini, kapal perang dapat bergerak cepat saat kecelakaan laut atau kondisi darurat muncul selama Natal dan Tahun Baru.
Panglima Komando Armada RI juga menginstruksikan seluruh Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) dan Lanal untuk bersiaga penuh. Mereka menempatkan personel di pelabuhan-pelabuhan strategis serta menyiapkan ambulans, tenaga kesehatan, dan sarana pendukung lainnya.
Kolaborasi Lintas Lembaga
TNI AL memperkuat pengamanan dengan menggandeng Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, BMKG, Basarnas, Polri, Kementerian Kesehatan, dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini mempercepat pencegahan sekaligus penanganan insiden pelayaran.
Pusat Komando dan Pengendalian TNI AL memantau situasi secara intensif melalui sistem pemantauan kapal. Sistem tersebut membantu TNI AL menjaga seluruh KRI di sektor rawan tetap dalam status siaga tinggi.
“Kecepatan respons menjadi perhatian utama. Begitu musibah terjadi, kapal perang harus langsung bergerak,” ujar Yayan.
Kesiapsiagaan ini menguntungkan masyarakat pengguna transportasi laut, mulai dari penumpang, awak kapal, hingga pelaku logistik. TNI AL menekan risiko kecelakaan dan meningkatkan rasa aman di tengah cuaca yang sulit diprediksi.
Sebaliknya, pengawasan ketat membuat ruang gerak pelaku kejahatan laut semakin sempit. TNI AL terus mengawasi potensi aktivitas ilegal di perairan strategis yang biasanya meningkat saat arus pelayaran melonjak di akhir tahun.
Pesannya jelas: laut bukan arena uji nyali saat liburan. Ketika kapal perang sudah berjaga, satu-satunya harapan adalah perjalanan selamat bukan cerita darurat di tengah ombak. (red)





