Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Zach Yadegari: Dari Coding Usia 7 ke CEO Startup Rp 23 M

by dimas
Desember 23, 2025
in Life
A A
Home Life
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Life – Pagi itu, di kamar apartemen kecil di New York, Zach Yadegari menatap layar laptopnya dengan mata yang masih setengah mengantuk. Meski begitu, pikirannya sudah bergerak cepat. Jari-jarinya menari di atas keyboard, menulis kode untuk aplikasi yang ia rancang sendiri. Di sampingnya, secangkir kopi hangat mengepul, mengisi ruangan dengan aroma yang terasa seperti teman setia setiap jam produktifnya.

Pada usia 18 tahun, Zach duduk sebagai CEO startup yang telah diunduh jutaan kali. Kisahnya membuktikan bahwa kecerdasan dan keberanian tidak selalu sejalan dengan usia. Lebih dari itu, pengalaman Zach menunjukkan bahwa ketekunan dan rasa ingin tahu dapat membuka jalan yang tak terbayangkan banyak orang dewasa.

Belajar Coding Sejak Usia 7

Zach tidak lahir sebagai “jenius startup”. Awalnya, ibunya mendaftarkannya ke perkemahan musim panas untuk belajar pemrograman saat Zach baru berusia tujuh tahun. Sejak itu, rasa penasarannya meledak. Ia menonton tutorial di YouTube berjam-jam, mempelajari berbagai bahasa pemrograman, dan mengirim pesan kepada programmer online untuk meminta tips.

Selain itu, kreativitasnya terus berkembang di sekolah. Saat kelas satu SMA, Zach membuat web game Totally Science, yang memungkinkan siswa bermain online melalui WiFi sekolah, melewati protokol pemblokiran internet. Game itu menarik perhatian perusahaan dan dijual pada Februari 2024 seharga Rp 1,68 miliar.

Ia pernah berkata Make It, “Menurut saya, kewirausahaan itu sangat keren. Usia tidak terlalu penting. Anda memang jago atau tidak dalam apa yang dilakukan, dan pasar akan menentukan hasilnya.”

Ini Belum Selesai

Tapa Bisu, Jejak Mindfulness dalam Tradisi Jawa

Vape Rasa Buah Terasa Manis, Tapi Kenapa Ribuan Gen Tubuh Ikut Berubah?

Dari Ide Kecil ke Startup Meledak

Setelah menjual Totally Science, Zach tidak berhenti. Ia melihat teman-temannya kesulitan melacak kalori karena aplikasi yang ada terlalu ribet. Dari situ, ia berdiskusi dengan Henry Langmack dan dua teman lainnya. Bersama mereka, Zach merancang aplikasi pelacak kalori berbasis AI yang lebih mudah digunakan.

Akhirnya, mereka menciptakan Cal AI. Pengguna hanya perlu mengunggah foto makanan, lalu sistem AI menghitung perkiraan kalori dengan akurasi hingga 90 persen. Pada bulan pertama peluncuran, Cal AI menghasilkan Rp 470 juta, meningkat menjadi Rp 1,9 miliar bulan berikutnya. Kemudian, pada Juli 2024, mereka mulai merekrut karyawan. Hingga September 2025, perusahaan mempekerjakan 30 orang dan laba kotor mencapai USD 1,4 juta per bulan. Aplikasi ini telah diunduh 8,3 juta kali.

Keberhasilan Zach menyoroti paradoks zaman modern. Di satu sisi, dunia teknologi memberi peluang luar biasa bagi yang mau belajar dan bekerja keras. Di sisi lain, tanggung jawab besar dan tekanan tinggi harus dijalani bersamaan dengan kehidupan remaja normal.

CEO di Tengah Kuliah dan Kehidupan Normal

Meski menjalankan perusahaan, Zach tetap memulai kuliah di sekolah bisnis Universitas Miami. Namun, ia berencana tidak menempuh jalur akademis tradisional terlalu lama. Fokusnya tetap pada Cal AI, pengembangan fitur baru, dan ekspansi pasar.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pengalaman nyata dibanding sekadar gelar. Ia belajar langsung dari kegagalan dan kesuksesan yang terjadi di dunia nyata. Zach berkata, “Idealnya, apa yang saya lakukan membentuk masa depan dan menjadi bagian dari warisan saya.” Dengan kata lain, ia ingin meninggalkan jejak lebih dari sekadar angka unduhan atau laba bulanan. Zach ingin menjadi inspirasi bagi generasi muda, simbol bahwa rasa ingin tahu dan keberanian dapat mengubah dunia.

Sikap Tabooo: Melihat Lebih Dalam dari Angka

Di balik angka yang mengagumkan, kisah Zach adalah tentang manusia, bukan mesin. Teknologi hanyalah alat. Yang menentukan keberhasilan adalah rasa ingin tahu, keberanian untuk gagal, dan kemampuan belajar.

Dunia sering terobsesi pada “CEO muda” atau “startup unicorn”. Padahal jarang ada yang menyorot proses panjang, jam belajar larut malam, dan kesepian yang muncul saat tanggung jawab membebani bahu remaja.

Dengan refleksi empatik, Tabooo melihat fenomena ini sebagai pengingat kesuksesan bukan sekadar target finansial. Kesuksesan adalah perjalanan yang membentuk karakter, membangun kepercayaan diri, dan membuka horizon bagi siapa pun yang berani melangkah. Zach bukan hanya contoh prestasi, tapi simbol bahwa usia hanyalah angka ketika rasa ingin tahu dan keberanian bertemu kesempatan.

Penutup: Masa Depan Bisa Dibentuk Sendiri

Ketika menatap layar laptop pagi itu, Zach tidak memikirkan label “CEO muda” atau jumlah unduhan aplikasi. Ia hanya menatap kode, ide, dan kemungkinan tanpa batas.

Kisahnya meninggalkan pertanyaan bagi kita semua jika rasa ingin tahu dan keberanian bisa membentuk masa depan seorang remaja, apa yang bisa kita lakukan dengan waktu dan kesempatan yang kita miliki hari ini?

Di era AI dan teknologi, jawaban bukan tentang siapa yang paling cepat berlari. Jawaban ada pada siapa yang berani mulai, belajar, dan terus mencoba. Zach memulainya sejak usia tujuh. Kita? Masih banyak jalan terbuka. @dimas

Tags: CEODigitalGenerasi MudaInspiratifRemajaSukses

Kamu Melewatkan Ini

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

Patung Mahapatih gajah Mada: Ancaman Terbesar Bangsa Datang dari Dalam?

Patung Mahapatih gajah Mada: Ancaman Terbesar Bangsa Datang dari Dalam?

by teguh
Juni 6, 2026

Di tengah lalu lintas yang terus bergerak dan hiruk-pikuk kehidupan modern, sebuah patung Mahapatih Gajah Mada berdiri tegak di salah...

Budaya Tidak Hilang, Kita yang Membiarkannya Mati

Budaya Tidak Hilang, Kita yang Membiarkannya Mati

by dimas
Juni 3, 2026

Budaya tidak selalu hilang karena modernisasi. Ancaman terbesar justru muncul ketika hubungan antar generasi terputus dan tidak ada lagi yang...

Next Post
Wisata Alam Guci Diterjang Banjir: Salah Cuaca atau Salah Kelola?

Wisata Alam Guci Diterjang Banjir: Salah Cuaca atau Salah Kelola?

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id