Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Drama OTT KPK di Kalsel: Jaksa Sempat Kabur, Kini Ditahan

by dimas
Desember 23, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kalimantan Selatan berubah menjadi drama tak terduga. Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara, Tri Taruna Fariadi, justru melarikan diri saat petugas hendak mengamankannya. Aksi itu langsung menyedot perhatian publik. Status Taruna sebagai jaksa membuat peristiwa ini terasa lebih serius, sekaligus menyingkap rapuhnya wajah penegakan hukum di daerah.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa Taruna panik ketika proses penangkapan berlangsung. Taruna mengaku ragu terhadap identitas orang-orang yang mendekatinya. Ia tidak yakin mereka benar-benar petugas KPK. Dalam situasi yang serba cepat dan menekan, Taruna memilih kabur ketimbang memastikan kebenaran identitas aparat yang hendak menangkapnya.

Beberapa Hari Menghilang, Lalu Menyerah

Pelarian Taruna berlangsung selama beberapa hari. Anang menyampaikan bahwa Taruna menghilang setelah OTT terjadi. Kejaksaan tidak membeberkan lokasi persembunyian Taruna selama periode tersebut. Kekosongan informasi itu justru memicu spekulasi publik dan memperpanjang sorotan terhadap kasus ini.

Drama pelarian itu berakhir ketika Taruna akhirnya menyerahkan diri ke Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan. Proses hukum kemudian bergerak cepat. Kejati Kalsel menyerahkan Taruna ke Kejaksaan Agung, lalu Kejaksaan Agung langsung meneruskannya ke KPK pada Senin siang, 22 Desember 2025. Penyerahan ini menandai akhir pelarian sekaligus awal proses hukum formal di lembaga antirasuah.

Sanksi Internal: Jabatan Dicabut, Gaji Dihentikan

Kejaksaan Agung mengambil langkah tegas dari sisi kepegawaian. Setelah aparat mengamankan Taruna, institusi langsung menonaktifkannya dari jabatan Kasi Datun. Kejagung juga memberhentikan sementara status kepegawaiannya, termasuk menghentikan gaji dan seluruh tunjangan hingga pengadilan menjatuhkan putusan berkekuatan hukum tetap.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Anang menegaskan bahwa kebijakan tersebut datang langsung dari Jaksa Agung. Ia menekankan bahwa status sebagai aparat penegak hukum tidak memberi perlindungan apa pun ketika seseorang terseret dugaan tindak pidana korupsi.

Klaim Kooperatif Kejaksaan, Ujian Kepercayaan Publik

Dalam pernyataan resminya, Kejaksaan menegaskan sikap kooperatif dan transparan dengan menyerahkan Taruna sepenuhnya kepada KPK. Anang menyatakan bahwa institusinya tidak akan menghalangi, mengintervensi, atau melindungi siapa pun yang diduga terlibat korupsi. Ia menegaskan bahwa Kejaksaan menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat penegak hukum yang berwenang.

Secara institusional, langkah ini menguntungkan Kejaksaan karena menunjukkan kepatuhan terhadap mekanisme hukum. Namun publik tetap menanggung kerugian moral. Fakta bahwa seorang jaksa simbol penegakan hukum sempat kabur dari OTT kembali menggerus kepercayaan masyarakat terhadap integritas aparat, terutama di daerah.

Antara Ketakutan Pribadi dan Wajah Sistem Hukum

Kasus Tri Taruna Fariadi tidak berhenti pada kisah individu yang panik lalu melarikan diri. Peristiwa ini mencerminkan ironi sistem hukum. Aparat yang seharusnya berdiri di barisan terdepan penegakan hukum justru mencoba menghindar dari proses hukum itu sendiri.

Negara memang menunjukkan ketegasan melalui langkah KPK dan sanksi internal Kejaksaan. Namun publik tetap menyimpan pertanyaan mendasar jika seorang jaksa saja sempat berlari dari hukum, seberapa kokoh rasa aman masyarakat terhadap sistem hukum yang selama ini mengklaim diri tegas dan adil?

Pada akhirnya, kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup berhenti pada penangkapan dan sanksi. Upaya itu juga harus memulihkan kepercayaan publik sesuatu yang tidak bisa dibangun hanya lewat konferensi pers dan pernyataan normatif. @dimas

Tags: AparatJaksaKaburKasusKejaksaanKorupsi di IndonesiaKPKKriminal & HukumottPenegakan

Kamu Melewatkan Ini

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo dan Tifa Resmi ke Jaksa

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo dan Tifa Resmi ke Jaksa

by dimas
Juni 23, 2026

Kasus ijazah Jokowi memasuki babak baru. Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma resmi dilimpahkan ke jaksa setelah berkas dinyatakan lengkap. Tabooo.id:...

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

by dimas
Juni 6, 2026

KPK menyita mobil sport, Harley, perhiasan, dan valas dari rumah Silmy Karim. Penyidik menelusuri dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai...

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Ketika Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite?

by teguh
Mei 29, 2026

Rel kereta seharusnya membawa orang sampai tujuan. Namun dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)...

Next Post
Korban Banjir dan Longsor Sumatra Tembus 1.106 Jiwa

Korban Banjir dan Longsor Sumatra Tembus 1.106 Jiwa

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id