Tabooo.id: Nasional – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 tinggal hitungan hari. Pemerintah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Kemenhub memprediksi 119,5 juta orang akan bergerak, naik hampir 8 persen dibanding tahun lalu. Selain itu, arus mudik akan mencapai puncaknya dua kali, pada 20 dan 24 Desember.
Kenapa ini penting bagi kamu? Sebab arus padat bisa membuat perjalanan molor, macet, bahkan berisiko kecelakaan. Lebih jauh, BMKG memperingatkan potensi hujan lebat, angin kencang, dan ombak tinggi akibat siklonik di beberapa wilayah. Artinya, keselamatan saat perjalanan harus menjadi prioritas utama.
Semua Moda, Semua Antisipasi
Kemenhub membuka Posko Terpadu Angkutan Nataru mulai 18 Desember hingga 5 Januari 2026. Posko memantau mobilitas masyarakat dan berkoordinasi dengan BMKG serta pihak terkait. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, “Keamanan dan keselamatan seluruh moda transportasi menjadi prioritas kami.”
Di darat, pemerintah menyiapkan buffer zone, contraflow, dan one way secara situasional. Petugas memperkuat pengaturan penyeberangan untuk mengurangi antrean. Sementara itu, di laut, kapal patroli dan pelabuhan alternatif siap menampung lonjakan penumpang. Bandara memperluas kapasitas, melakukan ramp check, dan mengoptimalkan jam operasional. Selain itu, kereta api menyiagakan DAPSUS, AMUS, dan personel di perlintasan.
Polisi Siaga: Banjir, Longsor, dan Teror
Kapolri Listyo Sigit memerintahkan jajaran untuk mengantisipasi banjir dan longsor. Dia juga meminta petugas menyiapkan posko SAR di jalur rawa. Selain itu, semua tempat ibadah Natal disterilisasi dari ancaman teror. Polisi melibatkan ormas keagamaan, melakukan patroli rutin, dan mendeteksi dini segala potensi ancaman. Titik-titik rawan kejahatan terus dipantau, termasuk penyediaan penitipan kendaraan di kantor polisi.
Lebih jauh, Polri memastikan stok pangan dan BBM aman. Layanan darurat 110 siap merespons cepat. Pemerintah mengimbau warga menambah waktu perjalanan, tidak terburu-buru, dan memantau titik kepadatan, terutama di Bogor, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Medan, dan Manado.
Atur Waktu, Selamat Sampai Tujuan
Korlantas membuka opsi pengalihan arus, lawan arus, hingga one way sesuai kebutuhan. Jika arus normal, sistem ini tidak diterapkan. Direktur Korlantas Brigjen Prianto menekankan, “Kalau mau mudik, spare waktunya lebih panjang. Jangan terburu-buru; semua demi keselamatan.”
Singkatnya, pemerintah dan polisi bekerja keras menyiapkan Nataru aman dan lancar. Sekarang giliran kamu:rencanakan perjalanan, patuhi aturan, dan tetap waspada. Liburan lancar dan aman dimulai dari persiapanmu sendiri. (red)




