• Latest
Konsep Otomatis

Qorin 2: Ketika Keadilan Tak Datang, Dendam yang Dipanggil

Mei 8, 2026
Amir Syarifuddin: Tokoh yang Terlalu Rumit untuk Sejarah Indonesia?

Amir Syarifuddin: Tokoh yang Terlalu Rumit untuk Sejarah Indonesia?

Mei 13, 2026
Pancasila atau Sekadar Hafalan? Ketika Tempat Tinggal Masih Membatasi Identitas

Pancasila, Toleransi, dan Tulisan “Kos Muslimah” yang Jarang Dipertanyakan

Mei 13, 2026
Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

Mei 13, 2026
Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak Miskin: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan?

Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak Miskin: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan?

Mei 13, 2026
LCC 4 Pilar atau Lomba Artikulasi? Ketika Pengetahuan Kalah oleh Teknis

LCC 4 Pilar atau Lomba Artikulasi? Ketika Pengetahuan Kalah oleh Teknis

Mei 13, 2026
Berani Speak Up di Depan Juri: Sikap Kritis atau Tanda Mental Anak Makin Sehat?

Berani Speak Up di Depan Juri: Sikap Kritis atau Tanda Mental Anak Makin Sehat?

Mei 13, 2026
Perempuan Modern, Burnout, dan Semangkuk Seblak Pedas

Seblak Pedas, Burnout, dan Perempuan Modern

Mei 12, 2026
Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Mei 12, 2026
Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Hustle Culture Gen Z: Agar Sukses atau Terlihat Sukses?

Hustle Culture Gen Z: Agar Sukses atau Terlihat Sukses?

Mei 12, 2026
Katanya Reformasi Polri Total, Tapi Kenapa Praktik Lama Belum Benar-Benar Hilang?

Katanya Reformasi Polri Total, Tapi Kenapa Praktik Lama Belum Benar-Benar Hilang?

Mei 12, 2026
Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Qorin 2: Ketika Keadilan Tak Datang, Dendam yang Dipanggil

by dimas
Mei 8, 2026
in Culture, Film
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Film – Pernah nggak sih merasa hukum itu terlalu lama, terlalu rumit, atau terlalu jauh dari rasa keadilan? Nah, Qorin 2 seperti menjawab kegelisahan itu dengan cara ekstrem: kalau jalur benar tak bekerja, manusia akan tergoda mengambil jalan pintas meski gelap, meski salah.

Ginanti Rona dan Lele Laila kembali berduet dalam sekuel Qorin (2022). Meski menyandang angka dua, film ini berdiri sebagai kisah standalone. Artinya, penonton tak wajib mengingat ritual siswi nakal di film pertama. Kali ini, ceritanya bergeser jauh lebih membumi dan jauh lebih muram.

Alih-alih kisah remaja memanggil makhluk halus, Qorin 2 menyorot perjuangan seorang ayah bernama Makmur, diperankan Fedi Nuril, yang berusaha menuntut keadilan atas anaknya yang menjadi korban perundungan di sekolah. Dari sinilah horor film ini bermula.

Bullying, Luka Sosial yang Terasa Nyata

Tema perundungan bukan pilihan sembarangan. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus bullying di lingkungan pendidikan terus bermunculan. Lele Laila memanfaatkan realitas itu sebagai bahan bakar cerita. Ia kembali konsisten menulis kisah horor yang berangkat dari problem sosial, bukan sekadar hantu lompat dari balik pintu.

Menariknya, meski pusat cerita ada pada sosok Makmur, Lele tetap menjaga ciri khasnya: perempuan sebagai penggerak tragedi. Kekerasan yang dialami korban tidak hanya hadir sebagai latar, tetapi menjadi alasan mengapa dendam tumbuh subur.

Ini Belum Selesai

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

GTA 6 Habiskan Rp 26 Triliun, Ini Game atau Negara Kecil?

Namun, Qorin 2 jelas bukan horor yang sibuk menakut-nakuti lewat penampakan. Film ini justru terasa lebih dekat dengan thriller balas dendam yang gelap. Ketakutannya bukan datang dari makhluk gaib, melainkan dari gambaran perundungan yang terasa brutal dan jujur saja cukup memicu emosi penonton.

Gore Lebih Nyaring dari Horor

Ginanti Rona menyambut imajinasi gelap Lele dengan cukup agresif. Darah muncrat, luka dipamerkan, dan adegan gore disuguhkan tanpa banyak basa-basi. Beberapa momen bahkan terasa terlalu eksplisit untuk sebagian penonton.

Pendekatan ini memang menebalkan nuansa dendam dan konflik fisik. Namun di sisi lain, unsur supranatural yang seharusnya menjadi ruh Qorin justru terasa tenggelam. Horor mistiknya kalah nyaring dibanding darah dan amarah.

Masalah lain muncul pada alur cerita. Selama hampir dua jam durasi berjalan, cerita berputar di pola yang sama. Konflik tidak berkembang signifikan, kejutan minim, dan eksplorasi cerita terasa dangkal. Alhasil, waktu 1 jam 50 menit terasa lebih panjang dari seharusnya.

Qorin yang Terasa Absen

Hal yang cukup mengganjal adalah konsep qorin itu sendiri. Ironisnya, entitas yang menjadi judul film justru terasa seperti “figuran”. Penjelasan soal qorin minim, padahal status film yang standalone berpotensi membuat penonton baru kebingungan.

Bagi yang belum akrab dengan konsep jin qorin, film ini bisa terasa seperti puzzle yang kehilangan beberapa keping penting.

Fedi Nuril Keluar Jalur, Tapi Belum Sepenuhnya Sampai

Di tengah segala catatan, Fedi Nuril layak mendapat apresiasi. Ia berani keluar dari citra pria romantis dan hangat yang selama ini melekat. Sebagai Makmur, ia tampil pendiam, penuh tekanan, dan nyaris tanpa dialog.

Sayangnya, pendekatan non-verbal ini belum sepenuhnya menggigit. Dendam Makmur terlihat di layar, tetapi jarang terasa sampai ke kursi penonton. Emosinya ada, namun tidak cukup menusuk.

Hiburan Gelap dengan Pesan Pahit

Terlepas dari kekurangannya, Qorin 2 tetap tampil rapi secara teknis. Sinematografi, tata suara, desain produksi, hingga tata rias bekerja solid. Film ini juga menjadi salah satu penampilan terakhir mendiang Epy Kusnandar, yang kembali menunjukkan kualitas aktingnya.

Pada akhirnya, Qorin 2 bukan tentang hantu. Film ini bicara soal keadilan yang gagal, sistem yang lamban, dan manusia yang akhirnya memilih dendam sebagai jawaban. Menyeramkan? Mungkin tidak selalu. Mengganggu secara moral? Jelas iya.

Pertanyaannya tinggal satu ketika keadilan tak kunjung datang, apakah kita masih percaya pada jalur benar atau justru diam-diam mulai melirik jalan pintas yang sama gelapnya? @dimas

Tags: Horor IndonesiaKeadilan Sosial

Kamu Melewatkan Ini

Katanya Reformasi Polri Total, Tapi Kenapa Praktik Lama Belum Benar-Benar Hilang?

Katanya Reformasi Polri Total, Tapi Kenapa Praktik Lama Belum Benar-Benar Hilang?

by dimas
Mei 12, 2026

Reformasi Polri kembali dipertanyakan ketika praktik “uang damai”, pungli, dan transaksi hukum masih dianggap nyata di tengah masyarakat. Benarkah masalahnya...

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

by dimas
Mei 11, 2026

Pembangunan tampak megah lewat angka pertumbuhan, gedung tinggi, dan proyek infrastruktur besar yang terus dipamerkan. Namun bagi banyak orang, kemajuan...

Pajak Kekayaan: Solusi Adil atau Ilusi Fiskal yang Menyesatkan?

Pajak Kekayaan: Solusi Adil atau Ilusi Fiskal yang Menyesatkan?

by dimas
Mei 10, 2026

Pajak kekayaan kembali mengemuka sebagai solusi cepat atas ketimpangan ekonomi yang kian mencolok di Indonesia. Namun di balik daya tarik...

Next Post
Konsep Otomatis

Kisah Uswatun Khasanah, Guru SMP Surabaya di Forum Pendidikan Dunia

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id