Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kisah Uswatun Khasanah, Guru SMP Surabaya di Forum Pendidikan Dunia

by dimas
Januari 5, 2026
in Life
A A
Home Life
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Life – Pagi itu, udara Sejong terasa dingin dan bersih. Di antara bangunan modern dan pepohonan musim dingin yang meranggas, seorang perempuan asal Surabaya melangkah masuk ke ruang konferensi dengan tas kerja sederhana di pundaknya. Tidak ada sorotan kamera, tidak ada karpet merah. Namun, di balik langkah tenangnya, ia membawa sesuatu yang jauh lebih besar: cerita ruang kelas Indonesia.

Namanya Uswatun Khasanah, guru Bahasa Inggris SMPN 22 Surabaya. Hari itu, ia duduk sejajar dengan para pendidik dari Amerika Serikat, Prancis, Turkiye, Jepang, hingga Korea Selatan dalam 4th International Conference on Education 2025. Ia tidak datang sebagai turis akademik. Ia hadir sebagai suara dari ruang kelas yang sering luput dari peta global.

Undangan yang Datang dari Konsistensi, Bukan Kebetulan

Keikutsertaan Uswatun dalam konferensi internasional ini bukan hasil keberuntungan sesaat. Ia lahir dari perjalanan panjang yang sunyi, penuh dedikasi, dan sering kali berjalan jauh dari sorotan publik.

Selama beberapa tahun terakhir, Uswatun membangun jejaring pendidikan lintas negara dengan Korea Selatan. Ia tidak sekadar mengirim email atau menghadiri forum daring. Ia mendampingi siswa, merancang proyek kolaboratif, dan menempatkan isu global ke dalam konteks lokal ruang kelas Surabaya.

Upaya itu akhirnya berbuah pengakuan. Dari puluhan pendidik dunia yang hadir, Indonesia hanya mengirim dua nama. Salah satunya adalah Uswatun.

Ini Belum Selesai

Tapa Bisu, Jejak Mindfulness dalam Tradisi Jawa

Vape Rasa Buah Terasa Manis, Tapi Kenapa Ribuan Gen Tubuh Ikut Berubah?

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menyebut undangan ini sebagai bentuk kepercayaan internasional terhadap kualitas guru Indonesia. Sekitar 20 pendidik dari berbagai negara berkumpul dalam forum yang mengusung tema besar “Global Education and Solidarity for the Next Generation”.

Tema yang terdengar megah. Namun bagi Uswatun, maknanya sangat sederhana bagaimana pendidikan tetap manusiawi di dunia yang kian tidak pasti.

Menyusuri Sekolah, Menyusuri Cara Pandang

Konferensi ini tidak berhenti di ruang diskusi. Para peserta mengunjungi Boram Elementary School, Geulbeot Middle School, hingga Haemil Elementary School. Mereka masuk ke kelas, mengamati interaksi guru dan murid, serta berdialog tentang kurikulum yang terus beradaptasi dengan perubahan global.

Bagi Uswatun, pengalaman ini bukan tentang membandingkan siapa lebih maju. Ia justru melihat persamaan yang jarang disadari kecemasan guru menghadapi masa depan murid-muridnya.

Di Sejong, seperti di Surabaya, para guru bertanya hal yang sama: bagaimana menyiapkan generasi yang hidup di dunia krisis iklim, disrupsi teknologi, dan polarisasi sosial?

Jawabannya tidak tunggal. Namun dialog lintas negara membuat satu hal terasa jelas pendidikan tidak bisa berjalan sendiri.

Guru, Globalisasi, dan Jalan Sunyi Kolaborasi

Sejak 2022, Uswatun aktif mendampingi siswa dalam berbagai program internasional. Ia terlibat dalam Korea-ASEAN Youth Ambassadors Virtual Leadership Program, pertukaran daring Indonesia-Korea, hingga mengajar langsung selama tiga bulan di Geulbeot Middle School melalui Indonesian-Korean Teacher Exchange 2023.

Ia juga berperan dalam konferensi siswa Indonesia-Korea yang mengangkat isu perubahan iklim berbasis Sustainable Development Goals. Baginya, isu global tidak harus menunggu siswa kuliah di luar negeri. Isu itu bisa dibicarakan sejak SMP, selama guru berani membuka jendela dunia.

Namun, perjalanan ini bukan tanpa paradoks. Di satu sisi, dunia internasional membuka pintu lebar. Di sisi lain, tantangan pendidikan di dalam negeri masih begitu mendasar: kesenjangan fasilitas, beban administrasi guru, hingga persepsi bahwa kolaborasi global adalah kemewahan.

Uswatun memilih berjalan di tengah paradoks itu. Ia percaya perubahan tidak selalu datang dari sistem besar, tetapi dari guru yang konsisten memperluas horizon muridnya.

Dukungan Negara dan Harapan yang Menyertainya

Uswatun menegaskan bahwa seluruh keterlibatannya berjalan resmi dengan dukungan Pemerintah Kota Surabaya. Ia mengajar di Sejong dengan izin dan kerja sama formal, yang bahkan ditandatangani langsung oleh wali kota.

Dukungan ini penting. Ia menunjukkan bahwa negara bisa hadir bukan hanya lewat kebijakan, tetapi juga kepercayaan pada guru.

Bagi Dispendik Surabaya, partisipasi Uswatun menjadi bukti bahwa guru daerah mampu bersaing di tingkat global. Lebih dari itu, kehadirannya membawa pulang praktik pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan.

Refleksi Tabooo: Pendidikan, Global tapi Tetap Membumi

Kisah Uswatun Khasanah bukan cerita tentang satu guru yang pergi jauh. Ini cerita tentang ruang kelas Surabaya yang diam-diam berbicara ke dunia.

Di saat pendidikan sering terjebak angka dan peringkat, Uswatun menunjukkan sisi lain pendidikan sebagai jembatan empati lintas bangsa. Ia tidak membawa slogan besar. Ia membawa pengalaman nyata, dialog, dan keberanian membuka ruang kolaborasi.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah guru Indonesia mampu bersaing di panggung global. Jawabannya sudah jelas: mampu.

Pertanyaan sesungguhnya adalah, apakah sistem pendidikan kita siap memberi lebih banyak ruang bagi guru-guru seperti Uswatun guru yang percaya bahwa mendidik bukan hanya soal kurikulum, tetapi tentang membangun solidaritas manusia di dunia yang terus berubah.

Karena mungkin, masa depan pendidikan tidak lahir dari gedung megah atau konferensi elite, melainkan dari guru yang berani bermimpi melampaui batas ruang kelasnya. @dimas

Kamu Melewatkan Ini

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

by Tabooo
Juni 10, 2026

DPR RI resmi sahkan RUU Polri menjadi undang-undang dalam rapat paripurna. DPR menyebut aturan baru ini memperkuat transformasi, pengawasan, netralitas,...

Pusaka Milik Raja atau Dinasti? Konflik Lama Karaton Solo yang Tak Pernah Selesai

Pusaka Milik Raja atau Dinasti? Konflik Lama Karaton Solo yang Tak Pernah Selesai

by teguh
Juni 10, 2026

Konflik pusaka Karaton Solo kembali mencuat. Benarkah pusaka milik raja atau dinasti? ini seakan menjadi akar legitimasi yang belum selesai....

Next Post
Konsep Otomatis

Prabowo Resmi Lantik Tujuh Anggota Komisi Yudisial

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id