Tabooo.id – Check: Setiap kali Bulan tampak lebih besar dari biasanya, muncul juga teori “kiamat kecil”. Supermoon Oktober 2025 yang bertepatan dengan Harvest Moon, kembali jadi sasaran teori bencana: dari gempa besar, letusan gunung, sampai “pergeseran energi bumi”.
Tapi benarkah Bulan bisa mengguncang Bumi? Tabooo memeriksa faktanya.
Fakta Astronomi di Balik Supermoon
Fenomena Supermoon pada 6–7 Oktober 2025 memang spesial: Bulan berada di titik terdekat dari Bumi, sekitar 356 ribu kilometer. Efeknya? Ia tampak 14% lebih besar dan 30% lebih terang dari biasanya. Indah? Ya, tapi sebagian orang malah melihatnya sebagai ancaman.
Klaim yang paling ramai di media sosial: “Supermoon bisa memicu gempa dan letusan gunung berapi.” Sayangnya, atau untungnya, klaim itu tidak terbukti secara ilmiah.
Analisis Ilmiah: Gaya Tarik Bulan Terlalu Lemah
Menurut laporan verifikasi geofisika dan data seismik global, gaya gravitasi tambahan dari Supermoon terlalu kecil untuk memecah patahan bumi. Tekanan tambahan akibat fenomena ini hanya sekitar 4 kilopascal, sedangkan gempa besar butuh energi jutaan kilopascal untuk memicu keretakan kerak bumi. Artinya, daya “tarik” Bulan tidak sebanding dengan kekuatan bumi yang sedang kita injak — bahkan tak sampai satu per seribu.
Penelitian panjang dari NASA, USGS, hingga BMKG menunjukkan hal yang sama: tidak ada korelasi signifikan antara posisi Bulan dan peningkatan aktivitas seismik global. Gempa besar bisa terjadi kapan saja, di semua fase bulan, bahkan saat Bulan sedang “biasa-biasa saja.”
Efek Nyata: Banjir Rob atau King Tide
Namun, bukan berarti Supermoon tidak punya efek sama sekali. Bulan memang menggerakkan pasang surut laut. Dan saat jaraknya makin dekat, daya tarik gravitasi itu meningkat, menyebabkan fenomena “King Tide” atau banjir rob.
BMKG sudah mengeluarkan peringatan resmi soal potensi rob akibat Supermoon ini, terutama di:
- Pesisir Sumatera, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT, Kalimantan, dan Sulawesi,
- Dengan periode waspada 7–20 Oktober 2025.
Dampaknya terasa di pelabuhan, tambak, dan permukiman pesisir. Jadi, kalau kamu tinggal di dekat pantai, perhatianmu sebaiknya bukan pada “gempa gaib”, tapi pada rob yang sangat nyata.
Kagum, Bukan Panik
Fenomena langit seperti Supermoon seharusnya jadi ajang kagum, bukan panik. Tapi di era viral, mitos sering lebih cepat dari sains. Jadi, kalau kamu melihat Bulan tampak luar biasa malam ini, tenanglah. Ia hanya sedang memantulkan cahaya, bukan memanggil bencana. Yang perlu kita lawan bukan gaya tarik Bulan, tapi gaya tarik hoaks yang tak kalah kuat.
Intinya, “Bulan gak bikin bumi retak, tapi putus cinta bikin hatimu yang retak.” @tabooo




