Gerindra Langsung Menarik Rem Tangan
Tabooo.id: Nasional – Gerindra mencopot Mirwan MS dari kursi Ketua DPC Aceh Selatan. Keputusan itu muncul setelah Mirwan berangkat umrah ketika banjir dan longsor menghantam daerahnya. Sekjen Gerindra Sugiono menegaskan bahwa tindakan Mirwan melanggar sumpah kader Gerindra yang mewajibkan kepentingan bangsa berada di atas kepentingan pribadi.
Gerindra sebelumnya memerintahkan seluruh kader untuk turun tangan membantu warga Sumatra yang terjebak banjir. Karena Mirwan tetap memilih berangkat, DPP langsung memproses pergantian. Sugiono sudah meminta DPD Gerindra Aceh menyiapkan nama pengganti sambil menunggu tanda tangan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.
Pemkab Membela: “Situasi Sudah Stabil”
Di sisi lain, Pemkab Aceh Selatan memberikan pembelaan. Kabag Prokopim Denny Herry Safputra menilai Mirwan berangkat setelah ia memastikan kondisi wilayah aman. Menurutnya, debit air sudah surut dan banyak pengungsi kembali ke rumah. Denny juga menyebut Mirwan sebelumnya turun langsung ke Trumon Raya dan Bakongan Raya untuk membagikan bantuan.
Pemkab menolak anggapan bahwa Mirwan meninggalkan rakyatnya. Menurut mereka, Mirwan menyelesaikan tugas awal sebelum terbang.
Gubernur Aceh Justru Mengungkap Cerita Berbeda
Namun, narasi Pemkab langsung berbenturan dengan pernyataan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem). Ia mengaku sudah menolak permintaan izin yang Mirwan ajukan. Dua hari kemudian, banjir besar datang, dan Mirwan tetap terbang ke Tanah Suci.
Mualem tidak menutupi kemarahannya. Ia menyerahkan sanksi ke Mendagri dan menegaskan bahwa ia tidak meneken izin apa pun. “Saya sudah larang. Dia tetap pergi,” ujarnya.
Kemendagri Turun Tangan, Pemeriksaan Menunggu
Pemerintah pusat ikut bergerak. Kapuspen Kemendagri Benni Irwan memastikan Mirwan berangkat tanpa izin gubernur maupun Mendagri. Mendagri langsung menelepon Mirwan dan memerintahkannya pulang secepatnya. Benni juga mengungkap bahwa tim Inspektorat Jenderal sudah menuju Aceh untuk memeriksa proses dan kemungkinan pelanggaran aturan perjalanan.
Jika pemeriksaannya menemukan pelanggaran administratif, konsekuensinya langsung menanti Mirwan begitu ia tiba di tanah air.
Siapa Mendapat Untung, Siapa Menanggung Rugi?
Yang Diuntungkan:
- Gerindra, karena mereka terlihat tegas dan cepat merespons situasi krusial.
- Pemerintah Provinsi dan Mendagri, karena keduanya menunjukkan sikap disiplin dalam urusan izin perjalanan pejabat.
Yang Dirugikan:
- Mirwan MS, yang kehilangan jabatan partai dan menghadapi pemeriksaan pusat.
- Warga Aceh Selatan, karena mereka harus menonton drama politik baru ketika banjir baru saja surut.
Penutup: Pemimpin Bisa Pergi, Tapi Krisis Tidak Menunggu
Kasus ini menunjukkan satu hal: bencana tidak butuh alasan, tapi pemimpin sering punya banyak alasan. Rakyat hanya ingin pemimpinnya hadir bukan laporan, bukan klarifikasi, dan bukan saling bantah antar-elite.
Dan seperti biasa, air banjir mungkin cepat surut, tapi gelombang kontroversi politik selalu datang lebih tinggi. @teguh





