Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kematian Abu Shabab: Proksi Israel di Gaza yang Tumbang

by dimas
Desember 5, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Yasser Abu Shabab nama yang selama setahun terakhir tiba-tiba muncul dalam peta konflik Gaza dipastikan tewas dalam sebuah pertempuran di daerah kantong tersebut. Ia bukan komandan populer, bukan pula simbol perlawanan. Justru sebaliknya ia adalah pemimpin milisi yang didukung Israel, yang mengaku anti-Hamas tapi justru ditolak rakyatnya sendiri.

Kematian Abu Shabab menutup babak kelam yang sejak awal sudah penuh kontradiksi seorang pria yang awalnya hampir tak dikenal di Gaza, lalu tiba-tiba menjadi “panglima” Pasukan Rakyat kelompok bersenjata kecil, dipersenjatai Israel, dan beroperasi di wilayah yang dikuasai Israel. Banyak warga Palestina melihatnya bukan pejuang, melainkan kriminal yang dipromosikan menjadi alat.

Siapa Untung, Siapa Buntung?

Yang jelas tidak kehilangan apa-apa dari kematiannya rakyat Palestina. Sebagian besar warga Gaza memang tidak pernah percaya pada kelompok ini. Mereka menuding Pasukan Rakyat sebagai geng kriminal yang diberi stempel politik.

Israel sempat memanfaatkan kelompok itu sebagai buffer force melawan Hamas proyek yang oleh banyak analis dinilai sebagai eksperimen gagal sejak lahir. Tujuannya kabur, dukungan publik nol besar, dan militannya hanya sekitar seratus orang.

Yang paling buntung? Israel sendiri. Hilangnya Abu Shabab berarti hilangnya satu lagi jalur proksi yang selama ini ingin dibentuk Israel di Gaza, mirip kegagalan masa lalu mereka dengan Tentara Lebanon Selatan di perbatasan utara.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Dari Narapidana hingga “Komandan” Bentukan

Profil Abu Shabab adalah ironi berlapis.
Berasal dari suku Bedouin Tarabin di Gaza Selatan, ia sebelumnya pernah dipenjara atas kasus narkoba oleh otoritas Gaza. Ketika perang pecah dan penjara kacau, ia kabur lalu bersekutu dengan Israel, negara yang saat itu sedang menggempur Gaza hingga menewaskan lebih dari 70.000 penduduk.

Dukungan sukunya sendiri? Nol. Dukungan warga Gaza? Minus.
Ia dianggap lebih haus kuasa daripada punya ideologi.

Setelah mengubah nama kelompoknya dari “Dinas Anti-Teror” menjadi “Pasukan Rakyat”, ia mulai tampil di media sosial berbahasa Inggris, bahkan sempat menulis opini di Wall Street Journal kontras dengan latar kriminal yang dituduhkan padanya.

Israel mungkin melihatnya sebagai peluang orang yang punya ambisi, tidak punya basis, dan dengan mudah diarahkan.

Bantuan Kemanusiaan yang Dijaga… atau Dijarah?

Pasukan Rakyat pernah mengklaim diri sebagai penjaga distribusi bantuan kemanusiaan, terutama di wilayah yang dikelola badan bantuan yang didukung AS dan Israel. Abu Shabab tampil dalam liputan CNN, menyebut dirinya sebagai “pelindung bantuan dari perampokan dan korupsi”.

Namun memo internal PBB yang bocor justru menyebut Abu Shabab sebagai aktor utama dalam perampokan bantuan yang sistematis.
Sumber keamanan Gaza mengonfirmasi hal yang sama kelompok pro-Israel ini ikut mengambil bantuan di tengah situasi kelaparan parah akibat blokade Israel.

Di mata publik Gaza, itu cukup untuk menghancurkan semua klaim heroiknya. Apa pun alasan yang ia bangun, tidak ada yang percaya lagi.

Akhir dari Eksperimen yang Tidak Laku

Pada Juni, Netanyahu sempat mengakui pemerintahnya memakai kelompok semacam Pasukan Rakyat untuk melawan Hamas. Tapi strategi itu tidak pernah benar-benar berjalan. Gaza bukan wilayah yang mudah “diatur” lewat proksi, terutama jika proksinya tidak punya legitimasi.

Kematian Abu Shabab bukan sekadar hilangnya satu komandan milisi. Ini adalah penutup dari eksperimen politik-militer Israel yang gagal menemukan pijakan di tengah populasi yang selama bertahun-tahun hidup di bawah blokade dan serangan.

Penutup:

Gaza kini kehilangan satu kelompok yang tak pernah mereka anggap bagian dari mereka.
Israel kehilangan satu alat yang tidak pernah benar-benar bekerja.
Dan dunia kembali diingatkan bahwa konflik tidak bisa disederhanakan menjadi permainan catur karena bidaknya punya nyawa, trauma, dan sejarah panjang.

Kadang, yang runtuh bukan hanya milisi… tapi ilusi bahwa konflik bisa dikendalikan dari balik meja rapat Tel Aviv. @dimas

Tags: GazaKemanusiaanKrisis KemanusiaanPalestina

Kamu Melewatkan Ini

Roadmap Damai Gaza: Netanyahu Ajukan Syarat Sendiri

Roadmap Damai Gaza: Netanyahu Ajukan Syarat Sendiri

by Tabooo
Agustus 17, 2026

Washington ingin roadmap damai Gaza bergerak. Netanyahu punya syarat berbeda: Hamas harus dilucuti sepenuhnya sebelum pasukan Israel mundur.

Bau yang Dipermasalahkan, Kemiskinan yang Diabaikan

Bau yang Dipermasalahkan, Kemiskinan yang Diabaikan

by dimas
Agustus 4, 2026

Insiden lansia diminta turun dari Transjakarta memicu perdebatan. Di balik persoalan bau, muncul pertanyaan besar tentang empati, kemiskinan, dan hak...

Papua Terus Berdarah: Saat Senjata Mengalahkan Perdamaian

Papua Terus Berdarah: Saat Senjata Mengalahkan Perdamaian

by dimas
Agustus 3, 2026

Konflik Papua terus memakan korban. Pendekatan militer dinilai memperpanjang kekerasan, sementara jalan damai kian menjauh. Tabooo.id - Malam kembali turun...

Next Post
Hoaks Joko Widodo yang Salah Orang

Hoaks Modal Nama: Joko Widodo BRIN Disangka Jokowi Mantan Presiden

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id