Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Saat Gencatan Senjata Tak Lagi Menyelamatkan Gaza

by dimas
Desember 1, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Lebih dari tujuh puluh ribu warga Palestina kini tercatat tewas sejak Israel melancarkan serangan ke Jalur Gaza. Angka itu tidak lagi bergerak seperti statistik tetapi seperti jam pasir yang terus mengalir. Setiap hari ada nama baru yang masuk daftar kematian. Bahkan setelah gencatan senjata diumumkan pada sepuluh Oktober dua ribu dua puluh lima lebih dari tiga ratus lima puluh orang tetap kehilangan nyawa.

Israel menyebut serangan dilakukan karena ada pelanggaran kesepakatan. Namun di lapangan yang terlihat bukan pasukan bersenjata tetapi tubuh seorang anak yang terbaring diam. Pernyataan politik terasa hampa ketika jenazah diselimuti kain putih.

Dua Anak di Tepi Rumah Mereka

Pada hari Sabtu dua puluh sembilan November dua ribu dua puluh lima sebuah drone menghantam wilayah timur Khan Younis. Dua kakak beradik Fadi delapan tahun dan Juma sekitar sepuluh atau sebelas tahun sedang mengumpulkan kayu bakar. Kegiatan yang terdengar biasa tetapi di Gaza bahkan hal sepele seperti mencari kayu bisa berubah menjadi urusan hidup atau mati.

Keduanya langsung dibawa ke Rumah Sakit Nasser dan dimakamkan hari itu juga. Ruang duka di Gaza tidak pernah punya waktu kosong. Setiap keluarga seperti bergantian mengantarkan anaknya sendiri.

Militer Israel mengatakan mereka menyerang dua orang yang melintasi garis kuning. Dalam dokumen perjanjian itu adalah batas area penarikan pasukan Israel yang difasilitasi Amerika Serikat. Dalam kenyataan garis itu hanyalah imajinasi politik yang tidak bisa dilihat oleh anak kecil yang hanya ingin membawa pulang kayu untuk menyalakan api.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Perang Tanpa Saksi

Akses jurnalis internasional masih dibatasi. Reporter BBC dan media dunia hanya bisa melihat Gaza dari kejauhan. Data lapangan sulit diverifikasi. Namun selama bertahun-tahun angka korban dari Kementerian Kesehatan Gaza justru menjadi rujukan berbagai organisasi kemanusiaan dan Perserikatan Bangsa Bangsa.

Israel menolak angka itu. Gaza mempertahankannya. Dunia memperdebatkan validitas data sementara jenazah terus bertambah. Perang informasi terus berjalan sementara perang yang sesungguhnya tidak pernah berhenti.

Siapa yang Mendapat Manfaat

Pemerintah Israel mendapat alasan baru untuk melanjutkan operasi militer melalui narasi pelanggaran gencatan.
Hamas memperoleh simpati internasional melalui angka korban yang makin menumpuk.

Namun yang benar benar menang adalah narasi politik masing masing pihak yang tidak pernah kehilangan panggung.

Siapa yang Membayar Harga

Warga sipil Palestina terus hidup di antara reruntuhan tanpa keamanan atau masa depan.
Anak anak Gaza kehilangan dunia sebelum mereka sempat mengenal dunia itu sendiri.
Masyarakat global hanya dapat menonton tragedi ini dari layar karena akses menuju Gaza ditutup rapat.

Di balik semua itu tetap ada akar yang tidak pernah selesai. Konflik hari ini masih berpijak pada serangan Hamas pada tujuh Oktober dua ribu dua puluh tiga yang menewaskan sekitar seribu dua ratus orang dan menyebabkan dua ratus lima puluh satu orang disandera. Dua tahun berlalu tetapi luka itu tidak pernah diobati. Yang ada hanya balasan yang terus bertumpuk.

Pada Akhir Cerita

Setiap gencatan senjata terdengar seperti harapan baru tetapi selalu berakhir dengan suara ledakan. Setiap serangan dibungkus dengan alasan strategis tetapi selalu mengenai tubuh yang tidak pernah memilih berada di tengah perang.

Jika kesepakatan gencatan hanya selesai di meja perundingan tanpa menyentuh langit Gaza maka yang dijaga hanyalah naskah diplomasi bukan nyawa manusia.

Di tengah ritme serangan dan jeda yang rapuh satu hal tetap konsisten. Gaza terus kehilangan anak anaknya sementara dunia masih sibuk menghitung angka yang tidak pernah berhenti naik. @dimas

Tags: Krisis Kemanusiaan

Kamu Melewatkan Ini

Ketika Tanah Adat Berubah Jadi Zona Maut bagi Perempuan Papua

Perempuan Papua dan Tanah Adat Yang Berubah Jadi Zona Maut

by dimas
Mei 11, 2026

Perempuan Papua berdiri di tengah pegunungan yang sunyi, membawa cerita yang tak lagi tentang kampung halaman, melainkan tentang ruang hidup...

Di Balik Operasi Keamanan, Papua Sedang Dijaga atau Ditinggalkan?

Di Balik Operasi Keamanan, Papua Sedang Dijaga atau Ditinggalkan?

by dimas
Mei 6, 2026

Ketika negara menempatkan stabilitas sebagai prioritas utama melalui penguatan aparat keamanan di berbagai wilayah Papua, realitas di lapangan justru menunjukkan...

Israel Gempur Beirut dan Baalbek, Lebanon Terjepit Perang Regional

Israel-Lebanon Diam 10 Hari: Damai atau Strategi Menunda Perang yang Lebih Brutal?

by dimas
April 18, 2026

Tabooo.id: Global - Diam tidak selalu berarti damai. Begitulah yang terjadi di perbatasan Lebanon dan Israel, ketika gencatan senjata 10...

Next Post
Satu Desember dan Kisah Perlawanan Manusia terhadap HIV

Satu Desember dan Kisah Perlawanan Manusia terhadap HIV

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id