Mendag Budi Santoso meninjau MBG di SPPG Semanggi 2 Solo dan meminta sekolah mengembalikan ompreng jika segelnya rusak.
Tabooo.id: Surakarta – Mendag Budi Santoso meninjau pelaksanaan MBG di SPPG Semanggi 2, Solo. Ia meminta sekolah mengembalikan ompreng jika segelnya rusak.
Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan cuma soal menu dalam ompreng. Petugas juga perlu menjaga cara pengemasan makanan untuk anak-anak.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meninjau proses MBG di SPPG Semanggi 2, Pasar Kliwon, Solo, Senin (21/9/2026).
Mendag Cek Proses MBG
Budi melihat proses memasak, pengisian makanan, penyegelan ompreng, hingga pengiriman ke sekolah.
Petugas SPPG Semanggi 2 mengisi makanan ke dalam ompreng. Mereka kemudian memasukkan ompreng ke sealer dan menggunakan sinar ultraviolet (UV), sesuai penjelasan Budi.
Setelah proses tersebut, petugas menutup ompreng dengan plastik. Cara ini membantu menjaga kondisi makanan sejak petugas mengemasnya hingga anak-anak menerimanya.
“Setelah itu disegel (omprengnya) plastik. Ini untuk menjamin bahwa ompreng ini mulai dimasukkan sampai dikonsumsi anak-anak ini sehat,” kata Budi.
Budi meminta sekolah memeriksa kondisi segel sebelum menerima makanan. Jika segel terbuka atau rusak, sekolah harus mengembalikan ompreng kepada SPPG.
Ompreng Punya Batas Konsumsi
Setiap ompreng mencantumkan informasi waktu konsumsi. Budi menyebut keterangan tersebut mencantumkan batas konsumsi sebelum pukul 13.00 WIB.
“Jangan diterima jika segel rusak. Dan ini ada jamnya baik dikonsumsi sebelum pukul 13.00 WIB,” ujar Budi.
Kepala SPPG Semanggi 2 Dian Sari Kusuma mengatakan fasilitas UV menjadi salah satu pembeda di tempat tersebut.
Dian menjelaskan alur pengemasan di SPPG Semanggi 2. Petugas lebih dulu melakukan penyinaran UV setelah mengisi makanan ke dalam ompreng.
Mereka kemudian menutup seluruh bagian ompreng dengan plastik.
“Kalau di sini omprengnya tertutup 360 derajat. Jadi dipastikan aman,” kata Dian.
Dian juga menjelaskan mekanisme pengembalian ompreng. Sekolah dapat mengembalikan ompreng kepada SPPG jika segelnya rusak.
Langkah itu membantu mengurangi risiko pencemaran dari luar.
MBG Gerakkan UMKM Lokal
Budi menilai proses pengemasan dan distribusi SPPG Semanggi 2 dapat menjadi contoh bagi SPPG lain di Solo.
Ia juga menyoroti keterlibatan UMKM dalam memenuhi kebutuhan MBG. Sejumlah pelaku usaha memasok berbagai bahan, termasuk sayuran.
“Banyak UMKM yang terlibat untuk sayur segala macam. Jadi penyerapan MBG ini luar biasa terutama untuk UMKM kita,” ungkap Budi.
Program MBG tidak hanya menyentuh kebutuhan makanan anak sekolah. Program ini juga membuka ruang bagi UMKM untuk masuk dalam rantai pasok.
Keamanan makanan juga bergantung pada proses setelah petugas memasak. Petugas perlu menjaga makanan sejak pengemasan hingga sekolah menerima ompreng.
Karena itu, sekolah perlu memeriksa segel sebelum membagikan makanan kepada siswa.
Ompreng utuh, segel aman, makanan sampai tujuan.@eko








