KM Virgo Tenggelam di Laut Jawa. Tiga jenazah ditemukan, sementara 126 korban masih hilang dalam operasi pencarian dan penyelamatan.
Tabooo.id – Laut Jawa belum mengembalikan semuanya.
Di bawah permukaan air, KM Virgo Transport 8 kini menjadi ruang gelap. Tim penyelam TNI Angkatan Laut harus masuk untuk mencari korban yang belum pulang.
Jumat, 18 September 2026, operasi SAR memasuki fase paling berisiko. Kapal itu kini tenggelam sepenuhnya di Laut Jawa.
Tiga KRI bergerak menuju lokasi. TNI AL mengerahkan KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Canopus-936, dan KRI Pulau Fani-731.
Tim Kopaska dan Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air atau Koppeba ikut turun. Mereka membawa RHIB dan sekoci untuk mendukung operasi.
Kadispenal Laksamana Muda Tunggul mengatakan tim melakukan penyelaman pada Jumat.
Tim kemudian berhasil masuk ke bagian dalam kapal. Mereka memecahkan kaca jendela untuk membuka akses.
Dari dalam kapal, penyelam menemukan tiga jenazah.
Dua korban berjenis kelamin laki-laki. Satu korban lainnya perempuan.
Tim kemudian membawa ketiganya menuju KRI I Gusti Ngurah Rai-332. Kapal itu bergerak ke perairan Banjarmasin.
Selanjutnya, petugas akan membawa jenazah ke daratan untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
126 Orang Masih Dicari
Temuan tiga jenazah mengubah angka korban dalam tragedi Virgo Transport 8.
Sebelumnya, Basarnas mencatat 108 orang selamat dan enam orang meninggal. Saat itu, 129 orang masih hilang.
Kini, jumlah korban meninggal mencapai sembilan orang. Sebanyak 108 orang selamat.
Namun, 126 orang masih belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes kapal.
Angka itu terlihat seperti statistik.
Namun, setiap angka mewakili satu manusia. Ada keluarga yang masih menunggu kabar, ada telepon yang mungkin terus berdering tanpa jawaban dan ada pula keluarga yang belum tahu harus berharap atau mulai menerima kehilangan.
Di sinilah operasi SAR berubah menjadi lebih dari sekadar pencarian.
Tim tidak hanya mengejar angka. Mereka mengejar kepastian.
Laut Jawa Bukan Ruang yang Ramah
Sejak awal, cuaca dan gelombang tinggi menghambat pencarian.
Kondisi itu juga membuat tim menunda penyelaman ke bagian dalam kapal. Risiko semakin besar ketika penyelam harus bekerja di ruang sempit dan gelap.
Arus bawah laut juga menambah persoalan.
Penyelam harus mengatur waktu, jalur masuk, serta keselamatan setiap personel. Satu kesalahan kecil dapat mengancam nyawa penyelam.
Karena itu, operasi bawah laut membutuhkan perhitungan yang jauh lebih rumit daripada sekadar menemukan posisi kapal.
Kini, bangkai Virgo menjadi pusat pencarian.
Bangkai Virgo Menyimpan Jawaban
Basarnas menyiapkan operasi salvage untuk mengangkat atau membalikkan posisi kapal.
Langkah itu memiliki tujuan penting.
Tim membutuhkan akses yang lebih luas ke bagian dalam kapal. Posisi bangkai kapal saat ini membatasi ruang gerak penyelam.
Dengan operasi salvage, tim berharap bisa membuka area pencarian yang sebelumnya sulit dijangkau.
Artinya, bangkai Virgo bukan sekadar sisa kecelakaan.
Bangkai itu mungkin menyimpan jawaban tentang nasib 126 orang yang masih hilang.
Ini Bukan Sekadar Kapal Tenggelam
Virgo Transport 8 membawa 243 orang dalam perjalanan menuju Banjarmasin.
Kini, sembilan orang meninggal. Sebanyak 108 orang berhasil selamat. Namun, 126 orang masih menjadi bagian dari pencarian.
Di daratan, keluarga terus menunggu.
Sementara itu, di bawah laut, penyelam berhadapan dengan ruang sempit, gelap, arus, dan struktur kapal yang berbahaya.
Kontras itu terasa keras.
Keluarga menunggu di daratan. Penyelam mencari di kedalaman. Waktu terus berjalan.
Namun, operasi SAR tidak mengenal kata selesai selama masih ada korban yang belum ditemukan.
Tragedi ini juga meninggalkan pertanyaan yang lebih besar.
Bagaimana kapal dengan ratusan orang bisa berakhir di dasar Laut Jawa?
Apa yang terjadi sebelum kapal kehilangan kendali?
Dan setelah semua korban ditemukan, pelajaran apa yang akan benar-benar berubah dalam keselamatan pelayaran?
Pertanyaan itu penting karena pencarian korban hanya menyelesaikan satu bagian dari tragedi.
Publik juga membutuhkan jawaban tentang bagaimana kecelakaan terjadi dan bagaimana negara mencegah tragedi serupa.
Ini bukan sekadar kapal yang tenggelam. Ini tentang 126 manusia yang masih menunggu kepastian melalui keluarga mereka.
Selama pencarian belum berakhir, kisah Virgo Transport 8 juga belum selesai.
Laut Jawa masih menyimpan jawabannya. @dimas








