Minggu, September 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KM Virgo Tenggelam: 3 Jenazah Ditemukan, 126 Masih Hilang

by dimas
September 19, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter
KM Virgo Tenggelam di Laut Jawa. Tiga jenazah ditemukan, sementara 126 korban masih hilang dalam operasi pencarian dan penyelamatan.

Tabooo.id – Laut Jawa belum mengembalikan semuanya.

Di bawah permukaan air, KM Virgo Transport 8 kini menjadi ruang gelap. Tim penyelam TNI Angkatan Laut harus masuk untuk mencari korban yang belum pulang.

Jumat, 18 September 2026, operasi SAR memasuki fase paling berisiko. Kapal itu kini tenggelam sepenuhnya di Laut Jawa.

Tiga KRI bergerak menuju lokasi. TNI AL mengerahkan KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Canopus-936, dan KRI Pulau Fani-731.

Tim Kopaska dan Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air atau Koppeba ikut turun. Mereka membawa RHIB dan sekoci untuk mendukung operasi.

Ini Belum Selesai

Sopir Truk Meninggal di Tengah Antrean Solar SPBU Ogan Ilir

413 Orang di SMKN 2 Yogyakarta Keluhkan Diare Usai Santap MBG

Kadispenal Laksamana Muda Tunggul mengatakan tim melakukan penyelaman pada Jumat.

Tim kemudian berhasil masuk ke bagian dalam kapal. Mereka memecahkan kaca jendela untuk membuka akses.

Dari dalam kapal, penyelam menemukan tiga jenazah.

Dua korban berjenis kelamin laki-laki. Satu korban lainnya perempuan.

Tim kemudian membawa ketiganya menuju KRI I Gusti Ngurah Rai-332. Kapal itu bergerak ke perairan Banjarmasin.

Selanjutnya, petugas akan membawa jenazah ke daratan untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

126 Orang Masih Dicari

Temuan tiga jenazah mengubah angka korban dalam tragedi Virgo Transport 8.

Sebelumnya, Basarnas mencatat 108 orang selamat dan enam orang meninggal. Saat itu, 129 orang masih hilang.

Kini, jumlah korban meninggal mencapai sembilan orang. Sebanyak 108 orang selamat.

Namun, 126 orang masih belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes kapal.

Angka itu terlihat seperti statistik.

Namun, setiap angka mewakili satu manusia. Ada keluarga yang masih menunggu kabar, ada telepon yang mungkin terus berdering tanpa jawaban dan ada pula keluarga yang belum tahu harus berharap atau mulai menerima kehilangan.

Di sinilah operasi SAR berubah menjadi lebih dari sekadar pencarian.

Tim tidak hanya mengejar angka. Mereka mengejar kepastian.

Laut Jawa Bukan Ruang yang Ramah

Sejak awal, cuaca dan gelombang tinggi menghambat pencarian.

Kondisi itu juga membuat tim menunda penyelaman ke bagian dalam kapal. Risiko semakin besar ketika penyelam harus bekerja di ruang sempit dan gelap.

Arus bawah laut juga menambah persoalan.

Penyelam harus mengatur waktu, jalur masuk, serta keselamatan setiap personel. Satu kesalahan kecil dapat mengancam nyawa penyelam.

Karena itu, operasi bawah laut membutuhkan perhitungan yang jauh lebih rumit daripada sekadar menemukan posisi kapal.

Kini, bangkai Virgo menjadi pusat pencarian.

Bangkai Virgo Menyimpan Jawaban

Basarnas menyiapkan operasi salvage untuk mengangkat atau membalikkan posisi kapal.

Langkah itu memiliki tujuan penting.

Tim membutuhkan akses yang lebih luas ke bagian dalam kapal. Posisi bangkai kapal saat ini membatasi ruang gerak penyelam.

Dengan operasi salvage, tim berharap bisa membuka area pencarian yang sebelumnya sulit dijangkau.

Artinya, bangkai Virgo bukan sekadar sisa kecelakaan.

Bangkai itu mungkin menyimpan jawaban tentang nasib 126 orang yang masih hilang.

Ini Bukan Sekadar Kapal Tenggelam

Virgo Transport 8 membawa 243 orang dalam perjalanan menuju Banjarmasin.

Kini, sembilan orang meninggal. Sebanyak 108 orang berhasil selamat. Namun, 126 orang masih menjadi bagian dari pencarian.

Di daratan, keluarga terus menunggu.

Sementara itu, di bawah laut, penyelam berhadapan dengan ruang sempit, gelap, arus, dan struktur kapal yang berbahaya.

Kontras itu terasa keras.

Keluarga menunggu di daratan. Penyelam mencari di kedalaman. Waktu terus berjalan.

Namun, operasi SAR tidak mengenal kata selesai selama masih ada korban yang belum ditemukan.

Tragedi ini juga meninggalkan pertanyaan yang lebih besar.

Bagaimana kapal dengan ratusan orang bisa berakhir di dasar Laut Jawa?

Apa yang terjadi sebelum kapal kehilangan kendali?

Dan setelah semua korban ditemukan, pelajaran apa yang akan benar-benar berubah dalam keselamatan pelayaran?

Pertanyaan itu penting karena pencarian korban hanya menyelesaikan satu bagian dari tragedi.

Publik juga membutuhkan jawaban tentang bagaimana kecelakaan terjadi dan bagaimana negara mencegah tragedi serupa.

Ini bukan sekadar kapal yang tenggelam. Ini tentang 126 manusia yang masih menunggu kepastian melalui keluarga mereka.

Selama pencarian belum berakhir, kisah Virgo Transport 8 juga belum selesai.

Laut Jawa masih menyimpan jawabannya. @dimas

Tags: BasarnasKM VirgoLaut JawaSARTragedi Kapal

Kamu Melewatkan Ini

KMP Virgo Transport 8 Terbalik: Cuaca Buruk atau Gagal Antisipasi?

KMP Virgo Transport 8 Terbalik: Cuaca Buruk atau Gagal Antisipasi?

by dimas
September 15, 2026

KMP Virgo Transport 8 terbalik di Laut Jawa. Cuaca buruk jadi dugaan awal, tetapi kesiapan kapal dan antisipasi keselamatan ikut...

Sinyal Telepon Ada, Manusianya Belum: Misteri 8 Orang Hilang di Selat Sunda

Sinyal Telepon Ada, Manusianya Belum: Misteri 8 Orang Hilang di Selat Sunda

by teguh
September 13, 2026

Sinyal telepon ada memberi satu petunjuk penting dalam pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di perairan Selat...

Sinyal Ada, Delapan Orang Belum Ditemukan: Pencarian Masuk Hari Kelima

Sinyal Ada, Delapan Orang Belum Ditemukan: Pencarian Masuk Hari Kelima

by teguh
September 13, 2026

Delapan orang masih hilang setelah rombongan lima jurnalis dan tiga kru speedboat berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, menuju kawasan...

Next Post
100 Tahun Gontor: Ketika Pesantren Masuk ke Panggung Besar Pendidikan Nasional

100 Tahun Gontor: Ketika Pesantren Masuk ke Panggung Besar Pendidikan Nasional

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id