Rabu, September 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Fatur Diseret, Dipukuli dan Dipaksa Mengaku Provokator

by dimas
Agustus 29, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on Facebook
Share on Twitter
Fatur mengaku diseret dari gang, dipukuli dan dipaksa mengaku sebagai provokator saat kerusuhan Pejompongan hingga dibawa ke Polda Metro Jaya.

Tabooo.id – Faturrohman, 18 tahun, menjalani malam panjang setelah kerusuhan melanda Pejompongan, Jakarta Pusat.

Siswa kelas 12 Madrasah Aliyah itu mengaku massa tak dikenal menyeretnya dari gang dekat rumah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (27/8/2026), setelah demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI.

Fatur mengaku beberapa orang memukulnya dan memaksanya mengaku sebagai provokator.

Orang-orang itu kemudian membawa Fatur ke kawasan Gedung DPR/MPR RI.

Ini Belum Selesai

Hari Kesembilan, Tim SAR Persempit Pencarian Jurnalis Hilang

Dari Teguran ke Tiga Pukulan: Kronologi Kematian Serda Ahmad

Petugas lalu membawa Fatur ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.

Fatur akhirnya pulang pada Jumat (28/8/2026) dengan luka pada sejumlah bagian tubuh.

Kasus tersebut membuka persoalan lain setelah demonstrasi berubah menjadi kerusuhan.

Kekacauan dapat menyeret warga sekitar yang tidak ikut dalam aksi.

Pada situasi seperti itu, batas antara peserta aksi, warga, dan orang yang sekadar berada di lokasi menjadi kabur.

Fatur Mengaku Massa Menyeretnya dari Gang

Malam itu, Fatur berada di sekitar rumahnya di kawasan Pejompongan.

Ia mengaku tidak mengikuti demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI.

Kerumunan massa kemudian masuk ke gang tempat tinggalnya.

Fatur mencoba menjelaskan bahwa dirinya warga setempat.

Namun, orang-orang tersebut tetap menariknya keluar dari gang.

“Setelah itu mendorong saya sampai jatuh, (mereka) masuk ke sini dan menarik saya. Narik saya,” kata Fatur saat ditemui Kompas.com, Jumat (28/8/2026).

Setelah keluar dari gang, beberapa orang lain memukul Fatur.

Orang-orang tersebut lalu membawa Fatur menuju kawasan Gedung DPR/MPR RI.

Fatur mengaku tidak mampu mengendalikan keadaan setelah orang-orang itu membawanya keluar dari lingkungan rumah.

Ia sebelumnya berada di sekitar rumah sebagai warga yang melihat situasi.

Malam itu, orang-orang tersebut justru membawanya masuk ke tengah kerusuhan.

Petugas Memeriksa Fatur di Gedung DPR

Petugas kemudian memeriksa Fatur di kawasan Gedung DPR/MPR RI.

Pemeriksaan itu berkaitan dengan kerusuhan yang terjadi setelah demonstrasi.

Fatur mengaku orang-orang kembali memukulnya saat menjalani interogasi.

Ia menyebut pukulan mengenai dada, punggung, dan kepala.

Fatur juga mengaku seseorang memakai benda tumpul tipis untuk memukulnya.

Menurut Fatur, benda itu menyerupai pisau atau penggaris.

“Ada pemaksaan. Ada (pemukulan) di bagian dada, terus punggung, kepala,” ujar Fatur.

Setelah pemeriksaan, petugas membawa Fatur menuju Mapolda Metro Jaya.

“Pertama kan dari sini dibawa ke DPR, kemudian lanjut dibawa ke Polda,” kata dia.

Rangkaian itu membuat Fatur berpindah dari gang rumah menuju dua lokasi pemeriksaan.

Sementara itu, keluarga menunggu kabar tentang keberadaannya.

Fatur Pulang dengan Wajah Lebam

Fatur meninggalkan Mapolda Metro Jaya pada Jumat siang.

Gurunya, Fahmi, menemani Fatur saat pulang.

Fahmi mengatakan luka mengenai mata, mulut, wajah, punggung, dan dada Fatur.

Wajah lebam menjadi tanda paling terlihat setelah Fatur melewati malam tersebut.

Sejumlah bagian tubuhnya juga masih menggunakan perban.

Keluarga kemudian mencari langkah medis untuk memeriksa kondisi Fatur.

Pada Jumat malam, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendatangi rumah Fatur.

Pramono meminta keluarga membawa Fatur ke Rumah Sakit Tarakan.

Ia meminta Fatur menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Ibu Fatur, Rina, mengatakan keluarga juga ingin membuat visum.

“Sekarang mau dibawa ke RS Tarakan, tadi sudah ketemu Pak Gubernur, diminta dirawat saja di RS. Sekalian mau bikin visum,” kata Rina.

Visum dapat membantu dokter mencatat kondisi luka Fatur.

Catatan medis juga dapat membantu proses pemeriksaan jika keluarga melaporkan dugaan kekerasan.

Polisi Menyebut Fatur Melempar Batu

Polda Metro Jaya memberikan versi berbeda tentang alasan petugas membawa Fatur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan polisi menduga Fatur melempar batu saat kerusuhan.

“Ya, memang diamankan di Subdit Kamneg yang bersangkutan pada saat melaksanakan aksi melakukan pelemparan. Ini juga sudah dalam proses pendalaman,” kata Budi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (28/8/2026).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin juga menjelaskan posisi Fatur saat petugas mengevakuasinya.

Menurut Iman, tim kepolisian membawa Fatur keluar dari kerumunan yang sedang rusuh.

“Pelajar madrasah, itu sudah dijemput sama orangtuanya. Memang pada saat terjadi kerusuhan yang bersangkutan dievakuasi oleh tim kami karena berada di kerumunan massa yang sedang rusuh,” kata Iman.

Polisi kemudian menyerahkan Fatur kepada keluarganya.

Namun, keterangan tersebut belum menjawab dugaan kekerasan yang Fatur sampaikan.

Polda Metro Jaya mengatakan penyidik masih mendalami dugaan pengeroyokan terhadap Fatur.

Polisi Menangkap 322 Orang

Kasus Fatur muncul di tengah penindakan besar setelah kerusuhan 27 Agustus.

Polda Metro Jaya menyebut aparat menangkap 322 orang.

Polisi membagi mereka berdasarkan kelompok usia.

Sebanyak 162 orang berusia sekitar 18 hingga 40 tahun.

Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangani kelompok tersebut.

Polisi juga menangkap 160 anak berusia 12 hingga 19 tahun.

Budi mengatakan polisi menduga mereka terlibat dalam perusakan, vandalisme, dan penganiayaan.

Petugas juga menyita sejumlah benda yang mereka nilai berbahaya.

Daftarnya mencakup golok, gunting, asahan pisau, ketapel, 19 mata panah, satu rantai besi, dan empat tongkat bambu.

Aparat juga menyita 10 lembar PVC dalam penindakan tersebut.

Polisi Memproses Lima Anak

Polisi memberi perhatian khusus kepada kelompok anak.

Dirres PPA/PPO Polda Metro Jaya Kombes Pol Rita Wulandari Wibowo mengatakan polisi menduga lima anak terlibat kuat dalam kerusuhan.

Polisi menduga mereka membawa buah bintaro kering yang beracun.

Rita mengatakan mereka mencampurkan bensin ke benda tersebut.

Mereka kemudian menyiapkannya untuk proses pembakaran.

“kemudian di situ juga diberikan, sudah dicampurkan ya bensin itu, dan sudah siap untuk dilakukan pembakaran dan akan dilemparkan di tengah-tengah massa,” jelas Rita.

Polisi juga menyebut kelima anak itu melakukan penyerangan.

Karena itu, polisi memproses mereka sebagai anak yang berkonflik dengan hukum.

Sementara itu, polisi menyerahkan 141 anak kepada orangtua masing-masing.

Data tersebut menunjukkan skala penindakan setelah kerusuhan.

Kasus Fatur menjadi satu dari ratusan cerita yang muncul setelah malam penuh kekacauan tersebut.

Ketika Warga Terseret ke Tengah Kerusuhan

Di sinilah kasus Fatur menghadirkan pertanyaan yang lebih besar.

Kerusuhan tidak hanya menciptakan benturan antara massa dan aparat.

Kekacauan juga dapat menyeret warga yang tinggal di sekitar lokasi.

Gang rumah, jalan lingkungan, dan ruang publik tiba-tiba berubah menjadi ruang penuh kecurigaan.

Seseorang yang berada di lokasi dapat menghadapi pertanyaan tentang keterlibatannya.

Masalah muncul ketika aparat mengambil tindakan sebelum mereka memastikan fakta.

Fatur mengatakan dirinya warga setempat.

Polisi menyebut Fatur berada dalam kerumunan yang rusuh.

Polisi juga menduga Fatur melempar batu.

Dua keterangan tersebut membutuhkan pemeriksaan bukti.

Proses hukum harus menguji setiap keterangan secara adil.

Tidak cukup bagi publik untuk hanya menerima satu versi.

Ini Bukan Sekadar Kasus Fatur

Kasus Fatur memperlihatkan persoalan penting dalam penanganan kerusuhan.

Aparat harus mampu membedakan pelaku, peserta aksi, dan warga sekitar.

Polisi memang menghadapi situasi yang bergerak cepat.

Namun, kecepatan tidak boleh mengorbankan ketelitian.

Jika seseorang melakukan kekerasan, aparat harus memprosesnya berdasarkan bukti.

Jika seseorang hanya berada di lokasi, aparat harus memastikan statusnya sebelum mengambil tindakan lebih jauh.

Prinsip tersebut semakin penting ketika aparat berhadapan dengan pelajar.

Salah langkah dapat meninggalkan dampak panjang bagi korban dan keluarganya.

Dampaknya juga dapat menyentuh sekolah dan kepercayaan publik.

Lebam di Wajah, Pertanyaan Belum Selesai

Fatur sudah kembali ke rumah.

Namun, kepulangannya belum menutup persoalan.

Keluarga masih perlu mengetahui bagaimana luka itu muncul.

Polisi juga perlu menjelaskan proses pengamanan dan pemeriksaan terhadap Fatur.

Jika keluarga menemukan dugaan kekerasan, proses hukum harus menguji laporan tersebut.

Jika polisi memiliki bukti keterlibatan Fatur, proses hukum juga harus menguji bukti itu secara terbuka.

Kerusuhan memang membutuhkan ketegasan.

Tetapi ketegasan tetap membutuhkan ketelitian.

Ini bukan sekadar cerita tentang seorang pelajar yang pulang dengan wajah lebam. Ini tentang batas yang harus tetap dijaga ketika negara menghadapi kekacauan.

Negara harus mampu menindak pelaku tanpa mengabaikan hak warga.

Ketika sebuah gang berubah menjadi tempat penangkapan, pertanyaan publik tidak berhenti pada siapa yang polisi bawa.

Pertanyaan berikutnya jauh lebih penting.

Siapa yang benar-benar melakukan kekerasan, siapa yang menjadi korban, dan bagaimana negara membuktikannya? @dimas

Tags: Demonstrasi DPRKekerasan MassaKerusuhan PejomponganPerlindungan PelajarRuang Sipil

Kamu Melewatkan Ini

Kerusuhan Pejompongan Dibayar, Siapa yang Menggerakkan?

Kerusuhan Pejompongan Dibayar, Siapa yang Menggerakkan?

by dimas
September 15, 2026

Kerusuhan Pejompongan diduga melibatkan massa bayaran. Polisi mengungkap rantai uang dan mencari siapa yang menggerakkan massa. Tabooo.id - Kerusuhan tidak...

Demo Dibayar? Polisi Bongkar Rantai Dana Kerusuhan Pejompongan

Demo Dibayar? Polisi Bongkar Rantai Dana Kerusuhan Pejompongan

by dimas
September 13, 2026

Polisi mengungkap dugaan aliran dana kerusuhan Pejompongan. Massa disebut dibayar Rp40 ribu hingga Rp70 ribu. Demo dibayar siapa? Tabooo.id -...

September Hitam di Tugu Jogja: Aksi Kamisan Menolak Lupa Tragedi HAM

September Hitam di Tugu Jogja: Aksi Kamisan Menolak Lupa Tragedi HAM

by dimas
September 11, 2026

September Hitam di Tugu Jogja, Aksi Kamisan Yogyakarta menolak lupa tragedi HAM dan menyerukan pentingnya menjaga ingatan serta ruang sipil....

Next Post
Desa Punya Cerita, SONY Hadir Membawa Teknologi Canggih, Selanjutnya?

Desa Punya Cerita, SONY Hadir Membawa Teknologi Canggih, Selanjutnya?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id