Jumat, Agustus 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pawai Pembangunan Solo Digelar, Lingkungan Jadi Pesan Utama

by eko
Agustus 21, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
45 peserta meriahkan Pawai Pembangunan Solo 2026 dari Perempatan Gendengan menuju depan Bank Indonesia Solo dengan tema Sayangi Semesta, Hidup Bahagia.

Tabooo.id: Surakarta – Sebanyak 45 peserta memeriahkan Pawai Pembangunan 2026 di Kota Solo, Jumat sore, 21 Agustus 2026. Mereka menampilkan kendaraan hias, pentas kesenian, serta kostum yang unik di sepanjang rute pawai.

Pawai bergerak dari kawasan Dinas Sosial Surakarta atau Perempatan Gendengan menuju depan Bank Indonesia Solo.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, memberangkatkan seluruh peserta secara resmi pada pukul 15.15 WIB.

Tahun ini, Pemerintah Kota Solo mengusung tema “Sayangi Semesta, Hidup Bahagia.” Para peserta membawa semangat tersebut melalui kendaraan hias, seni pertunjukan, dan berbagai atraksi kreatif.

Kendaraan Hias dan Seni Warnai Jalanan Solo

Setiap peserta membawa konsep dan penampilan berbeda. Kendaraan hias melintas di jalanan, sementara para pelaku seni menampilkan berbagai pertunjukan untuk menghibur masyarakat.

Ini Belum Selesai

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Warga Pati Kepung Senayan, RUU Perampasan Aset Jadi Tuntutan

Kostum tematik juga menambah warna dalam gelaran tersebut. Warga tampak menyaksikan dan menikmati setiap penampilan di sepanjang rute.

Pawai ini tidak hanya menghadirkan hiburan.

Panitia dan peserta juga memanfaatkan acara ini untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan. Tema “Sayangi Semesta, Hidup Bahagia” mengajak masyarakat untuk membangun kepedulian terhadap alam dan ruang hidup bersama.

Ini bukan sekadar pawai. Kemeriahan di jalanan juga membawa pesan tentang tanggung jawab manusia terhadap lingkungannya.

Respati Apresiasi Antusiasme Warga

Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dan mendukung Pawai Pembangunan 2026.

Ia mengaku senang bisa merasakan semangat warga dalam acara tersebut.

“Saya senang sekali bisa membersamai bersama semuanya. Antusiasme warga masyarakat, saya terima kasih,” terangnya.

Respati kemudian mengajak masyarakat untuk terus menjaga lingkungan. Menurut dia, manusia perlu menyayangi semesta agar kehidupan dapat berjalan dengan lebih baik.

“Mari kita menyayangi semesta, lingkungan dan pasti semesta akan berbuat pada kita dan hidup akan bahagia,” ujarnya.

Merdeka dari Sampah

Respati juga memanfaatkan momentum peringatan kemerdekaan untuk mengajak warga mengubah kebiasaan terhadap sampah.

Ia meminta masyarakat menjadikan semangat kemerdekaan sebagai dorongan untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Saya berpesan di kemerdekaan ini untuk merdeka dari sampah,” tutupnya.

Pawai Pembangunan Solo 2026 menghadirkan lebih dari sekadar barisan kendaraan dan pertunjukan seni. Acara ini mempertemukan hiburan, kreativitas, budaya, dan pesan lingkungan dalam satu ruang bersama.

Kemerdekaan tidak hanya berbicara tentang bebas. Kemerdekaan juga mengajak masyarakat bertanggung jawab atas ruang hidup yang mereka tempati. Solo merayakan itu melalui langkah, warna, dan pesan sayangi semesta, lalu hidup bahagia. @eko

Tags: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota SurakartaPariwisataPawai Pembangunanrespati ardiSolo

Kamu Melewatkan Ini

Pimpin Pawai, Respati Berubah Jadi Demang

Pimpin Pawai, Respati Berubah Jadi Demang

by eko
Agustus 21, 2026

Respati Ardi tampil sebagai demang dengan beskap dan pit ontel dalam Pawai Pembangunan 2026. Ia mengusung konsep Solo Tempo Dulu...

Ketika Regenerasi Putus, Budaya Bisa Kehilangan Masa Depannya

Ketika Regenerasi Putus, Budaya Bisa Kehilangan Masa Depannya

by eko
Agustus 20, 2026

Wayang Potehi kembali hidup di Solo. Namun, pelestarian tidak cukup dengan membuka panggung. Budaya membutuhkan generasi yang mau belajar dan...

Gamelan Berbunyi, Tradisi Nginang Kembali Mengikat Kenangan

Gamelan Berbunyi, Tradisi Nginang Kembali Mengikat Kenangan

by eko
Agustus 20, 2026

Lastri, 65 tahun, warga Sukoharjo, terus mengikuti tradisi nginang saat Sekaten sejak sang ibu mengenalkannya pada usia 15 tahun. Tabooo.id...

Next Post
Pimpin Pawai, Respati Berubah Jadi Demang

Pimpin Pawai, Respati Berubah Jadi Demang

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id