Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pimpin Pawai, Respati Berubah Jadi Demang

by eko
Agustus 21, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes
Share on Facebook
Share on Twitter
Respati Ardi tampil sebagai demang dengan beskap dan pit ontel dalam Pawai Pembangunan 2026. Ia mengusung konsep Solo Tempo Dulu untuk mengangkat budaya dan pariwisata.

Tabooo.id – Di tengah deretan kendaraan hias dan pentas seni Pawai Pembangunan 2026, satu penampilan mencuri perhatian warga. Wali Kota Solo Respati Ardi mengenakan beskap dan topi safari, lalu berganti blangkon sambil mengayuh pit ontel lawas.

Pembawa acara bahkan memperkenalkannya sebagai “Londo Putih” sebelum Respati memulai pemberangkatan resmi pawai.

Sebutan itu langsung memancing gelak tawa warga yang menunggu acara.

Namun, Respati tidak sekadar tampil untuk menghibur warga.

Di balik beskap dan pit ontel, ia membawa cerita tentang akulturasi budaya sekaligus keinginan menghidupkan kembali suasana Solo Tempo Dulu.

Ini Belum Selesai

De Tjolomadoe: Dari Pabrik Gula ke Ruang Sejarah

Pameran Keris Keluar dari Museum, Solo Mengajak Wisatawan Menyentuh Ingatan

Dari Beskap sampai Topi Safari

Respati mengenakan beskap yang mencerminkan busana seorang demang pada era Hindia Belanda. Ia memadukan beskap itu dengan topi safari sebelum mengenakan blangkon.

Perpaduan tersebut mempertemukan dua unsur dalam satu penampilan. Tradisi Jawa bertemu dengan jejak sejarah kolonial yang ikut membentuk perjalanan Kota Solo.

Respati menyebut konsep itu sebagai bentuk akulturasi budaya.

“Kostum itu akulturasi, kalau tidak salah tadi disampaikan Ki Demang. Jadi kita menikmati Solo Tempo Dulu. Kita akan mengangkat pariwisata tempo dulu agar yang berwisata ke Solo selalu ingat,” kata Respati.

Sepeda ontel lawas ikut melengkapi konsep tersebut. Respati mengayuh sepeda tua itu selama mengikuti pawai.

Ia tidak menggunakan mobil mewah atau kendaraan modern.

Sebaliknya, Respati mengajak warga membayangkan kembali suasana Solo pada masa lampau melalui pit ontel yang ia kayuh.

Masa Lalu Jadi Modal Masa Depan

Solo memiliki bangunan tua, tradisi, kampung bersejarah, dan cerita yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Respati melihat seluruh kekayaan itu sebagai modal pariwisata.

Menurutnya, identitas masa lalu dapat menarik wisatawan untuk datang dan kembali mengingat Solo. Kota ini tidak selalu perlu menawarkan sesuatu yang baru untuk menarik perhatian.

Kadang, masa lalu justru menyimpan nilai yang paling kuat.

Konsep Solo Tempo Dulu membawa sejarah keluar dari buku dan museum. Warga serta wisatawan dapat menikmati jejak sejarah melalui kostum, kendaraan, pertunjukan, dan pengalaman langsung.

Penampilan Respati pun membawa pesan yang lebih besar daripada sekadar kostum unik.

Pawai Jadi Etalase Kota

Pawai Pembangunan 2026 memberi ruang bagi Solo untuk menunjukkan berbagai wajahnya.

Puluhan kontingen ikut meramaikan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kendaraan hias, kesenian, dan kostum kreatif memenuhi jalanan kota.

Setiap kontingen juga membawa potensi yang dapat mereka kenalkan kepada publik.

Budaya tidak hanya hidup di atas panggung. Budaya dapat menjadi pengalaman.

Sejarah tidak hanya hidup dalam cerita. Sejarah juga dapat mengundang orang untuk datang.

Ini bukan sekadar pawai. Ini cara Solo memperlihatkan identitasnya kepada publik.

Dari Solo Tempo Dulu ke Sayangi Semesta

Pawai Pembangunan 2026 juga membawa pesan untuk masa kini. Pemerintah Kota Surakarta mengusung tema “Sayangi Semesta, Hidup Bahagia.”

Tema itu mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan mengelola sampah dengan lebih baik.

Respati mengingatkan warga agar tidak hanya menikmati kemeriahan pawai. Ia juga mengajak masyarakat membawa kepedulian terhadap lingkungan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Dari pit ontel lawas hingga pesan merdeka dari sampah, Pawai Pembangunan 2026 mempertemukan dua cerita dalam satu jalanan: masa lalu yang memberi identitas dan masa depan yang membutuhkan kepedulian.

Sore itu, Respati mengayuh pit ontel sambil membawa dua pesan sekaligus: merawat ingatan tentang Solo dan menjaga masa depannya.@eko

Tags: Ki DemangPawai Pembangunanrespati ardiWalikota Solo

Kamu Melewatkan Ini

Pameran Keris Keluar dari Museum, Solo Mengajak Wisatawan Menyentuh Ingatan

Pameran Keris Keluar dari Museum, Solo Mengajak Wisatawan Menyentuh Ingatan

by teguh
Oktober 14, 2026

Pemkot Solo mengadakan pameran Keris dengan membawa koleksi Museum Radya Pustaka dan Museum Keris ke sembilan hotel di Solo Raya....

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

by teguh
Oktober 13, 2026

Museum tak harus menunggu pengunjung datang. Kali ini, koleksi sejarah dan budaya Solo yang biasanya tersimpan di gedung museum justru...

Pemkot Solo Resmikan Parkir Gratis Masjid Zayed, UMKM Jangan Terpingirkan

Pemkot Solo Resmikan Parkir Gratis Masjid Zayed, UMKM Jangan Terpingirkan

by eko
Oktober 10, 2026

Pemkot Solo membuka parkir gratis di Masjid Sheikh Zayed untuk memudahkan pengunjung dan mendorong penjualan UMKM di sekitar masjid. Tabooo.id:...

Next Post
Listyo Sigit Mau Pensiun, Tapi Siap Demo jika Desk Buruh Mandek?

Listyo Sigit Mau Pensiun, Tapi Siap Demo jika Desk Buruh Mandek?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id