Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Warga Pati Kepung Senayan, RUU Perampasan Aset Jadi Tuntutan

by dimas
Agustus 21, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Warga Pati tiba di Senayan dan bertahan hingga 27 Agustus untuk mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.

Tabooo.id: Jakarta – Warga Pati kembali membawa tuntutan pemberantasan korupsi ke pusat kekuasaan. Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) tiba di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2026), untuk mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.

Mereka tidak datang untuk sekadar menyampaikan aspirasi. AMPB berencana bertahan di Jakarta hingga aksi besar pada 27 Agustus 2026.

Langkah tersebut muncul setelah Ketua DPR RI Puan Maharani membuka ruang bagi masyarakat untuk memberi masukan terkait RUU Perampasan Aset. Bagi AMPB, ruang dialog perlu berlanjut pada keputusan politik yang jelas.

Perwakilan AMPB, Botok, mengatakan kedatangan warga Pati merupakan kelanjutan dari aksi di DPRD Kabupaten Pati.

“Siang hari ini teman-teman dari Pati datang di DPR RI di Jakarta,” ujar Botok dikutip dari Suara.com.

Ini Belum Selesai

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Pawai Pembangunan Solo Digelar, Lingkungan Jadi Pesan Utama

Menurut dia, warga sebelumnya menuntut DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset serta menerapkan hukuman mati bagi koruptor. Setelah aksi di Pati, mereka bergabung dengan rencana aksi besar yang berlangsung pada 27 Agustus.

Mengapa Aset Menjadi Persoalan?

Perdebatan tentang korupsi sering berhenti pada satu pertanyaan: berapa lama pelaku harus menjalani hukuman?

Warga Pati membawa pertanyaan lain apa yang terjadi dengan aset hasil korupsi?

Pertanyaan itu menyentuh persoalan penting dalam pemberantasan korupsi. Negara tidak hanya perlu menghukum pelaku. Negara juga perlu mengejar hasil kejahatan dan memulihkan kerugian publik.

Karena itu, RUU Perampasan Aset memiliki arti lebih luas daripada sekadar aturan baru.

RUU tersebut menyentuh hubungan antara kejahatan, kekayaan, negara, dan rasa keadilan masyarakat.

Di titik inilah tuntutan warga Pati menjadi penting.

Mereka tidak hanya meminta DPR membahas sebuah rancangan undang-undang. Mereka juga menuntut lembaga politik menunjukkan keberanian untuk memperkuat pemberantasan korupsi.

Dari Pati ke Senayan

Perjalanan warga Pati ke Jakarta menunjukkan perubahan skala tekanan publik.

Aksi yang bermula di daerah kini bergerak menuju pusat kekuasaan. Warga membawa tuntutan yang sama ke depan Gedung DPR RI.

Mereka juga memilih bertahan hingga 27 Agustus.

Keputusan itu membuat aksi AMPB tidak berhenti sebagai demonstrasi sehari. Mereka ingin menjaga isu RUU Perampasan Aset tetap berada dalam perhatian publik.

Di sinilah politik tuntutan publik bekerja.

Masyarakat menyampaikan desakan. Parlemen menerima aspirasi. Setelah itu, publik menunggu tindakan.

Pertanyaannya sederhana apakah keterbukaan DPR akan menghasilkan langkah konkret?

RUU Perampasan Aset Menguji Negara

Bagi masyarakat, pemberantasan korupsi tidak cukup dengan penangkapan dan hukuman.

Publik juga ingin melihat hasil kejahatan kembali kepada negara. Mereka ingin memastikan korupsi tidak memberikan keuntungan ekonomi bagi pelakunya.

Cara pandang ini membuat RUU Perampasan Aset memiliki dimensi yang lebih besar.

Pembahasannya bukan hanya menyangkut teknis hukum. Isu ini juga menyentuh keberanian negara memutus hubungan antara korupsi dan keuntungan ekonomi.

Karena itu, tuntutan warga Pati memiliki pesan yang jelas.

Jika korupsi merugikan negara, negara harus memiliki kemampuan untuk mengejar hasil kejahatan tersebut.

Ini Bukan Sekadar Demonstrasi

Aksi AMPB memperlihatkan satu pola yang menarik.

Tuntutan muncul di daerah. Tekanan kemudian bergerak ke Jakarta. Setelah itu, warga memilih bertahan hingga agenda aksi nasional pada 27 Agustus.

Pola tersebut menunjukkan bagaimana isu lokal dapat berkembang menjadi tekanan politik nasional.

Pati menjadi titik awal. Senayan menjadi ruang tekanannya. RUU Perampasan Aset menjadi isu yang menyatukan tuntutan.

Maka pertanyaan terbesar dari aksi ini bukan hanya kapan RUU Perampasan Aset disahkan.

Pertanyaan yang lebih tajam adalah:

Ketika masyarakat sudah datang ke depan parlemen, apakah DPR akan mengubah ruang aspirasi menjadi keputusan politik? @dimas

Tags: Pemberantasan KorupsiRUU Perampasan AsetTekanan PublikWarga Pati

Kamu Melewatkan Ini

Pati Bergerak, Tuntut RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor

Pati Bergerak, Tuntut RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor

by dimas
Agustus 21, 2026

Warga Pati bergerak ke Jakarta untuk aksi 27 Agustus 2026. Mereka menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi...

RUU Perampasan Aset Dikebut, Bisa Selesai atau Kembali Tertunda?

RUU Perampasan Aset Dikebut, Bisa Selesai atau Kembali Tertunda?

by dimas
Agustus 18, 2026

RUU Perampasan Aset kembali dikebut DPR dan ditargetkan rampung sebelum Desember 2026. Benarkah kali ini bisa selesai atau kembali tertunda?...

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Prabowo meminta RUU Perampasan Aset dipercepat. DPR masih menjaring masukan publik. Tantangannya bukan cuma pengesahan, tetapi memastikan aset hasil kejahatan...

Next Post
OTT KPK Rektor Unsoed, Dugaan Suap Buka Celah Korupsi Kampus

OTT KPK Rektor Unsoed, Dugaan Suap Buka Celah Korupsi Kampus

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id