Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tunjangan TNI Naik, Kapan Guru Honorer Diprioritaskan?

by dimas
Juli 31, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on Facebook
Share on Twitter
Presiden Prabowo menaikkan tunjangan kinerja TNI dan pegawai Kemhan. Di tengah kebijakan itu, muncul pertanyaan: kapan guru honorer mendapat prioritas kesejahteraan yang setara?

Tabooo.id – Negara akhirnya menaikkan tunjangan kinerja prajurit TNI dan pegawai Kementerian Pertahanan. Presiden Prabowo Subianto menetapkannya melalui Peraturan Presiden Nomor 42 dan 43 Tahun 2026. Kebijakan itu layak diapresiasi karena menunjukkan penghargaan terhadap mereka yang menjaga pertahanan negara.

Namun, satu pertanyaan tetap mengusik ruang publik. Mengapa penghargaan yang sama belum benar-benar hadir bagi para guru honorer yang setiap hari menjaga masa depan bangsa?

Penghargaan untuk Penjaga Kedaulatan

Tak ada yang mempersoalkan kesejahteraan prajurit. Mereka memikul tugas berat, menghadapi risiko tinggi, dan menjaga kedaulatan Indonesia. Negara memang wajib memberikan penghargaan yang sepadan.

Di sisi lain, jutaan guru honorer masih bergulat dengan kenyataan yang jauh berbeda. Banyak di antara mereka menerima penghasilan yang bahkan belum cukup memenuhi kebutuhan hidup. Sebagian mengajar bertahun-tahun tanpa kepastian status, sementara tuntutan profesional terus bertambah.

Ironisnya, negara sering menyebut pendidikan sebagai investasi terbesar untuk masa depan. Berbagai pidato juga berulang kali menempatkan guru sebagai pahlawan pembangunan. Akan tetapi, penghormatan itu kerap berhenti pada slogan ketika kesejahteraan mereka tidak ikut berubah.

Ini Belum Selesai

Karhutla Terus Berulang, Mengapa Negara Tak Belajar?

Tradisi Tidak Cukup Dikenang, Siapa yang Akan Menjaganya?

Di ruang kelas sederhana, seorang guru membangun disiplin, karakter, dan pengetahuan generasi muda. Dari tangan merekalah lahir calon dokter, insinyur, hakim, polisi, prajurit, hingga pemimpin bangsa. Tanpa guru, tidak akan ada sumber daya manusia yang mampu menjaga Indonesia pada masa depan.

Dua Pilar yang Sama Penting

Karena itu, membandingkan TNI dan guru sebenarnya bukan tujuan utama. Bangsa ini justru membutuhkan keduanya secara bersamaan. Prajurit menjaga batas wilayah negara, sedangkan guru memperkuat benteng peradaban melalui pendidikan.

Perbedaan mulai terasa ketika negara menentukan prioritas anggaran. Kenaikan tunjangan untuk sektor pertahanan berlangsung relatif cepat. Sebaliknya, perjuangan meningkatkan kesejahteraan guru honorer berjalan sangat lambat dan sering bergantung pada janji politik yang terus berulang.

Anggaran sesungguhnya bukan sekadar deretan angka dalam dokumen negara. Cara pemerintah membelanjakan uang publik mencerminkan nilai yang dianggap paling penting. Di situlah publik membaca arah keberpihakan sebuah pemerintahan.

Pertanyaannya bukan apakah prajurit pantas memperoleh kesejahteraan yang lebih baik. Jawabannya jelas: pantas. Persoalan yang layak diperdebatkan justru mengapa guru honorer belum menerima perhatian dengan keseriusan yang sama.

Menjaga Negeri, Mendidik Generasi

Jika pertahanan negara dianggap penting karena melindungi wilayah Indonesia, pendidikan juga sama pentingnya karena membentuk manusia yang akan mengisi wilayah itu. Keduanya saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan.

Bangsa yang kuat lahir dari dua fondasi yang kokoh. Pertama, aparat yang mampu menjaga keamanan. Kedua, guru yang berhasil mencerdaskan kehidupan masyarakat. Menguatkan salah satunya sambil membiarkan yang lain tertinggal hanya akan menciptakan ketimpangan pembangunan.

Menunggu Keberpihakan yang Setara

Pada akhirnya, negara memang berhak menentukan kebijakan anggarannya sendiri. Meski demikian, masyarakat juga berhak mempertanyakan arah prioritas tersebut. Sebab, setiap rupiah dalam APBN selalu mencerminkan pilihan politik sekaligus pesan moral tentang siapa yang paling dihargai.

Kenaikan tunjangan prajurit menjadi kabar baik. Kini publik menunggu langkah berikutnya. Kapan negara memberikan penghargaan yang setara kepada mereka yang setiap pagi berdiri di depan papan tulis, membentuk masa depan Indonesia dengan kapur, buku, dan dedikasi yang nyaris tak pernah berhenti? @dimas

Tags: Guru HonorerKementerian PertahananPendidikan IndonesiaTunjangan TNI

Kamu Melewatkan Ini

81 Tahun Merdeka, Kenapa SDN 3 Kacamarga Masih Berdinding Papan?

81 Tahun Merdeka, Kenapa SDN 3 Kacamarga Masih Berdinding Papan?

by teguh
Agustus 23, 2026

Dari jalan turun gunung hingga ruang kelas berdinding papan, SDN 3 Kacamarga memperlihatkan satu ironi kemerdekaan pendidikan belum terasa sama...

30 Menit Anak-anak Najaten Melawan Jarak

30 Menit Anak-anak Najaten Melawan Jarak

by teguh
Agustus 21, 2026

Pagi di SDN 2 Najaten, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, dimulai dengan buku. Selama sekitar 30 menit anak-anak Najaten melawan jarak,...

30 Menit Melawan Jarak: Ketika Akses Buku Belum Merata di Sekolah Pelosok

30 Menit Melawan Jarak: Ketika Akses Buku Belum Merata di Sekolah Pelosok

by teguh
Agustus 21, 2026

Pagi di SDN 2 Najaten, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, dimulai dengan aktivitas sederhana. Dibalik akses buku belum merata Sekitar 30...

Next Post
Superbug: Ketika Antibiotik Dianggap Obat Segala Penyakit

Superbug: Ketika Antibiotik Dianggap Obat Segala Penyakit

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id