Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Diundang Sebelum Duit Hilang, Lawan Korupsi atau Sekedar Antisipasi?

by teguh
Juni 30, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter
Indonesia sudah terlalu akrab dengan satu pola lama. Proyek berjalan, anggaran mengalir, masalah muncul, lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang ketika negara mulai menghitung kerugian dan Kini pola itu mulai berubah.

Tabooo.id – Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, meminta KPK mengawal proyek hilirisasi sejak tahap awal. Langkah itu memunculkan harapan sekaligus pertanyaan. Kalau semua proyek meminta pengawasan sejak awal, apakah korupsi benar-benar kehilangan panggung? Atau sistem hanya mengganti cara bermainnya?

Dony menyampaikan permintaan tersebut usai bertemu Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminudin, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (29/06/2026).

“Kami memohon bantuan kepada Bapak Deputi untuk mendampingi berbagai proyek, khususnya proyek hilirisasi. Kami tidak ingin proyek-proyek ini memiliki potensi terjadinya korupsi dalam pelaksanaannya,” kata Dony.

Pernyataan itu mengirim pesan yang kuat. Danantara tidak ingin menunggu skandal muncul. Perusahaan itu memilih membangun pagar sebelum proyek berjalan.

Danantara Mengubah Cara Pandang

Selama bertahun-tahun banyak lembaga baru mencari KPK setelah masalah meledak. Danantara justru memilih langkah yang berbeda.

Ini Belum Selesai

Listyo Sigit Mau Pensiun, Tapi Siap Demo jika Desk Buruh Mandek?

Investasi dan Harga Sebuah Kepercayaan

Perusahaan itu mengajak KPK ikut menyusun sistem pengawasan sejak tahap perencanaan. Langkah itu mencakup penyusunan standar operasional, pelatihan antikorupsi, hingga penguatan tata kelola perusahaan.

Selain itu, Danantara juga mengusulkan integrasi seluruh sistem whistleblower BUMN dengan sistem pelaporan milik KPK.

Melalui skema tersebut, setiap pelapor dapat mengirim dugaan penyimpangan langsung ke KPK tanpa melewati proses penyaringan internal yang berpotensi menghambat laporan.

“Kami akan meningkatkan kerja sama dalam bentuk yang lebih konkret. Akan ada pelatihan, penyusunan SOP, integrasi whistleblower system, dan beberapa program lainnya,” ujar Dony.

Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminudin, langsung menyambut usulan tersebut.

Ia menegaskan bahwa KPK akan menerima seluruh laporan yang masuk melalui sistem whistleblower. Setelah itu, KPK akan memverifikasi setiap laporan sebelum menentukan langkah berikutnya.

“Semua informasi masuk ke KPK. Biarkan nanti KPK yang memilah apakah laporan ini terkait tindak pidana korupsi atau perkara lainnya,” kata Aminudin.

Langkah tersebut memperpendek jalur pelaporan sekaligus memperkuat peluang masyarakat mengawasi proyek strategis nasional.

Hilirisasi Membawa Investasi Besar Sekaligus Risiko Besar

Pemerintah menjadikan hilirisasi sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan itu mendorong pembangunan kawasan industri, pengolahan mineral, hingga pengembangan berbagai sektor strategis.

Pemerintah juga menargetkan investasi bernilai ratusan triliun rupiah. Banyak kementerian, BUMN, investor swasta, dan mitra asing ikut mengelola proyek-proyek tersebut. Semakin besar nilai investasi, semakin besar pula godaan yang mengikutinya dan peran KPK sangat krusial.

Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi menilai proyek hilirisasi membutuhkan tata kelola yang jauh lebih transparan daripada proyek biasa. Menurutnya, pemerintah harus membangun sistem pengawasan yang kuat agar investasi tidak berubah menjadi sumber penyimpangan.

Guru Besar Administrasi Publik Universitas Indonesia Eko Prasojo juga menekankan pentingnya pencegahan.

Ia menilai pemerintah dapat menghemat biaya hukum, biaya politik, dan kerugian negara ketika mampu menutup celah korupsi sejak awal. Mencegah selalu lebih murah daripada memperbaiki kerusakan.

Korupsi Tidak Selalu Berawal dari Suap

Publik sering membayangkan korupsi sebagai transaksi uang yang berlangsung diam-diam. Faktanya, banyak pelaku justru memanfaatkan aturan yang longgar dengan adanya KPK maka celah longgar tersebut bisa diantisipasi..

Sebagian penyusun kebijakan sengaja membuat regulasi yang membuka ruang bagi konflik kepentingan. Sebagian lainnya memanfaatkan celah administrasi untuk menghindari proses hukum.

Karena itu Aminudin meminta setiap unit kerja Danantara menyiapkan personel yang mengantongi sertifikasi Penyuluh Antikorupsi (PAKSI), Ahli Pembangun Integritas (API), dan Corruption Risk Assessment (CRA).

Ia juga meminta setiap penyusun kebijakan membaca potensi penyimpangan sebelum pemerintah menerbitkan regulasi baru.

“Jangan sampai regulasi yang dibangun justru memiliki potensi mendorong tindak pidana korupsi,” ujarnya.

Guru Besar Kebijakan Publik Riant Nugroho pernah mengingatkan bahwa banyak pejabat menjalankan korupsi modern melalui desain kebijakan, bukan melalui transaksi uang di bawah meja.

Mereka tidak selalu melanggar aturan. Mereka justru memanfaatkan aturan yang mereka susun sendiri.

Publik Menuntut Bukti, Bukan Janji

Masyarakat sudah terlalu sering melihat aparat hukum menyeret proyek besar ke ruang sidang.

Kasus korupsi pembangunan infrastruktur, pengadaan barang, hingga proyek strategis nasional membuat kepercayaan publik terus menurun.

Sosiolog Musni Umar menilai masyarakat tidak lagi percaya pada slogan antikorupsi. Mereka ingin melihat sistem yang benar-benar menutup peluang penyimpangan.

Publik kini tidak hanya bertanya siapa yang akan ditangkap.

Publik juga ingin mengetahui siapa yang membangun sistem, siapa yang mengawasi anggaran, dan siapa yang bertanggung jawab ketika penyimpangan muncul.

Ini Bukan Sekadar Pertemuan

Langkah Danantara mengirim pesan yang jauh lebih besar daripada isi pertemuan tersebut. Selama ini banyak institusi baru membangun sistem setelah krisis meledak.

Kini Danantara memilih mengawal proyek sejak tahap perencanaan. Perusahaan itu mencoba menutup celah sebelum kontraktor mulai bekerja dan sebelum uang negara berpindah tangan.

Tentu saja publik tetap berhak bersikap skeptis. Indonesia memiliki sejarah panjang tentang proyek besar yang berakhir di meja hijau.

Namun perubahan selalu berawal dari keberanian mengubah cara kerja.

Kalau Danantara benar-benar membuka seluruh sistem pengawasannya kepada KPK, publik layak memberi apresiasi.

Sebaliknya, kalau kerja sama itu hanya melahirkan pelatihan, sertifikat, dan seremoni, koruptor tidak akan kehilangan panggung.

Mereka hanya akan mencari pintu masuk yang baru. Karena musuh terbesar pemberantasan korupsi bukan kekurangan aturan.

Musuh terbesarnya adalah manusia yang terus mencari cara mengakali aturan. @teguh

Tags: Anti KorupsibumnDanantaraEkonomi IndonesiaHilirisasiInvestasiKPKPemerintahanPolitik IndonesiaTata KelolatransparansiWhistleblower

Kamu Melewatkan Ini

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

by teguh
Agustus 21, 2026

Masuk kampus punya jalur. Ada jalur prestasi, jalur tes, sampai jalur mandiri. Namun, Kamis, 20/08/2026, publik melihat jalur lain di...

OTT KPK di Unsoed, Gerbang Kampus Diduga Jadi Ruang Transaksi

OTT KPK di Unsoed, Gerbang Kampus Diduga Jadi Ruang Transaksi

by dimas
Agustus 21, 2026

KPK menangkap sejumlah pejabat Unsoed dalam OTT terkait dugaan transaksi penerimaan mahasiswa baru. Kasus ini menjadi OTT ke-19 KPK sepanjang...

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Investasi

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Investasi

by eko
Agustus 21, 2026

Ruben Onsu jadi tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi. Polisi mengungkap kronologi perkara yang bermula dari tawaran usaha. Tabooo.id:...

Next Post
Dari Lereng Lawu, Kraton Surakarta Gelar Wilujengan Kiblat Sekawan

Dari Lereng Lawu, Kraton Surakarta Gelar Wilujengan Kiblat Sekawan

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id