Tabooo Cultural Production menghadirkan Cinema Lab, Book Club, dan Journalism Lab sebagai ruang belajar budaya bertema From Reality to Narrative di Bersih Desa Winongo.
Tabooo.id – Sebuah tradisi tidak akan hidup hanya karena terus dipentaskan. Tradisi bertahan ketika masyarakat terus mempelajarinya, mendokumentasikannya, lalu mewariskan nilai yang terkandung di dalamnya kepada generasi berikutnya. Di situlah budaya menemukan napasnya.
Berangkat dari keyakinan tersebut, Tabooo Network Indonesia menghadirkan Tabooo Cultural Production sebagai bagian dari rangkaian Bersih Desa Winongo 2026 dengan mengusung tema besar “From Reality to Narrative.”
Tema tersebut bukan sekadar identitas kegiatan. Bagi Tabooo, From Reality to Narrative merupakan filosofi yang menjelaskan perjalanan sebuah budaya. Setiap realitas yang hidup di tengah masyarakat menyimpan cerita. Ketika cerita itu didokumentasikan, ia berkembang menjadi narasi. Narasi kemudian melahirkan pengetahuan. Dari pengetahuan itulah lahir karya yang mampu hidup jauh melampaui sebuah perayaan budaya.
Karena itu, Tabooo percaya budaya tidak cukup hanya dirayakan. Budaya perlu dipelajari, diperdebatkan, didokumentasikan, lalu dikembangkan agar tetap relevan di tengah perubahan zaman. Melalui pendekatan tersebut, Tabooo ingin membuktikan bahwa sebuah kampung tidak hanya mampu melahirkan tradisi, tetapi juga mampu melahirkan film, buku, karya jurnalistik, riset, hingga berbagai bentuk intellectual property berbasis budaya lokal.
Selama tiga hari pelaksanaan Bersih Desa Winongo 2026, Tabooo menghadirkan tiga laboratorium kreatif yang saling terhubung. Cinema Lab mengajarkan bagaimana kamera merekam realitas menjadi bahasa visual. Book Club memperlihatkan bagaimana sejarah dan pengalaman masyarakat berkembang menjadi pengetahuan yang terdokumentasi. Sementara Journalism Lab menunjukkan bagaimana fakta yang diverifikasi dapat membentuk narasi yang membantu publik memahami sebuah peristiwa.
Ketiga ruang belajar tersebut menjadi implementasi nyata dari tema From Reality to Narrative. Sebuah perjalanan yang mengubah pengalaman menjadi cerita, cerita menjadi pengetahuan, lalu pengetahuan berkembang menjadi karya yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Karena sesungguhnya, tradisi tidak pernah selesai di atas panggung. Tradisi harus hadir di balik kamera, di halaman buku, di ruang redaksi, dan di setiap percakapan yang terus menghidupkan ingatan kolektif.
Tiga Laboratorium, Satu Gagasan Besar
Untuk menerjemahkan tema From Reality to Narrative ke dalam praktik nyata, Tabooo Cultural Production menghadirkan tiga ruang belajar yang saling melengkapi. Masing-masing laboratorium membawa perspektif berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yaitu mengubah realitas budaya menjadi pengetahuan yang dapat diwariskan melalui karya.
Mulai dari bahasa visual dalam film, refleksi sejarah melalui literasi, hingga narasi jurnalistik yang membangun kesadaran publik, seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memahami bahwa budaya akan terus hidup ketika masyarakat berani mencatat, mengolah, dan menceritakan kembali setiap kisah yang mereka miliki.
TABOOO CINEMA LAB: Ketika Kamera Menjadi Cara Baru Merawat Tradisi
Senin, 6 Juli 2026
14.30-17.30 WIB
Pemateri:
Wahyu Utami, S.Sn., M.Sn.
Filmmaker dan Dosen Jogja Film Academy
Film tidak hanya menghadirkan hiburan. Film mampu menyimpan ingatan, merekam perubahan zaman, sekaligus menjaga identitas sebuah masyarakat.
Melalui Tabooo Cinema Lab, Wahyu Utami mengajak peserta memahami bagaimana kehidupan sehari-hari, tradisi lokal, hingga cerita masyarakat dapat berkembang menjadi karya audiovisual yang memiliki kekuatan bercerita sekaligus nilai dokumentasi budaya.
Peserta akan mempelajari proses menemukan ide dari realitas sekitar, menyusun skenario, membangun visual storytelling, memahami penyutradaraan, produksi film independen, hingga strategi distribusi karya di era digital.
Cinema Lab menjadi ruang pertama dalam perjalanan From Reality to Narrative. Di sinilah realitas mulai diterjemahkan menjadi bahasa visual yang mampu berbicara kepada publik.
Bagi masyarakat, mahasiswa, pelajar, komunitas, maupun pegiat kreatif yang ingin mengikuti workshop ini, pendaftaran telah dibuka.
Daftarkan diri Anda melalui link berikut:
[Link Pendaftaran Tabooo Cinema Lab]
TABOOO CINEMA LAB: Dari Ide Menjadi Produksi
Selasa, 7 Juli 2026
Pada hari kedua, peserta mulai mengembangkan gagasan menjadi proyek film yang lebih matang. Mereka akan menyusun treatment, storyboard, simulasi penyutradaraan, teknik pengambilan gambar, hingga mempresentasikan konsep film yang mereka bangun.
Selain itu, peserta memperoleh kesempatan berdiskusi langsung bersama Wahyu Utami mengenai tantangan produksi film independen dan peluang industri kreatif Indonesia.
Melalui sesi praktik ini, peserta memahami bahwa sebuah karya besar selalu lahir dari keberanian membaca realitas di sekitar mereka.
Pendaftaran masih dibuka melalui:
[Link Pendaftaran Tabooo Cinema Lab]
TABOOO BOOK CLUB: Ketika Sejarah Tidak Lagi Diam di Rak Buku
Selasa, 7 Juli 2026
19.00 – 21.00 WIB
Setiap buku menyimpan perjalanan panjang sebuah peradaban. Namun, sejarah baru benar-benar hidup ketika masyarakat membacanya, mendiskusikannya, lalu menghubungkannya dengan kehidupan hari ini.
Melalui Tabooo Book Club, Akhlis Syamsal mengajak peserta membedah proses kreatif penulisan buku sejarah, teknik riset budaya lokal, membaca arsip sejarah, hingga memahami bagaimana literasi mampu menjaga identitas masyarakat.
Diskusi ini juga mengajak peserta melihat bahwa sejarah bukan sekadar masa lalu. Sejarah menjadi fondasi untuk memahami masa kini sekaligus menyusun masa depan.
Dalam konteks From Reality to Narrative, Book Club menjadi ruang yang mengubah pengalaman dan jejak sejarah menjadi pengetahuan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ingin berdiskusi langsung bersama penulis?
Segera daftarkan diri Anda melalui:
[Link Pendaftaran Tabooo Book Club]
TABOOO JOURNALISM LAB: Menulis Bukan Sekadar Mengabarkan, Tetapi Membentuk Cara Publik Memahami Realitas
Rabu, 8 Juli 2026
14.30 WIB – Selesai
Pemateri:
Dr. Arief Rahman, S.T., M.M.
Ketua Harian Komite Komunikasi Digital Jawa Timur
Wartawan Senior
Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar berita. Masyarakat membutuhkan narasi yang mampu menjelaskan konteks, memverifikasi fakta, dan membantu publik memahami persoalan secara utuh.
Lebih dari itu, peserta diajak memahami bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan apa yang terjadi. Jurnalisme bertugas menghubungkan fakta dengan makna sehingga masyarakat mampu melihat sebuah peristiwa secara lebih kritis.
Di sinilah filosofi From Reality to Narrative menemukan bentuknya. Fakta yang diverifikasi berkembang menjadi narasi yang membangun kesadaran publik.
Pendaftaran peserta masih dibuka.
Daftar sekarang melalui:
[Link Pendaftaran Tabooo Journalism Lab]
Ketika Belajar Tidak Berhenti di Dalam Kelas
Di area ini, pengunjung dapat melihat serta memperoleh berbagai merchandise resmi Tabooo Network Indonesia, mulai dari kaos, stiker, hingga berbagai produk kreatif yang merepresentasikan semangat “Bicara Tabu, Itu Tabooo!”
Tak hanya itu, Tabooo juga menghadirkan Pojok Baca, ruang literasi terbuka yang menyediakan berbagai koleksi buku mengenai film, jurnalistik, sejarah, budaya, media digital, industri kreatif, hingga pengembangan diri.
Seluruh peserta dapat membaca koleksi tersebut secara gratis selama kegiatan berlangsung, berdiskusi bersama komunitas, bertukar rekomendasi bacaan, serta memperluas jejaring dengan peserta lainnya.
Karena bagi Tabooo, budaya tidak hanya tumbuh melalui pertunjukan.
Budaya tumbuh melalui kebiasaan membaca.
Budaya berkembang melalui ruang diskusi.
Dan budaya bertahan ketika masyarakat terus berbagi pengetahuan.
Mari Menjadi Bagian dari Gerakan “From Reality to Narrative”
Tabooo Cultural Production lahir dari keyakinan bahwa setiap tradisi menyimpan pengetahuan, setiap cerita memiliki nilai, dan setiap masyarakat berhak memiliki ruang untuk belajar, berkarya, serta mendokumentasikan budayanya sendiri.
Melalui Cinema Lab, Book Club, Journalism Lab, dan Tabooo Corner, Bersih Desa Winongo 2026 tidak hanya menghadirkan rangkaian kegiatan budaya, tetapi juga membangun sebuah ekosistem kreatif yang menghubungkan realitas, narasi, pengetahuan, dan karya dalam satu perjalanan yang utuh.
Inilah makna “From Reality to Narrative.” Sebuah perjalanan ketika cerita kampung tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi berkembang menjadi film, buku, karya jurnalistik, dokumentasi budaya, riset, hingga berbagai bentuk intellectual property yang memberi manfaat bagi generasi mendatang.
Karena setiap karya besar selalu berawal dari satu langkah sederhana mengubah realitas menjadi narasi, dan mengubah narasi menjadi karya. @dimas






