Kamis, Juli 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kirab Pusaka di Tengah Dualisme: Tradisi atau Legitimasi?

by dimas
Juni 13, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Kirab Pusaka Malam 1 Suro kembali digelar di tengah dualisme Keraton Solo. Tradisi sakral kini bersinggungan dengan persoalan legitimasi dan persatuan.

Tabooo.id: Surakarta – Malam 1 Suro seharusnya menjadi ruang sunyi. Ribuan orang berjalan tanpa suara. Pusaka keraton keluar dari balik tembok istana. Masyarakat Jawa pun diajak menundukkan ego dan merenungi diri.

Namun tahun ini, suasana itu menghadapi ujian baru.

Menjelang Kirab Malam 1 Suro, konflik internal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali mencuat. Dua kubu yang berselisih selama bertahun-tahun belum menemukan titik temu. Di saat yang sama, keduanya berencana menggelar agenda pada malam yang sama.

Akibatnya, perhatian publik tidak lagi hanya tertuju pada kirab pusaka. Publik kini juga menyoroti masa depan tradisi yang berlangsung di tengah perpecahan keraton.

Wali Kota Solo Didorong Menjadi Penengah

Situasi tersebut menyeret nama Wali Kota Solo, Respati Ardi, ke tengah pusaran persoalan.

Ini Belum Selesai

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Budaya dan Wisata Religi

OTT Bupati Pemalang, KPK Kembali Bongkar Korupsi Kepala Daerah

Pelaksana Pelestari, Pengembangan, dan Pemanfaatan Keraton Solo, KPH Panembahan Agung Tedjowulan, meminta Respati memfasilitasi pertemuan kedua kubu. Tujuannya sederhana. Semua pihak perlu menjaga ketertiban dan kesakralan tradisi tahunan itu.

Respati merespons dengan hati-hati.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Solo bersikap netral. Pemkot tidak akan masuk ke ranah internal keraton. Pemerintah hanya berfokus menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran acara.

“Bagi kami, yang utama adalah bagaimana tradisi 1 Suro tetap berlangsung khidmat, aman, dan tertib,” kata Respati.

Pernyataan itu menunjukkan posisi yang tidak mudah. Di satu sisi, pemerintah harus menghormati urusan internal keraton. Di sisi lain, pemerintah juga harus menjaga stabilitas kota.

Karena itu, Pemkot Solo terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan unsur Forkopimda.

Bukan Sekadar Agenda Budaya

Bagi masyarakat Solo, Kirab Malam 1 Suro lebih dari sekadar acara budaya.

Tradisi ini memiliki makna spiritual yang kuat. Ribuan peserta mengikuti kirab sambil menjalani tapa bisu. Mereka berjalan tanpa berbicara sebagai simbol pengendalian diri dan refleksi batin.

Tradisi tersebut telah menjadi bagian penting identitas Kota Solo. Setiap tahun, ribuan warga dan wisatawan datang untuk menyaksikannya.

Karena itu, banyak pihak berharap kirab tetap berjalan dengan khidmat. Mereka tidak ingin konflik internal menggeser makna utama tradisi tersebut.

Konflik yang Belum Menemukan Jalan Keluar

Tedjowulan mengusulkan pertemuan lanjutan pada 13 atau 14 Juni. Ia berharap semua pihak dapat duduk bersama sebelum malam kirab berlangsung.

Menurutnya, sejumlah persoalan masih perlu diselaraskan. Keraton, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat perlu mencari kesepahaman. Tujuannya agar pelaksanaan tradisi tidak memunculkan masalah baru.

Sementara itu, rencana penyelenggaraan kirab dari dua kubu masih menjadi perhatian publik. Banyak pihak menunggu hasil komunikasi yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Yang Dipertaruhkan Bukan Hanya Keraton

Di atas kertas, persoalan ini terlihat sebagai konflik internal keluarga kerajaan.

Namun dampaknya jauh lebih besar.

Setiap kali dualisme muncul, citra budaya Solo ikut terdampak. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi adat juga ikut diuji. Bahkan sektor pariwisata dan ekonomi lokal bisa merasakan dampaknya.

Kirab Malam 1 Suro selama ini menjadi magnet wisata budaya. Ribuan tamu datang ke Solo untuk menyaksikan tradisi yang langka tersebut.

Karena itu, yang dipertaruhkan bukan hanya legitimasi kepemimpinan keraton. Kota Solo juga mempertaruhkan wajah budayanya di hadapan publik.

Tradisi yang Mengajarkan Menundukkan Ego

Malam 1 Suro selalu mengajarkan satu hal penting: manusia perlu menundukkan ego sebelum menuntut orang lain berubah.

Ironisnya, pelajaran itu hadir di tengah konflik yang belum selesai.

Kirab bukan sekadar arak-arakan pusaka. Tradisi ini mengandung pesan tentang introspeksi, kesederhanaan, dan kebijaksanaan.

Pertanyaannya kini sederhana. Mampukah semua pihak menjadikan semangat itu sebagai jalan keluar?

Sebab pada akhirnya, masyarakat tidak hanya ingin melihat pusaka berkeliling kota. Mereka juga ingin melihat warisan budaya Jawa tetap berdiri kokoh di atas persatuan, bukan perpecahan. @dimas

Tags: Budaya JawaDualisme KeratonKeraton SoloKirab 1 SuroKirab PusakaMalam Satu SuroTradisi

Kamu Melewatkan Ini

Nasi Tumpeng: Makanan yang Menyatukan Animisme, Hindu-Budha, dan Islam

Nasi Tumpeng: Makanan yang Menyatukan Animisme, Hindu-Budha, dan Islam

by Anisa
Juli 21, 2026

Nasi tumpeng bukan warisan satu agama. Ia lahir dari pertemuan berbagai keyakinan yang membentuk wajah budaya Jawa. Apa yang kita...

Pecel Bukan Lahir di Madiun? Jejak Sejarahnya Justru Berawal dari Tanah Mataram

Pecel Bukan Lahir di Madiun? Jejak Sejarahnya Justru Berawal dari Tanah Mataram

by jeje
Juli 16, 2026

Bagaimana jika selama ini kita salah mengenal asal-usul pecel? Madiun memang sukses membangun reputasi nasi pecel sebagai identitas daerah. Namun,...

Nganglang Desa Winongo: Menjaga Batas, Merawat Ingatan

Nganglang Desa Winongo: Menjaga Batas, Merawat Ingatan

by dimas
Juli 11, 2026

Nganglang Desa Winongo mengajarkan bahwa menjaga batas wilayah bukan sekadar tradisi, tetapi cara merawat sejarah, spiritualitas, dan identitas kampung. Tabooo.id...

Next Post
Mahasiswa, Nabi Jalanan yang Kelak Menjadi Bagian dari Sistem?

Mahasiswa, Nabi Jalanan yang Kelak Menjadi Bagian dari Sistem?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id