Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Menuju Indonesia Bangkrut: Bundaran HI Ditutup, Kritik Tetap Bergema

by dimas
Juni 13, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Lebih dari 700 mahasiswa turun ke jalan dalam aksi “Menuju Indonesia Bangkrut”. Meski gagal mencapai Bundaran HI, kritik terhadap pemerintah terus bergema.

Tabooo.id: Jakarta – Siang itu, jalan menuju Bundaran Hotel Indonesia berubah menjadi arena tarik-menarik antara demonstran dan aparat. Di bawah terik matahari, ratusan mahasiswa berjalan membawa tuntutan. Namun, polisi dan TNI menghadang langkah mereka dengan pagar pembatas, kendaraan taktis, dan barikade manusia.

Lebih dari 700 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengikuti aksi bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” pada Jumat (12/6). Mereka ingin menyuarakan kritik terhadap kebijakan ekonomi pemerintah, penggunaan APBN, hingga menguatnya peran aparat di ruang sipil.

Massa berencana menjadikan Bundaran HI sebagai pusat aksi. Namun, mereka tidak pernah sampai ke tujuan itu.

Jalan Menuju Bundaran HI Tertutup

Sejak siang, aparat menghentikan laju massa di beberapa titik. Hambatan pertama muncul di kawasan Semanggi. Setelah itu, aparat kembali menutup akses menuju Sudirman dan Tosari.

Mahasiswa berusaha membuka ruang negosiasi. Namun, aparat tetap mempertahankan blokade.

Ini Belum Selesai

Mahasiswa Solo Menggugat: BBM Naik, Rakyat Makin Terjepit

Lima Juta Kendaraan Menunggak, APBD Jawa Tengah Kehilangan Nafas

Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, menegaskan bahwa panitia telah mengirim surat pemberitahuan kepada kepolisian. Dalam surat itu, mereka menjelaskan rencana aksi dan lokasi demonstrasi di Bundaran HI.

“Kami sudah menyampaikan titik aksi sejak awal di Bundaran HI,” ujarnya.

Menurut mahasiswa, Bundaran HI bukan sekadar lokasi demonstrasi. Tempat itu menjadi simbol karena berada dekat dengan pusat kekuasaan politik dan ekonomi.

Meski gagal mencapai lokasi yang direncanakan, massa tetap bertahan. Mereka terus berorasi dan menyuarakan tuntutan dari kawasan Tosari.

Lima Tuntutan Mahasiswa

Aksi “Menuju Indonesia Bangkrut” membawa lima tuntutan utama.

Pertama, mahasiswa meminta pemerintah menghentikan pemborosan APBN. Kedua, mereka mendesak pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.

Ketiga, mereka meminta pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Keempat, mereka menolak militerisme di ranah sipil.

Kelima, mereka meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah dan bertanggung jawab atas berbagai kebijakan yang dianggap bermasalah.

Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Jundi Al Muhandis, menilai pemerintah salah mengalokasikan anggaran negara. Menurutnya, kesalahan itu ikut mendorong naiknya beban hidup masyarakat.

Ia menilai pemerintah perlu menunjukkan kesadaran terhadap situasi yang sedang dihadapi rakyat.

“Akui dulu ada kesalahan, sadari dulu ada misalokasi sumber daya, baru perlahan dikembalikan,” kata Jundi.

Mahasiswa juga menyoroti penggunaan anggaran untuk sejumlah program prioritas pemerintah. Mereka menilai negara seharusnya lebih fokus memperkuat layanan pendidikan dan kesehatan yang terjangkau.

Kritik terhadap Menguatnya Peran Aparat

Selain isu ekonomi, mahasiswa juga mengangkat persoalan ruang sipil.

Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengkritik perluasan kewenangan aparat yang muncul setelah revisi Undang-Undang Polri.

Menurutnya, perluasan kewenangan itu berpotensi mempersempit ruang kebebasan warga negara.

“Masyarakat harus sadar bahwa ruang sipil semakin menyempit ketika kewenangan aparat terus diperluas,” ujarnya.

Mahasiswa juga menilai kehadiran aparat yang masif dalam berbagai sektor sipil dapat memunculkan intimidasi terhadap kebebasan berekspresi dan kebebasan berpendapat.

Ketika Demonstrasi Berhadapan dengan Barikade

Ketegangan meningkat ketika massa mencapai kawasan Dukuh Atas. Saat itu, mahasiswa mengaku ingin melaksanakan salat Jumat. Namun, mereka tetap menghadapi penghadangan aparat.

Mahasiswa menilai tindakan itu bertentangan dengan hak konstitusional warga negara.

Di sisi lain, aparat tetap mempertahankan pengamanan hingga sore hari. Barikade gabungan polisi dan TNI berdiri rapat di kawasan Tosari.

Hingga pukul 18.25 WIB, massa belum berhasil mencapai Bundaran HI. Namun, mereka tidak membubarkan diri.

Orasi terus berlangsung. Spanduk tetap terbentang. Tuntutan terus bergema di tengah kepungan aparat.

Lebih dari Sekadar Aksi Jalanan

Aksi ini bukan hanya soal mahasiswa yang gagal mencapai Bundaran HI.

Aksi ini memperlihatkan benturan antara tuntutan publik dan cara negara mengelola ruang demokrasi. Mahasiswa datang membawa kritik terhadap ekonomi, penggunaan anggaran, dan kebijakan pemerintah. Sementara itu, negara menunjukkan kekuatan melalui pengamanan yang ketat.

Ironisnya, mahasiswa datang untuk meminta jawaban atas berbagai persoalan yang mereka anggap mengancam masa depan Indonesia. Namun, yang pertama mereka hadapi justru barikade aparat.

Aksi “Menuju Indonesia Bangkrut” memang tidak berhasil mencapai titik tujuan. Namun, pesan yang mereka bawa tetap menyebar ke ruang publik.

Karena terkadang persoalannya bukan soal sampai atau tidak sampai ke lokasi aksi.

Persoalan utamanya adalah apakah negara masih membuka ruang yang cukup bagi warga untuk menyampaikan kegelisahan mereka.

Dan pertanyaan itu tampaknya belum menemukan jawaban. @dimas

Tags: aksi mahasiswaBEM UIBundaran HIDemokrasi IndonesiaMenuju Indonesia BangkrutRuang Sipil

Kamu Melewatkan Ini

Di Balik Seruan “Indonesia Bangkrut”, Ada Krisis yang Tak Terlihat

Di Balik Seruan “Indonesia Bangkrut”, Ada Krisis yang Tak Terlihat

by dimas
Juni 13, 2026

Di balik seruan "Indonesia Bangkrut", mahasiswa menyoroti biaya hidup, APBN, dan krisis kepercayaan terhadap arah negara. Tabooo.id - Di tengah...

Mahasiswa Solo Menggugat: BBM Naik, Rakyat Makin Terjepit

Mahasiswa Solo Menggugat: BBM Naik, Rakyat Makin Terjepit

by dimas
Juni 13, 2026

Ratusan mahasiswa Solo Raya menggelar aksi di DPRD Solo. Mereka menyoroti BBM naik, rupiah melemah, MBG, RUU Polri, hingga TPA...

Reformasi Jilid 2: Gerakan Moral atau Sekadar Label Politik?

Reformasi Jilid 2: Gerakan Moral atau Sekadar Label Politik?

by teguh
Juni 12, 2026

Aksi mahasiswa kembali memenuhi jalanan. Spanduk kritik bermunculan. Tagar perlawanan beredar luas di media sosial. Di tengah suasana itu, satu...

Next Post
Di Balik Seruan “Indonesia Bangkrut”, Ada Krisis yang Tak Terlihat

Di Balik Seruan "Indonesia Bangkrut", Ada Krisis yang Tak Terlihat

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id