Selasa, Juli 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

by Tabooo
Juni 9, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Dua Kirab Malam 1 Suro di Keraton Surakarta bakal digelar pada tanggal yang sama, 16 Juni 2026, memicu kekhawatiran. Dua kubu akan bertemu dalam satu malam, satu momentum, dan satu ruang tradisi yang sama.

Tabooo.id: Surakarta – Kirab Malam 1 Suro Keraton Surakarta mulai memicu polemik sebelum prosesi berjalan. Masalahnya, dua kubu disebut akan menggelar kirab pada tanggal yang sama, yakni 16 Juni 2026.

Ketegangan muncul karena Malam 1 Suro bukan sekadar agenda budaya. Di Keraton Surakarta, prosesi ini membawa simbol, otoritas, dan legitimasi.

Kirab 1 Suro Disebut Tetap Berjalan Seperti Biasa

Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purboyo, GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, menegaskan Kirab 1 Suro akan tetap berlangsung seperti biasa.

Namun, polemik muncul karena ada kemungkinan dua prosesi adat berlangsung dalam satu waktu. GKRP Timoer tidak ingin menanggapi pihak di luar bebadan Sinuhun Pakubuwono XIV.

“Kami tidak mau menanggapi kubu sebelah atau apa pun. Menurut saya, keraton sudah ada raja, di mana rajanya adalah PB XIV, adik bungsu saya. Itu sudah cukup. Saya tidak mau menanggapi siapa pun yang di luar bebadan Sinuhun Pakubuwono XIV yang akan melakukan apa pun. Saya tidak ingin menanggapi karena itu adalah makar,” ungkap GKRP Timoer, saat ditemui di Sasana Hadi, Kamis (4/6/2026).

Ini Belum Selesai

Nelayan Kecil Kehilangan Solar, Kapal Besar Dapat BBM Murah

Kekeringan Ekstrem di Gunungkidul, Warga Jual Ternak Demi Air

Tedjowulan Berharap Suasana Tetap Dingin

Sementara itu, juru bicara Pelaksana Keraton Surakarta KGPHPA Tedjowulan, KP Pakoenagoro, menyampaikan harapan agar suasana tetap dingin.

Ia mengatakan Tedjowulan menginginkan kedua kubu bisa menjaga kerukunan. Namun, ia juga menilai Malam 1 Suro berbeda dari agenda sebelumnya.

“Itu dia yang menjadi perhatian Gusti Tedjowulan. Harapan beliau, rukun dan kompak. Kalau kemarin itu kan Grebeg Besar, oke lah, dua tanggal. Tapi kalau Malam 1 Suro tidak bisa dua tanggal,” ujar KP Pakoenagoro.

Masalahnya, dua kubu belum mencapai kesepakatan. Karena itu, ia mengaku cukup khawatir bila dua kelompok bertemu pada malam dan tempat yang sama.

“Artinya, kalau masih ada kepentingan personal atau kelompok, lebih dari satu kelompok bertemu di satu malam dan satu tempat, dinamikanya cukup mengkhawatirkan,” jelasnya.

Bukan Sekadar Kirab, Tapi Tentang Otoritas

Kirab Malam 1 Suro biasanya dibaca publik sebagai tradisi. Namun kali ini, tensinya lebih besar.

Sebab, ketika dua kubu menggelar prosesi pada waktu yang sama, publik tidak hanya melihat ritual. Publik juga melihat perebutan klaim atas siapa yang dianggap sah mewakili Keraton Surakarta.

Di titik ini, adat tidak berdiri sendiri. Ia bertemu dengan politik internal, simbol kuasa, dan legitimasi keluarga keraton. Sederhananya, tradisi bisa terlihat sakral, tapi konflik kuasa tidak lagi menjadi wajah kesakralan sebuah tradisi.

Surakarta Tidak Butuh Gejolak Baru

Bagi warga, polemik ini bisa berdampak langsung pada suasana kota menjelang Malam 1 Suro. Jika dua kelompok benar-benar bertemu dalam satu waktu dan satu tempat, aparat serta pihak keraton harus memastikan situasi tetap aman.

Sebab, publik datang bukan untuk menyaksikan ketegangan. Mereka datang untuk melihat tradisi. Namun, jika elite keraton belum selesai dengan konfliknya, rakyat seringkali menjadi penonton yang paling dekat dengan dampaknya.

Tradisi Tidak Butuh Panggung Konflik

Malam 1 Suro seharusnya menjadi ruang hening, sakral, dan penuh makna. Tapi tahun ini, Keraton Surakarta menghadapi ujian yang lebih rumit.

Pertanyaannya bukan hanya siapa yang akan kirab. Tapi, siapa yang benar-benar mampu menjaga marwah tradisi tanpa menyeret publik ke dalam konflik kuasa? @tabooo

Tags: Keraton SurakartaKirab Malam 1 SuroKonflik KeratonKota SoloNewsPB XIVRealitySurakartaTradisi Jawa

Kamu Melewatkan Ini

Road to Porprov: Battle of Surakarta Uji Mental Atlet Jateng

Road to Porprov: Battle of Surakarta Uji Mental Atlet Jateng

by dimas
Juli 25, 2026

Battle of Surakarta 2026 menguji mental atlet Muaythai Jawa Tengah menjelang Porprov. Kejurprov menjadi tolok ukur kesiapan bertanding, disiplin, dan...

Battle of Surakarta 2026: Mencetak Masa Depan Muaythai Jateng

Battle of Surakarta 2026: Mencetak Masa Depan Muaythai Jateng

by dimas
Juli 25, 2026

Battle of Surakarta 2026 menjadi ajang pembuktian pembinaan Muaythai Jawa Tengah. Kejurprov mengukur kesiapan atlet menuju Porprov, PON, hingga panggung...

Muaythai Jateng Perkuat Prestasi Lewat Penataran Pelatih dan Wasit Juri

Muaythai Jateng Perkuat Prestasi Lewat Penataran Pelatih dan Wasit Juri

by dimas
Juli 23, 2026

Muaythai Jateng memperkuat pembinaan atlet melalui penataran pelatih dan wasit juri sebagai langkah mencetak prestasi di level nasional hingga internasional....

Next Post
Investor MBG Geruduk BGN, Dapur Miliaran Masih Menganggur

Investor MBG Geruduk BGN, Dapur Miliaran Masih Menganggur

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id