Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Solo Bergemuruh Sambut Raja Muda

by dimas
November 17, 2025
in Reality
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: News – Solo siang itu seperti disetrum energi baru. Sabtu (15/11/2025) siang, ribuan warga tumpah ruah di jalanan, menunggu satu sosok yang mencuri perhatian Indonesia: Pakoe Boewono XIV, raja muda berusia 23 tahun yang untuk pertama kalinya menyapa publik lewat Kirab Ageng usai prosesi Jumenengan. Bukan sekadar tradisi, ini adalah hari ketika Surakarta menguji kembali napas kebanggaan dan identitasnya di tengah hiruk-pikuk zaman modern.

Pakoe Boewono XIV Menyapa Warga: Solo Bergemuruh Sambut Raja Muda
Sampean Dalem Ingkang Susuhunan Kanjeng Susuhunan Senopati ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kaping 14. Sabtu (15/11/25).

“Megahnya Kirab, Meriahnya Publik”

Kirab dimulai sekitar pukul 11.40 WIB dengan kemegahan yang jarang disaksikan generasi sekarang. PB XIV berdiri gagah di atas kereta sakral Garuda Kencana, ditarik delapan kuda yang langkahnya mantap membelah padatnya lautan manusia. Busana magenta yang dikenakan sang raja seketika membuatnya jadi titik fokus seluruh tatapan. Di kiri-kanannya, prajurit keraton bersenjata busur dan aparat kepolisian berjaga ketat, memastikan prosesi berjalan tanpa hambatan.

Cuaca yang mulanya muram mendadak cerah tepat saat kirab bergerak seolah alam pun ikut mengangguk setuju pada hadirnya raja baru Surakarta. Di bagian depan barisan, kerabat keraton menunggang kuda, membawa simbol-simbol sejarah yang mempertegas panjangnya napas kerajaan Mataram.

Antusias publik sulit dibantah. Warga dari Laweyan, Banyuanyar, Jebres, hingga wisatawan luar kota berebut garis terdepan hanya untuk melihat raja muda ini meski sekilas. Ponsel terangkat ke udara, deritan kamera tak henti, dan suara teriakan bercampur tepuk tangan membentuk riuh yang jarang terdengar di pusat kota Solo. PB XIV sesekali tersenyum, mengangguk, dan melambaikan tangan sapaan kecil yang memicu sorakan panjang dari warga yang merasa “dilihat” oleh rajanya.

Hendra (27), warga Laweyan, mengaku menunggu lebih dari satu jam di Alun-alun Utara demi momen itu.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

“Saya penasaran banget karena beliau masih sangat muda. Rasanya ini momen yang jarang terjadi, jadi harus disaksikan langsung,” ujarnya.

Ia berharap PB XIV membawa stabilitas dan energi baru bagi keraton.

“Semoga PB XIV bisa memimpin lebih baik. Hari ini bersejarah banget.” tambahnya.

Dan benar saja ramainya massa hari ini memperlihatkan satu hal penting: secepat apa pun zaman bergerak, Solo tidak pernah benar-benar lepas dari napas keratonnya. Tradisi bukan hanya ritual ia adalah identitas yang warga pilih untuk mereka jaga bersama.

“Raja Baru, Harapan Lama yang Menyala Lagi”

Hari ini, Surakarta tidak hanya menyambut seorang raja muda tetapi juga menyambut harapan, kesinambungan, dan identitas yang tetap hidup meski kota terus berubah. Karena pada akhirnya, apa arti sebuah kota tanpa ingatan dan kebanggaan yang membuat warganya merasa pulang? @dimas

Tags: Pakoe Boewono XIVRaja Muda

Kamu Melewatkan Ini

Barikan Warnai Pengetan Adeging Nagari Kraton Surakarta

Barikan Warnai Pengetan Adeging Nagari Kraton Surakarta

by dimas
Juli 4, 2026

Barikan mewarnai Pengetan Adeging Nagari Kraton Surakarta sebagai simbol syukur, keselamatan, dan pelestarian filosofi budaya Jawa. Tabooo.id: Surakarta - Kraton...

Dari Lereng Lawu, Kraton Surakarta Gelar Wilujengan Kiblat Sekawan

Dari Lereng Lawu, Kraton Surakarta Gelar Wilujengan Kiblat Sekawan

by dimas
Juni 30, 2026

Kraton Surakarta menggelar Wilujengan Kiblat Sekawan di lereng Gunung Lawu sebagai tradisi Bulan Sura untuk menjaga harmoni alam, budaya, dan...

Malam 1 Suro dan Dua Takhta yang Saling Membelakangi

Malam 1 Suro dan Dua Takhta yang Saling Membelakangi

by dimas
Juni 17, 2026

Dualisme Keraton Surakarta kembali terlihat pada Malam 1 Suro 2026. Dua takhta, dua prosesi, dan satu pertanyaan: ke mana arah...

Next Post
Indonesia Siapkan 20 Ribu Pasukan untuk Gaza: Ambisi Besar di Tengah Krisis Global

Indonesia Kerahkan 20 Ribu Pasukan untuk Gaza di Tengah Krisis Global

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id