Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Solo Bergemuruh Sambut Raja Muda

by dimas
November 17, 2025
in Reality
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: News – Solo siang itu seperti disetrum energi baru. Sabtu (15/11/2025) siang, ribuan warga tumpah ruah di jalanan, menunggu satu sosok yang mencuri perhatian Indonesia: Pakoe Boewono XIV, raja muda berusia 23 tahun yang untuk pertama kalinya menyapa publik lewat Kirab Ageng usai prosesi Jumenengan. Bukan sekadar tradisi, ini adalah hari ketika Surakarta menguji kembali napas kebanggaan dan identitasnya di tengah hiruk-pikuk zaman modern.

Pakoe Boewono XIV Menyapa Warga: Solo Bergemuruh Sambut Raja Muda
Sampean Dalem Ingkang Susuhunan Kanjeng Susuhunan Senopati ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kaping 14. Sabtu (15/11/25).

“Megahnya Kirab, Meriahnya Publik”

Kirab dimulai sekitar pukul 11.40 WIB dengan kemegahan yang jarang disaksikan generasi sekarang. PB XIV berdiri gagah di atas kereta sakral Garuda Kencana, ditarik delapan kuda yang langkahnya mantap membelah padatnya lautan manusia. Busana magenta yang dikenakan sang raja seketika membuatnya jadi titik fokus seluruh tatapan. Di kiri-kanannya, prajurit keraton bersenjata busur dan aparat kepolisian berjaga ketat, memastikan prosesi berjalan tanpa hambatan.

Cuaca yang mulanya muram mendadak cerah tepat saat kirab bergerak seolah alam pun ikut mengangguk setuju pada hadirnya raja baru Surakarta. Di bagian depan barisan, kerabat keraton menunggang kuda, membawa simbol-simbol sejarah yang mempertegas panjangnya napas kerajaan Mataram.

Antusias publik sulit dibantah. Warga dari Laweyan, Banyuanyar, Jebres, hingga wisatawan luar kota berebut garis terdepan hanya untuk melihat raja muda ini meski sekilas. Ponsel terangkat ke udara, deritan kamera tak henti, dan suara teriakan bercampur tepuk tangan membentuk riuh yang jarang terdengar di pusat kota Solo. PB XIV sesekali tersenyum, mengangguk, dan melambaikan tangan sapaan kecil yang memicu sorakan panjang dari warga yang merasa “dilihat” oleh rajanya.

Hendra (27), warga Laweyan, mengaku menunggu lebih dari satu jam di Alun-alun Utara demi momen itu.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

“Saya penasaran banget karena beliau masih sangat muda. Rasanya ini momen yang jarang terjadi, jadi harus disaksikan langsung,” ujarnya.

Ia berharap PB XIV membawa stabilitas dan energi baru bagi keraton.

“Semoga PB XIV bisa memimpin lebih baik. Hari ini bersejarah banget.” tambahnya.

Dan benar saja ramainya massa hari ini memperlihatkan satu hal penting: secepat apa pun zaman bergerak, Solo tidak pernah benar-benar lepas dari napas keratonnya. Tradisi bukan hanya ritual ia adalah identitas yang warga pilih untuk mereka jaga bersama.

“Raja Baru, Harapan Lama yang Menyala Lagi”

Hari ini, Surakarta tidak hanya menyambut seorang raja muda tetapi juga menyambut harapan, kesinambungan, dan identitas yang tetap hidup meski kota terus berubah. Karena pada akhirnya, apa arti sebuah kota tanpa ingatan dan kebanggaan yang membuat warganya merasa pulang? @dimas

Tags: Pakoe Boewono XIVRaja Muda

Kamu Melewatkan Ini

Malam 1 Suro dan Dua Takhta yang Saling Membelakangi

Malam 1 Suro dan Dua Takhta yang Saling Membelakangi

by dimas
Juni 17, 2026

Dualisme Keraton Surakarta kembali terlihat pada Malam 1 Suro 2026. Dua takhta, dua prosesi, dan satu pertanyaan: ke mana arah...

Pusaka Milik Raja atau Dinasti? Konflik Lama Karaton Solo yang Tak Pernah Selesai

Pusaka Milik Raja atau Dinasti? Konflik Lama Karaton Solo yang Tak Pernah Selesai

by teguh
Juni 10, 2026

Konflik pusaka Karaton Solo kembali mencuat. Benarkah pusaka milik raja atau dinasti? ini seakan menjadi akar legitimasi yang belum selesai....

Malam 1 Suro, Karaton Surakarta Siapkan Kirab Pusaka

Malam 1 Suro, Karaton Surakarta Siapkan Kirab Pusaka

by dimas
Juni 4, 2026

Karaton Surakarta mematangkan persiapan Kirab Pusaka 1 Suro 2026. Sebanyak 5.000 peserta akan mengikuti tradisi sakral menyambut Tahun Baru Jawa....

Next Post
Indonesia Siapkan 20 Ribu Pasukan untuk Gaza: Ambisi Besar di Tengah Krisis Global

Indonesia Kerahkan 20 Ribu Pasukan untuk Gaza di Tengah Krisis Global

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id