Jumat, Mei 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Rupiah Hampir Tembus 18.000 per Dolar AS : Kita disuruh Hemat atau Donasi?

by jeje
Mei 20, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter
Rupiah turun lagi. Kali ini ke Rp17.807 per dolar AS. Bagi sebagian ekonom, angka ini mungkin terdengar teknis. Namun, buat banyak orang, artinya terasa jauh lebih sederhana: hidup bisa makin mahal. Lucunya, setiap rupiah melemah, Indonesia seperti masuk ke episode serial yang sama.

Tabooo.id – Ekonom mulai berdebat. Bank Indonesia diminta memilih: menaikkan suku bunga atau tetap bertahan sambil berharap pasar kembali tenang. Turbulensi ini terjadi ketika Rupiah turun terhadap mata uang asing. Sementara itu, rakyat menjalani rutinitas lama. Mereka diminta sabar, berhemat, dan tetap tenang.

Padahal, rasa cemas tetap muncul.

Dolar Naik, Dompet Ikut Ketarik

Masalahnya, dolar mahal bukan cuma urusan trader dengan layar monitor berlapis.

Saat dolar naik, Rupiah Turun harga impor ikut terdorong. Industri mengeluarkan biaya lebih besar untuk bahan baku. Setelah itu, ongkos produksi ikut naik. Ujungnya jelas: harga barang di sekitar kamu perlahan berubah.

Kenaikannya sering datang diam-diam.

Ini Belum Selesai

Homeless Media: Ketika Demokrasi Mulai Dikelola Algoritma

Pendidikan Indonesia Sibuk Ganti Sistem, Tapi Lupa Memanusiakan Murid

Awalnya terasa biasa saja. Namun, lama-lama belanja mingguan terasa lebih mahal. Biaya hidup ikut bergerak naik, meski pemasukan masih berjalan di tempat.

Rasanya mirip seseorang yang bilang, “Kita tetap teman.” Awalnya terdengar baik-baik saja. Namun, perlahan ia menghilang tanpa pamit.

Stabilitas atau Napas Dunia Usaha?

Sebagian ekonom mendorong Bank Indonesia menaikkan suku bunga ke 5 persen demi menahan pelemahan rupiah. Namun, ekonom lain justru meminta BI berhati-hati. Mereka khawatir bunga tinggi membuat sektor usaha makin sulit bergerak.

Artinya sederhana.

Kalau bunga naik, pelaku usaha bisa makin berat berkembang. Sebaliknya, kalau bunga tetap, rupiah berisiko makin tertekan.

Pilihan ini terasa seperti dilema anak kos akhir bulan: makan enak hari ini atau memastikan listrik tetap menyala besok.

Ini Bukan Sekadar Angka Kurs

Yang sebenarnya membuat lelah bukan angka Rp17 ribu sekian.

Masalah utamanya adalah rasa déjà vu.

Setiap rupiah melemah, publik kembali mendengar kalimat yang sama: fundamental ekonomi kuat, situasi terkendali, jangan panik.

Namun, di sisi lain, harga kebutuhan naik perlahan. Kelas menengah mulai menghitung ulang pengeluaran. Banyak orang akhirnya belajar bertahan hidup dengan standar baru.

Ironisnya, kita mulai menganggap semua ini normal.

Padahal, kalau publik terus terbiasa, mungkin masalah terbesar bukan rupiah yang melemah.

Masalah sebenarnya muncul ketika standar hidup diam-diam ikut turun, dan kita tidak lagi sadar sedang kehilangan banyak hal. @jeje

Tags: Ekonomi IndonesiaGeopolitikNasionalRupiah MelemahSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

by jeje
Mei 20, 2026

Rupiah masih bergerak di wilayah yang bikin banyak orang waswas. Harga kebutuhan belum terasa ringan, biaya hidup makin terasa sempit,...

Next Post
Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Pacitan Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Berkekuatan 6,4 Magnitudo Guncang Pacitan

Februari 6, 2026

KPK Tetapkan Reza Maullana Sebagai Tersangka Suap Proyek Kereta Api

Februari 3, 2026

Dari Desa ke Karung: Jejak Uang Korupsi Bupati Pati

Januari 22, 2026

Inbox Lebih Kalem: Saat Gmail Pakai AI Buat Ngurangin Drama Email

Mei 8, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id