Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Surakarta Kirim Undangan ke Yogyakarta: Tradisi, Diplomasi, dan Sentuhan Gen Z dari PB XIV

by sigit
November 12, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Suasana sore di Keraton Kilen, Yogyakarta, Rabu (12/11/2025), terasa berbeda. Ada nuansa teduh sekaligus simbolis ketika utusan resmi dari Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat datang membawa pesan istimewa undangan Jumenengan Dalem Noto Binayangkare SISKS Pakoe Boewono XIV untuk Sri Sultan Hamengkubuwono X. Sebuah gestur sederhana, tapi punya makna budaya yang dalam: dua pusat peradaban Jawa kembali “nyambung rasa”.


Utusan tersebut, Bendoro Raden Mas (BRM) Yudhistira Rachmat Saputro cucu almarhum Pakoe Boewono XIII disambut hangat oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Condrokirono, putri Dalem Sultan HB X. Momen itu bukan sekadar penyerahan undangan, tapi juga simbol rekatan hubungan antara Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang dulunya sempat dingin.

“Kasultanan menyampaikan respon positif saat kami mengantarkan undangan Jumenengan Dalem Noto Binayangkare SISKS Pakoe Boewono XIV,” ujar BRM Yudhistira usai prosesi penyerahan, menegaskan bahwa dua keluarga besar kerajaan ini kembali dalam satu irama harmoni.

Bagi banyak orang, momen ini lebih dari sekadar seremoni. Ini adalah pesan tentang warisan budaya, penghormatan, dan identitas Jawa yang terus hidup meski zaman makin digital. Panitia Jumenengan, GKR Timoer Rumbaikusuma Dewayani, menyebut bahwa kelancaran penyerahan undangan ini adalah pertanda baik.
“Kami bersyukur penyampaian undangan ke Kasultanan Yogyakarta berjalan lancar. Semoga acara Jumenengan nanti membawa suasana adem, ayem, dan menjadi momentum kebangkitan budaya serta persaudaraan antar-keraton di Nusantara,” ujarnya penuh harap.

Sebagai puncak dari Jumenengan Dalem Noto Binayangkare, Keraton Surakarta akan menggelar Kirab Ageng, parade sakral yang menampilkan kebesaran tradisi Jawa dari kereta pusaka, prajurit kraton, hingga gamelan yang menggema dalam ritme agung. Dan menariknya, SISKS Pakoe Boewono XIV dikenal sebagai raja muda “Gen Z” yang kuliah di Fakultas Hukum UNDIP dan lulus cumlaude perpaduan antara modernitas dan kearifan tradisi.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya


Kenapa penting buat pembaca? Karena di tengah hiruk-pikuk modernitas dan ego sosial media, dua kerajaan tua ini justru memberi pelajaran: bahwa menjaga akar budaya bukan berarti menolak masa depan, tapi menemukan pijakan yang kokoh untuk melangkah bersama.

Mungkin, di dunia yang makin bising ini, kita semua cuma butuh sedikit “nyambung rasa” juga. (Sigit)

Tags: hadiningratkratonPB XIVRaja SoloSurakarta

Kamu Melewatkan Ini

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

by Tabooo
Juni 9, 2026

Dua Kirab Malam 1 Suro di Keraton Surakarta disebut berpotensi digelar pada tanggal yang sama. Situasi ini memicu kekhawatiran karena...

Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

by Tabooo
Mei 29, 2026

Gerakan anti swapraja Surakarta bukan sekadar penolakan terhadap keraton. Ia lahir dari benturan Republik, feodalisme, ketimpangan agraria, dan kemarahan kelas...

Surakarta dan Keistimewaannya: Luka yang Belum Usai

Surakarta dan Keistimewaannya: Luka yang Belum Usai

by Tabooo
Mei 25, 2026

Surakarta pernah memiliki dasar hukum sebagai daerah istimewa. Namun gejolak politik, konflik elite, dan keputusan pusat membuat status itu membeku...

Next Post
Prabowo Pulang dari Sydney: Diplomasi Hangat, Pesan Tetangga Baik di Tengah Peta Politik Asia Pasifik

Prabowo Pulang dari Sydney: Diplomasi Hangat, Pesan Tetangga Baik di Tengah Peta Politik Asia Pasifik

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id