Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo Pulang dari Sydney: Diplomasi Hangat, Pesan Tetangga Baik di Tengah Peta Politik Asia Pasifik

by dimas
November 13, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Prabowo Subianto resmi menutup kunjungan kenegaraannya di Sydney, Australia, dengan pesan sederhana tapi strategis, “Tetangga yang baik akan saling membantu di saat kesulitan.” Kalimat itu mungkin terdengar sopan dan diplomatis, tapi di tengah gejolak geopolitik kawasan dan persaingan pengaruh besar antara Amerika Serikat dan Tiongkok, maknanya jauh lebih dalam.

Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden Prabowo dan rombongan lepas landas dari Bandar Udara Sydney Kingsford Smith pada Rabu (12/11/2025) malam sekitar pukul 21.45 waktu setempat. Keberangkatan itu dilepas langsung oleh sejumlah pejabat tinggi Australia, termasuk Menteri Usaha Kecil Anne Aly, Honourary Aide-de-Camp Brigadier Phil Bridie, hingga Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier.
Dari pihak Indonesia, Duta Besar RI Siswo Pramono dan Atase Pertahanan Laksamana TNI Yusliandi Ginting turut mengantar.

Diplomasi di Atas Kapal Perang

Selama di Sydney, Prabowo menjalankan serangkaian agenda yang padat. Mulai dari pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Anthony Albanese di Kirribilli House, upacara kenegaraan di Admiralty House bersama Gubernur Jenderal Sam Mostyn, hingga makan malam privat dengan Albanese.

Namun sorotan utama datang dari satu momen simbolik, kunjungan bersama ke Kapal HMAS Canberra, kapal perang kebanggaan Angkatan Laut Australia. Di sana, kedua pemimpin berbicara hangat tentang stabilitas kawasan dan kerja sama militer.
Bagi banyak pengamat, ini bukan sekadar kunjungan kehormatan tapi sinyal strategis bahwa Jakarta dan Canberra sedang meneguhkan kompas pertahanan baru di tengah peta panas Asia Pasifik.

Siapa Diuntungkan?

Hubungan baik Indonesia-Australia jelas menguntungkan kedua pihak.
Bagi Australia, Indonesia adalah gerbang besar ke Asia Tenggara pasar 270 juta jiwa dan mitra strategis dalam keamanan maritim, terutama soal pengawasan perairan utara.
Sementara bagi Indonesia, Australia bisa jadi sekutu penting dalam menghadapi tekanan global, terutama di bidang energi, pangan, dan militer. Prabowo tampaknya paham betul bahwa menjaga “tetangga selatan” tetap bersahabat bisa menjadi benteng tenang di tengah ketegangan Laut China Selatan.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Siapa Dirugikan?

Tak semua pihak tentu senang dengan kedekatan dua negara ini.
Tiongkok, misalnya, mungkin memandang langkah ini sebagai upaya Indonesia mendekat ke poros Barat meski Prabowo sendiri dikenal menjaga keseimbangan antara Washington, Beijing, dan Moskow.
Sementara di dalam negeri, sebagian kalangan menganggap kunjungan semacam ini terlalu simbolik dan belum menyentuh kepentingan ekonomi langsung masyarakat, seperti harga pangan, energi, dan lapangan kerja.

Diplomasi ala Prabowo: Hangat tapi Tegas

Gaya diplomasi Prabowo tampak sedikit berbeda dari para pendahulunya.
Ia bukan tipe yang membacakan teks panjang di podium internasional. Lebih banyak berbicara spontan, straight to the point, tapi dengan gesture tubuh yang penuh karisma. Dalam pertemuan dengan Albanese, ia menyelipkan humor ringan, bahkan memanggilnya dengan sapaan akrab, “My friend Albo.”

Sebuah gaya yang suka tidak suka membuat diplomasi terasa lebih manusiawi, lebih “berotot tapi bersahabat.”

Diplomasi Bukan Cuma Urusan Jet dan Jas

Kunjungan kenegaraan seperti ini sering terlihat glamor di media, pesawat kepresidenan, penyambutan karpet merah, kapal perang, dan jamuan malam. Tapi maknanya jauh lebih sederhana menjaga agar pintu antarnegara tetap terbuka ketika dunia makin tertutup oleh ego dan kepentingan.

Karena pada akhirnya, diplomasi yang paling kuat bukan diukur dari seberapa keras pidato presiden, tapi seberapa lama tetangga masih mau membuka pintu ketika badai datang. @dimas

Tags: Prabowo Subianto

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

by teguh
Juni 12, 2026

"Rakyat tidak membutuhkan narasi kemenangan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa negara bekerja." Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung itu mungkin terdengar sederhana....

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

by dimas
Juni 9, 2026

Chatib Basri bertemu Prabowo selama dua jam di Istana. Apakah ini sekadar konsultasi ekonomi atau sinyal perubahan di Dewan Ekonomi...

Next Post
Roy Suryo Cs Diperiksa Hari Ini, Kasus Ijazah Palsu Jokowi Masuk Babak Baru

Roy Suryo Cs Diperiksa Hari Ini, Kasus Ijazah Palsu Jokowi Masuk Babak Baru

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id