Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Aksi Buruh Yogyakarta Berakhir Tenang, Jalan Pulang Mencekam

by Tabooo
Mei 8, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Aksi Buruh Yogyakarta berlangsung damai selama peringatan May Day 2026 di sekitar Gedung DPRD DIY. Massa aksi menyampaikan orasi, membaca puisi, dan membubarkan diri tanpa bentrokan maupun kerusakan. Namun sekelompok orang tak dikenal kemudian menyerang sejumlah peserta aksi saat mereka meninggalkan lokasi demonstrasi.
Aksi Buruh Yogyakarta Berakhir Tenang, Jalan Pulang Mencekam
Aksi Buruh Yogyakarta Berakhir Tenang, Massa Aksi Mengaku Diserang Saat Pulang (Infografis: Tabooo)

Tabooo.id: Yogyakarta – Massa aksi Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Yogyakarta dilaporkan mengalami pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal setelah aksi berakhir. Informasi ini disampaikan berdasarkan unggahan akun Instagram Jogja Memanggil @jogjamemanggilofficial yang memuat pernyataan Aliansi Mei Melawan, Forum Cik Ditiro, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta.

Berdasarkan unggahan tersebut, aksi berlangsung pada Jumat, 1 Mei 2026 sejak pukul 13.00 WIB. Massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pendidikan (GNP) dan Aliansi Mei Melawan (AMEL) bergerak dari kawasan eks-Parkiran Abu Bakar Ali menuju Gedung DPRD DIY.

Selama lebih dari tiga jam, aksi disebut berlangsung damai. Massa melakukan orasi, pembacaan puisi, hingga penyampaian pernyataan sikap tanpa bentrokan maupun tindakan perusakan.

Pukul 16.10 WIB, aksi dinyatakan selesai. Namun sekitar 21 menit kemudian, situasi berubah.

Massa Disebut Dicegat Saat Pulang

Berdasarkan unggahan akun Instagram tersebut, sejumlah peserta aksi yang hendak meninggalkan lokasi disebut tidak diperbolehkan melintas melalui Jalan Malioboro maupun Jalan Dagen oleh kerumunan orang tak dikenal.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Massa kemudian diarahkan melewati samping Gedung DPRD DIY atau Jalan Perwakilan.

Tidak lama setelah itu, beberapa peserta aksi yang menggunakan sepeda motor disebut mendapat teriakan kasar. Salah satu kendaraan bahkan dihentikan secara paksa sebelum sekitar sepuluh orang diduga menyerang salah satu massa aksi yang disebut merupakan anggota Serikat Mahasiswa Indonesia.

Beberapa peserta aksi lain mencoba merekam kejadian menggunakan telepon genggam. Namun mereka disebut ikut dipukul berulang kali di bagian kepala dan dilarang mendokumentasikan insiden tersebut.

“Handphone-nya sempat mau dirampas paksa, yang diduga kuat agar kejadian tidak terdokumentasi,” tulis pernyataan dalam unggahan itu.

View this post on Instagram

A post shared by Aliansi Mei Melawan (@jogjamemanggilofficial)

LBH Yogya Soroti Dugaan Pembiaran

Dalam unggahan yang sama, LBH Yogyakarta menyebut terdapat sekitar 40 orang tak dikenal di sekitar lokasi kejadian.

Mereka juga menyoroti aparat kepolisian yang berjaga di dekat lokasi. Berdasarkan keterangan korban dan saksi, aparat disebut tidak segera menghentikan kekerasan yang terjadi.

Korban pertama dilaporkan mengalami luka pada tangan kiri dan nyeri kepala pasca pengeroyokan. Sementara korban kedua mengalami sakit kepala akibat pukulan berulang.

Selain luka fisik, keduanya juga disebut mengalami tekanan psikologis setelah kejadian.

“Mereka bukan pelaku kekerasan. Mereka adalah warga negara yang baru saja selesai menggunakan hak mereka untuk menyampaikan pendapat yang dijamin oleh konstitusi,” kata Wandi dari LBH Yogyakarta dalam pernyataan tersebut.

Disebut Mengulang Pola Lama

Aliansi Mei Melawan dan LBH Yogyakarta menilai insiden seperti ini bukan pertama kali terjadi di kawasan DPRD DIY dan sekitar Malioboro.

Mereka menyinggung demonstrasi penolakan revisi UU TNI pada Maret 2025 yang juga disebut menghadapi kelompok orang tak dikenal di lokasi yang sama. Dalam pernyataan itu, beberapa massa aksi perempuan bahkan dilaporkan mengalami kekerasan seksual.

Menurut mereka, pola yang muncul terlihat serupa. Kelompok tak dikenal hadir di sekitar lokasi aksi, menunggu massa membubarkan diri, lalu melakukan penyerangan.

Kasus Dilaporkan ke Polda DIY

Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polda DIY melalui laporan polisi bernomor LP/B/290/V/2026/SPKT/POLDA D.I. YOGYAKARTA tertanggal 6 Mei 2026.

Aliansi Mei Melawan, Forum Cik Ditiro, dan LBH Yogyakarta mendesak kepolisian untuk mengusut kasus secara serius, mengidentifikasi pelaku, melindungi korban dan saksi, serta membuka perkembangan penanganan perkara kepada publik.

Mereka juga menegaskan, hak menyampaikan pendapat dijamin dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 serta Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi maupun identitas terduga pelaku. @tabooo

Tags: aksi buruhAliansi Mei MelawanBuruhDemo MahasiswaDemonstrasiDPRD DIYJogja MemanggilLBH YogyakartaMay Day 2026NewsYogyakarta

Kamu Melewatkan Ini

Listyo Sigit Mau Pensiun, Tapi Siap Demo jika Desk Buruh Mandek?

Listyo Sigit Mau Pensiun, Tapi Siap Demo jika Desk Buruh Mandek?

by dimas
Agustus 21, 2026

Listyo Sigit mengaku siap memimpin demo setelah pensiun jika Desk Ketenagakerjaan Polri tak optimal. Ia meminta komitmen perlindungan buruh tetap...

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

by Tabooo
Agustus 20, 2026

Sehari setelah perayaan HUT ke-81 RI, mahasiswa turun ke jalan membawa delapan tuntutan. Di sana, makna kemerdekaan kembali dipertanyakan lewat...

BEM UI Dicegat Polisi, Ketertiban atau Pembatasan Hak?

BEM UI Dicegat Polisi, Ketertiban atau Pembatasan Hak?

by dimas
Agustus 18, 2026

BEM UI dicegat polisi saat hendak demo di Bundaran HI. Perdebatan soal ketertiban dan hak menyampaikan pendapat pun mengemuka. Tabooo.id...

Next Post
Massa May Day Yogyakarta Diduga Dikeroyok, Ini Kronologinya

Massa May Day Yogyakarta Diduga Dikeroyok, Ini Kronologinya

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id