Tabooo.id: Entertaintment – Kalau kamu kira drama perceraian cuma ada di K-drama jam 9 malam, selamat datang di realita: edisi “Na Daehoon dan Julia Prastini Season Break Forever.”
Selebgram sekaligus bapak tiga anak ini resmi mengajukan permohonan cerai di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Kabar itu dikonfirmasi langsung oleh jubir PA Jaksel, Abid. “Sudah masuk, baru Kamis siang,” katanya, seolah itu cuma urusan administrasi kayak ngurus perpanjangan SIM.
Padahal, buat netizen, ini bukan sekadar gugatan. Ini plot twist hidup dari pasangan yang dulu sering pamer “goals” relationship di Instagram.
Dari Feed Manis ke Feed Pahit
Na Daehoon dan Julia Prastini dulu dikenal sebagai pasangan visual: ganteng, cantik, kaya, followers bejibun, dan caption-nya selalu spiritual tapi seksi. Tapi seperti banyak kisah cinta digital lainnya, yang diunggah manis, ternyata dihapus pedih.
Rumor bilang, rumah tangga mereka mulai goyah karena Jule diduga dekat dengan pria lain. Netizen langsung jadi detektif virtual: stalking, membandingkan timestamp story, bahkan mencocokkan emoji yang dipakai Jule dengan komentar misterius seorang pria di kolomnya.
Di tengah semua drama itu, Daehoon memilih diam lalu sibuk kerja. Katanya, “Hari-hariku belakangan ini sibuk banget… tapi karena ada kalian, aku semangat terus.”
Terdengar manis, tapi juga agak miris. Karena mungkin, satu-satunya cinta yang tersisa sekarang cuma dari fans dan notifikasi Instagram.
Ketika Cinta Jadi Konten
Kasus Daehoon-Jule ini kayak cermin dunia hiburan hari ini: makin banyak cinta yang dibangun di depan kamera, tapi runtuh di balik layar. Cinta bukan lagi soal connection, tapi engagement rate.
Kita hidup di zaman di mana pelukan bisa jadi konten, air mata bisa jadi views, dan perpisahan bisa jadi rebranding strategy. Dulu orang menikah karena cinta. Sekarang, sebagian menikah karena kolaborasi dan algoritma.
Tapi jangan salah, Daehoon bukan korban tunggal. Dia bagian dari generasi yang terjebak antara “ingin dicintai” dan “ingin viral.”
Ketika dua hal itu bentrok, yang kalah biasanya ya: perasaan.
Ending-nya Bukan di Episode Terakhir
Daehoon menutup curhatnya dengan kalimat, “Semua hal pasti ada awal dan akhirnya… tapi rasa hangat dari kalian bakal aku inget selamanya.”
Klasik. Sedih. Tapi juga menyentuh.
Mungkin, inilah sisi manusiawi dari selebgram yang sering kita lupa: mereka juga bisa hancur, cuma bedanya hancurnya in public view.
Dan ironisnya, kita menontonnya seperti menonton sinetron sore: sambil ngemil, sambil komentar, sambil lupa kalau itu hidup nyata.
Jadi sebelum kamu komen “ih, kasihan banget” atau “pantas aja cerai,” coba berhenti sebentar. Karena mungkin, cinta di era digital memang rapuh tapi rasa ingin diperhatikan, itu tetap universal.
Mungkin besok Daehoon akan buat vlog “Move On Journey.”
Atau Jule bakal comeback dengan caption bijak: “Kadang melepaskan adalah bentuk cinta tertinggi.”
Apapun itu, kita tahu satu hal: kisah cinta digital nggak pernah benar-benar berakhir.
Hanya ganti filter. @dimas




