Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Na Daehoon dan Jule: Drama Korea Asli, Tanpa Sutradara, Tanpa Ending Bahagia

by dimas
Mei 8, 2026
in Culture
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Entertaintment – Kalau kamu kira drama perceraian cuma ada di K-drama jam 9 malam, selamat datang di realita: edisi “Na Daehoon dan Julia Prastini Season Break Forever.”

Selebgram sekaligus bapak tiga anak ini resmi mengajukan permohonan cerai di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Kabar itu dikonfirmasi langsung oleh jubir PA Jaksel, Abid. “Sudah masuk, baru Kamis siang,” katanya, seolah itu cuma urusan administrasi kayak ngurus perpanjangan SIM.

Padahal, buat netizen, ini bukan sekadar gugatan. Ini plot twist hidup dari pasangan yang dulu sering pamer “goals” relationship di Instagram.

Dari Feed Manis ke Feed Pahit

Na Daehoon dan Julia Prastini dulu dikenal sebagai pasangan visual: ganteng, cantik, kaya, followers bejibun, dan caption-nya selalu spiritual tapi seksi. Tapi seperti banyak kisah cinta digital lainnya, yang diunggah manis, ternyata dihapus pedih.

Rumor bilang, rumah tangga mereka mulai goyah karena Jule diduga dekat dengan pria lain. Netizen langsung jadi detektif virtual: stalking, membandingkan timestamp story, bahkan mencocokkan emoji yang dipakai Jule dengan komentar misterius seorang pria di kolomnya.

Ini Belum Selesai

Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta: Kisah Raden Ronggo dari Madiun

Film Pendek Bukan Soal Gaya, Tapi Cara Membaca Realitas

Di tengah semua drama itu, Daehoon memilih diam lalu sibuk kerja. Katanya, “Hari-hariku belakangan ini sibuk banget… tapi karena ada kalian, aku semangat terus.”
Terdengar manis, tapi juga agak miris. Karena mungkin, satu-satunya cinta yang tersisa sekarang cuma dari fans dan notifikasi Instagram.

Ketika Cinta Jadi Konten

Kasus Daehoon-Jule ini kayak cermin dunia hiburan hari ini: makin banyak cinta yang dibangun di depan kamera, tapi runtuh di balik layar. Cinta bukan lagi soal connection, tapi engagement rate.

Kita hidup di zaman di mana pelukan bisa jadi konten, air mata bisa jadi views, dan perpisahan bisa jadi rebranding strategy. Dulu orang menikah karena cinta. Sekarang, sebagian menikah karena kolaborasi dan algoritma.

Tapi jangan salah, Daehoon bukan korban tunggal. Dia bagian dari generasi yang terjebak antara “ingin dicintai” dan “ingin viral.”
Ketika dua hal itu bentrok, yang kalah biasanya ya: perasaan.

Ending-nya Bukan di Episode Terakhir

Daehoon menutup curhatnya dengan kalimat, “Semua hal pasti ada awal dan akhirnya… tapi rasa hangat dari kalian bakal aku inget selamanya.”
Klasik. Sedih. Tapi juga menyentuh.

Mungkin, inilah sisi manusiawi dari selebgram yang sering kita lupa: mereka juga bisa hancur, cuma bedanya hancurnya in public view.
Dan ironisnya, kita menontonnya seperti menonton sinetron sore: sambil ngemil, sambil komentar, sambil lupa kalau itu hidup nyata.

Jadi sebelum kamu komen “ih, kasihan banget” atau “pantas aja cerai,” coba berhenti sebentar. Karena mungkin, cinta di era digital memang rapuh tapi rasa ingin diperhatikan, itu tetap universal.

Mungkin besok Daehoon akan buat vlog “Move On Journey.”
Atau Jule bakal comeback dengan caption bijak: “Kadang melepaskan adalah bentuk cinta tertinggi.”
Apapun itu, kita tahu satu hal: kisah cinta digital nggak pernah benar-benar berakhir.
Hanya ganti filter. @dimas

Kamu Melewatkan Ini

TABOOO Cultural Production: Dari Budaya Menjadi Karya

TABOOO Cultural Production: Dari Budaya Menjadi Karya

by dimas
Juni 28, 2026

TABOOO Cultural Production mengubah budaya lokal Madiun Raya menjadi karya, pengetahuan, dan intellectual property melalui kolaborasi masyarakat. Tabooo.id - Sebuah...

Raden Ronggo Prawirodirjo III: Api Perlawanan dari Madiun

Raden Ronggo Prawirodirjo III: Api Perlawanan dari Madiun

by dimas
Juni 27, 2026

Raden Ronggo Prawirodirjo III menjadi simbol perlawanan dari Madiun. Kisahnya membuktikan bahwa harga diri Jawa tak pernah mudah ditaklukkan. Tabooo.id...

Suran Agung PSHW TM 2026: Keheningan yang Menyatukan Persaudaraan

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

by dimas
Juni 27, 2026

Suran Agung PSHW ke-123 menjadi momentum mempererat persaudaraan melalui konsep Purabaya, sekaligus mengajak seluruh warga menjaga ketertiban dan zero insiden....

Next Post
Petugas Keamanan Tewas Ditembak Saat Gagalkan Pencurian Motor di Cakung

Petugas Keamanan Tewas Ditembak Saat Gagalkan Pencurian Motor di Cakung

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id