Selasa, Mei 5, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Pintar Itu Banyak. Etis? Kok Jadi Minoritas?

by teguh
Mei 4, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter
Di dunia digital yang penuh kebocoran data, ransomware, dan hacker kriminal, kabar ini terasa agak “nggak biasa”.
Sementara itu, seorang siswa SMP dari Indonesia justru menemukan celah di sistem NASA dan memilih tidak menyalahgunakannya.

Tabooo.id: Edge – Jadi, pertanyaannya sederhana Kenapa yang seperti ini justru terasa langka? dan seolah negara tidak peka dan selalu datang belakangan?

Fakta yang Nggak Bisa Diabaikan

Kabar ini datang dari dua nama Rehan dari Sulawesi Selatan dan Firoos Ghathfaan Ramadhan (14) dari Subang, Jawa Barat.
Keduanya mengikuti program Vulnerability Disclosure Program (VDP) milik NASA, sebuah inisiatif resmi untuk mencari celah keamanan.

Awalnya, Rehan hanya mencoba.

“Awalnya saya mendengar adanya VDP dan berhasil menemukan kerentanan atau bug pada sistem mereka,” ujar Rehan, dikutip Jumat (24/04/2026).

Kemudian, ia berhasil mengambil username dari sistem NASA. Di sisi lain, Firoos menemukan celah pada tautan eksternal hingga namanya masuk Hall of Fame NASA.

Namun, yang menarik bukan cuma kemampuan mereka. Yang lebih penting, adalah keputusan mereka setelah menemukan celah itu.

Ini Belum Selesai

Makan Bergizi Gratis dan Bayang-Bayang “Titik Dapur” yang Diperebutkan

Ejakulasi Tidak Merusak, Ilusi Itu Yang Menghancurkan

“Temuan tersebut tidak disalahgunakan, melainkan disampaikan secara bertanggung jawab,” kata Kepala BRIN, Arif Satria, Kamis (30/04/2026).

Kontras yang Nggak Nyaman

Mari jujur sebentar. Di satu sisi:

  • Data pribadi dijual di forum gelap
  • Sistem perusahaan disandera
  • Hacker mencari keuntungan cepat

Namun di sisi lain:

  • Anak SMP menemukan celah NASA
  • Mereka memilih melapor
  • Bahkan tidak mengejar keuntungan instan

Ironisnya, dua realitas ini terjadi di waktu yang sama.

Belajar dari YouTube, Tapi Nggak Kehilangan Moral

Rehan belajar IT sejak SMP secara autodidak melalui Google dan YouTube. Sementara itu, Firoos belajar bersama komunitas, berdiskusi, dan berlatih lewat sesi Zoom.

“Aku tuh belajar bareng pas dapetnya juga barengan, tapi ada juga yang nggak dapat,” kata Firoos.

Artinya, akses belajar terbuka untuk siapa saja. Namun demikian, tidak semua orang mengambil arah yang sama. Skill bisa dipelajari. Sebaliknya, integritas harus dipilih.

Suara Ahli: Ini Bukan Soal Pintar, Tapi Karakter

Dalam banyak diskusi keamanan siber, para pakar menekankan hal yang sama.

“Kemampuan teknis itu netral. Dampaknya ditentukan oleh etika penggunanya.”

Lebih jauh lagi, seorang akademisi IT menyindir:

“Kita tidak kekurangan orang pintar. Kita kekurangan orang yang menahan diri saat punya kesempatan menyalahgunakan.”

Dengan kata lain, masalahnya bukan kapasitas. Masalahnya adalah kontrol diri.

Twist Tabooo

Ini bukan sekadar cerita anak SMP yang hebat. Sebaliknya, ini adalah potret anomali moral di era digital. Di sistem yang:

  • menghargai kecepatan
  • memuja hasil instan
  • dan sering menormalisasi “asal bisa”

Maka, pilihan untuk tidak menyalahgunakan kemampuan justru menjadi sesuatu yang jarang.

Human Impact: Ini Soal Kamu Juga

Hari ini mungkin kamu bukan hacker. Namun, kamu tetap hidup di dunia yang sama:

  • punya akses
  • punya pilihan
  • punya kesempatan memanfaatkan celah

Jadi, pertanyaannya tetap relevan Kalau kamu bisa curang, apakah kamu akan melakukannya?

Analisis Tabooo (Nyentil)

Kita sering bangga dengan narasi “anak Indonesia diakui dunia”. Akan tetapi, kita jarang bertanya Apakah sistem kita juga menghargai kejujuran seperti itu?

Karena faktanya:

  • yang jujur sering dianggap polos
  • yang licik justru sering disebut pintar

Closing

Firoos dan Rehan sudah membuktikan satu hal Pintar itu umum. Tidak menyalahgunakan, itu pilihan. Pada akhirnya, di dunia hari ini itu justru yang paling langka.

Kalimat Nyentil

Kalau semua orang bisa jadi hacker, maka yang membedakan bukan skill melainkan keputusan saat tidak ada yang melihat. @teguh

Tags: AkademisiAnakbrinDataGoogleHacker KriminalITIT Aalamy SubangnasaRansomwareSMPVDPYouTube

Kamu Melewatkan Ini

Ditemukan NASA, Diapresiasi Negara: Kenapa Selalu Urutannya Begini?

Ditemukan NASA, Diapresiasi Negara: Kenapa Selalu Urutannya Begini?

by teguh
Mei 4, 2026

Di sebuah sekolah di Subang, seorang anak 14 tahun menerima hadiah tablet dari negara. Momen itu terasa sederhana hampir simbolik....

Bocah 14 Tahun, NASA, dan Negara yang Selalu Datang Terlambat

Bocah 14 Tahun, NASA, dan Negara yang Selalu Datang Terlambat

by teguh
Mei 4, 2026

Halaman sekolah di Subang tampak tenang seragam rapi, suara siswa, dan rutinitas yang terasa familiar. Namun siang itu, satu fakta...

Siswa SMP Indonesia Temukan Bug NASA, BRIN Turun Tangan

Siswa SMP Indonesia Temukan Bug NASA, BRIN Turun Tangan

by teguh
Mei 3, 2026

Prestasi tak selalu datang dari usia matang. Di tengah dominasi teknologi global, seorang siswa SMP dari Indonesia justru mencuri perhatian...

Next Post
Mengaku Keturunan Nabi, Lalu Tersangka: Apa yang Terjadi di Balik Ponpes Pati?

Mengaku Keturunan Nabi, Lalu Tersangka: Apa yang Terjadi di Balik Ponpes Pati?

Pilihan Tabooo

Buku, Diskusi, dan Anak Muda: Cara Komunitas Madiun Book Party Menghidupkan Literasi Kota

Buku, Diskusi, dan Anak Muda: Cara Komunitas Madiun Book Party Menghidupkan Literasi Kota

Mei 3, 2026

Realita Hari Ini

Jual Beli Titik Dapur MBG Mengemuka, Siapa Bermain di Program Makan Gratis?

Jual Beli Titik Dapur MBG Mengemuka, Siapa Bermain di Program Makan Gratis?

Mei 5, 2026

Jurnalis di Papua Terus Diteror, Kebebasan Pers Masih Sekadar Janji?

Mei 5, 2026

Virus Langka Pecah di Laut: 3 Tewas, Dunia Mulai Khawatir

Mei 5, 2026

Saat Dunia Guncang, Barito Pacific Justru Tancap Gas 200% Lebih

Mei 5, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id