Prestasi tak selalu datang dari usia matang. Di tengah dominasi teknologi global, seorang siswa SMP dari Indonesia justru mencuri perhatian dunia. Bukan karena sensasi, tapi karena integritas.
Tabooo.id: Nasional – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, memberikan apresiasi langsung kepada Firoos Ghathfaan Ramadhan (14), siswa kelas 8 SMP IT Aalamy Subang, Jawa Barat. Firoos sebelumnya mendapat pengakuan dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) setelah menemukan celah keamanan dalam sistem mereka.
Apresiasi itu diberikan dalam bentuk tablet premium saat Arif mengunjungi sekolah Firoos, Kamis (30/04/2026). Kunjungan tersebut dilakukan usai kegiatan panen padi benih unggul di wilayah Subang.
Arif menegaskan, capaian Firoos bukan hal biasa. Ia bahkan telah masuk dalam daftar Hall of Fame NASA karena kontribusinya dalam mengidentifikasi bug pada tautan eksternal sistem tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan untuk berkunjung ke SMP IT Aalamy Subang dan menemui Ananda Firoos. Ini adalah salah seorang siswa kelas 8 yang sukses mendapatkan Hall of Fame dari NASA karena berhasil menemukan celah pada tautan eksternal NASA,” ujar Arif dalam keterangan resminya.
Namun, yang membuat kisah ini lebih dari sekadar prestasi adalah pilihan Firoos setelah menemukan celah tersebut. Ia tidak menyalahgunakan temuannya, melainkan melaporkannya secara bertanggung jawab.
“Firoos menyampaikan temuan tersebut sebagai bahan penyempurnaan sistem yang ada di sana. Jadi beliau mengetahui celah dari berbagai institusi, tidak hanya NASA, tetapi juga berbagai institusi yang ada di Indonesia. Namun beliau menyampaikan masukan-masukan tersebut agar menjadi perbaikan dan tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak baik,” lanjut Arif.
Langkah ini menjadi sorotan penting. Di tengah maraknya eksploitasi celah digital untuk kepentingan pribadi, Firoos justru memilih jalur etis. Sebuah keputusan yang jarang, tapi krusial.
BRIN pun melihat potensi besar dari generasi muda seperti Firoos. Arif berharap apresiasi ini bisa menjadi pemantik semangat bagi talenta lain di bidang riset dan teknologi.
“Kami memberikan apresiasi kepada Firoos, dan insya Allah Firoos akan menjadi orang yang hebat, orang yang bermanfaat, serta mampu membuat Indonesia menjadi lebih hebat dan maju lagi,” ujarnya.
Twist (Tabooo Style)
Ini bukan sekadar cerita siswa jenius yang tembus NASA. Ini tentang pilihan ketika kemampuan tinggi bertemu integritas, di situlah masa depan benar-benar dibentuk.
Human Impact
Buat kamu yang hidup di era digital, kisah ini relevan. Bakat saja tidak cukup. Dunia butuh orang pintar tapi lebih butuh orang yang tahu batas.
Closing
Di usia 14 tahun, Firoos sudah memilih jalan yang bahkan orang dewasa sering gagal ambil. Pertanyaannya sekarang kalau kamu ada di posisinya, kamu akan melakukan hal yang sama?
Kalimat Nyentil
Pintar itu biasa. Tapi jujur saat punya peluang curang? Itu langka. @teguh





