Jumat, Juni 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Buruh Madiun Kritik May Day di Monas: Perjuangan atau Sekadar Hura-hura?

by jeje
Mei 1, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Madiun berubah jadi panggung kritik. Puluhan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) turun ke jalan, Jumat (1/5/2026), membawa satu pesan utama: perjuangan buruh belum selesai.

Aksi yang digelar di Alun-Alun Kota Madiun itu tidak hanya menyuarakan tuntutan. Mereka juga secara terbuka mengkritik perayaan May Day di Monas, Jakarta Pusat, yang dinilai jauh dari realita buruh di daerah.

Kritik untuk Perayaan May Day di Jakarta

Ketua SBMR, Aris Budiono, menilai peringatan di Monas tidak mencerminkan kondisi buruh saat ini. Ia menyebut kegiatan tersebut lebih menyerupai hiburan ketimbang perjuangan.

“Kami mengecam aksi yang di Monas Jakarta. Itu bukan perjuangan buruh, karena di sana pesta hura-hura. Bolehlah pesta hura-hura kalau nasib buruh sudah mapan,” ujar Aris.

Pernyataan itu menjadi titik konflik. Di satu sisi, ada perayaan besar di ibu kota. Di sisi lain, buruh daerah masih bergulat dengan persoalan dasar.

Ini Belum Selesai

PB XIV Hangabehi Turunkan 14 Pusaka di Tengah Dualisme Keraton

Pakoe Boewono XIV Purbaya Batal Kirab Pusaka, Ada Apa?

Kesenjangan Upah Jadi Sorotan

Dalam orasinya, buruh menyoroti ketimpangan upah yang dinilai semakin lebar, khususnya di Jawa Timur. Aris menyebut selisih upah antara Madiun dan Surabaya bisa mencapai hampir dua kali lipat.

“Di Madiun sekitar Rp2,5 juta, sementara di Surabaya sudah lebih dari Rp5 juta. Ini sangat timpang dan bentuk diskriminasi,” tegasnya.

Masalahnya tidak berhenti di angka. Harga kebutuhan pokok di kedua wilayah relatif sama. Artinya, daya beli buruh di daerah jauh lebih tertekan.

Praktik Penahanan Ijazah

Selain soal upah, buruh juga menyoroti praktik penahanan ijazah oleh perusahaan. Fenomena ini disebut masih banyak terjadi dan belum tertangani serius.

“Ini seperti gunung es. Terlihat satu di permukaan, tapi sebenarnya banyak di bawah,” kata Aris.

SBMR bahkan mengaku siap menyerahkan data perusahaan yang melakukan praktik tersebut kepada pemerintah dan pengawas ketenagakerjaan.

Sepuluh Tuntutan Buruh

Dalam aksi tersebut, buruh membawa sedikitnya sepuluh tuntutan. Mulai dari penghapusan diskriminasi upah, sistem ketenagakerjaan yang adil, hingga pengesahan undang-undang yang berpihak pada pekerja.

Mereka juga menuntut kewajiban mempekerjakan penyandang disabilitas, pendidikan dan kesehatan gratis, serta penurunan harga kebutuhan pokok.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Spanduk berisi kritik tajam terbentang, menjadi simbol kegelisahan yang belum terjawab.

Bukan Sekadar Aksi Tahunan

May Day seharusnya jadi momentum refleksi. Tapi bagi buruh di Madiun, ini lebih dari sekadar peringatan.

Ini tentang realita yang belum berubah. @jeje

Tags: BuruhHari BuruhKota MadiunmadiunMay Day

Kamu Melewatkan Ini

KPK Usut Dugaan Izin Macet Tanpa Dana CSR

KPK Usut Dugaan Izin Macet Tanpa Dana CSR

by eko
Mei 16, 2026

CSR dipakai sebagai alat tekanan terhadap pihak swasta di Kota Madiun. Banyak pelaku usaha sering mengeluhkan satu hal: izin berjalan...

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

by Tabooo
Mei 11, 2026

Bagus Panuntun diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan yang menyeret Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Dari luar, ini...

Konsep Otomatis

Pemerintah Madiun dalam Sorotan KPK: Ketika Sistem Terlalu Lama Dibiarkan

by jeje
Mei 11, 2026

Di Kota Madiun, cerita itu seperti membuka bab baru dari buku lama. Sebab, kasus yang kini menyeret sejumlah nama di...

Next Post
May Day di Parlemen: Buruh Menagih Hak Bicara dalam UU Ketenagakerjaan

May Day di DPR: Buruh Menagih Hak Bicara dalam UU Ketenagakerjaan

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id