Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Politik Bukan Matematika, Tapi Banyak Salah Hitung

by dimas
November 18, 2025
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Kalau politik diibaratkan kelas matematika, DPR mungkin jadi tempat di mana “1 + 1 = kompromi.”
Dan kalau kamu tanya siapa gurunya? Ya jelas, Bu Puan.
Ketua DPR RI itu baru saja berbagi cerita soal betapa ribetnya jadi pimpinan DPR. Katanya, ia harus mengatur delapan fraksi agar tetap sejalan “demi bangsa.”
Tapi ya gitu, kadang jalannya ke arah bangsa, kadang malah ke arah masing-masing.

Politik Itu Bukan Matematika, Tapi Kok Tetap Banyak yang Salah Hitung?
Ilustrasi “kelas DPR” gaduh dengan pesan di papan tulis: “Jangan kelihatan ribut di depan publik.”

Puan Maharani dan Rumus Politik Tak Pasti

Dalam acara Parlemen Remaja di Senayan, Puan tampil bak political mom friend bijak, sabar, tapi tetap realistis.
“Namanya politik itu nggak bisa mau-maunya sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa politik bukanlah “hitungan satu tambah satu.”
Masuk akal, sih. Soalnya di DPR, satu tambah satu bisa berarti sembilan kursi tambahan.

Puan menegaskan bahwa perbedaan di DPR harus selesai lewat musyawarah, bukan drama.
Menurutnya, perdebatan keras tetap boleh terjadi, asalkan jangan ditonton publik.
Wah, berarti yang sering kita lihat di siaran rapat itu cuma latihan akting ya?
Oscar perlu bikin kategori baru: Best Kompromi Kolektif.

Gen Z, Saatnya Turun ke Arena Politik

Tapi bagian paling menarik bukan soal dramanya, melainkan ajakan Puan untuk generasi muda.
Ia mengajak anak muda supaya tidak antipolitik.
“Kalau mau membangun bangsa, harus lewat lembaga politik,” tegasnya.

Ini Belum Selesai

Korupsi yang Tak Pernah Pergi: Reformasi Salah Jalan atau Setengah Jalan?

Seblak Pedas, Burnout, dan Perempuan Modern

Pernyataannya masuk akal. Kalau Gen Z cuma nonton dan komentar di Twitter, siapa yang bakal duduk di kursi rapat nanti?
Masalahnya, banyak anak muda sekarang lebih percaya sama AI daripada parpol, lebih nyaman debat di Discord ketimbang di ruang sidang.
Wajar sih, soalnya rapat online teman kampus aja sering lebih produktif daripada sidang resmi.

Politik Kita, Logika yang Sering Diskon

Tapi di balik semua guyonan itu, ada sindiran serius buat kita.
Kita sering menertawakan politik seolah itu hiburan mingguan, padahal yang sedang dimainkan adalah masa depan kita sendiri.
Kalau generasi muda terus cuek, kursi-kursi DPR bakal diisi lagi oleh orang-orang yang menganggap kompromi itu bagi-bagi jatah, bukan bagi-bagi ide.

Jadi, Puan mungkin benar. Politik memang bukan hitungan 1 tambah 1.
Kadang hasilnya 3, kadang malah minus satu tergantung siapa yang pegang kalkulator.
Tapi kalau generasi muda mulai ikut main, mungkin hasilnya bisa lebih masuk akal.
Bukan karena rumusnya berubah, tapi karena pemainnya ganti.

Punchline:

Di negeri ini, yang sering salah bukan logikanya… tapi siapa yang ngitung. @dimas

Kamu Melewatkan Ini

VOC Runtuh karena Korupsi, Kenapa Indonesia Mengulang Pola yang Sama?

VOC Runtuh karena Korupsi, Kenapa Indonesia Mengulang Pola yang Sama?

by dimas
Mei 13, 2026

VOC runtuh karena korupsi besar, penggelapan uang, dan permainan elite kekuasaan. Dua abad berlalu, Indonesia masih menghadapi pola lama jabatan...

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

by eko
Mei 13, 2026

Kucumbu Tubuh Indahku bukan sekadar film yang memancing kontroversi. Film karya Garin Nugroho itu berubah menjadi simbol benturan besar antara...

Reformasi 1998: Luka yang Masih Menunggu Keadilan

Reformasi 1998: Luka yang Masih Menunggu Keadilan

by Naysa
Mei 13, 2026

Reformasi 1998 tidak hanya menjatuhkan rezim Orde Baru, tapi juga membuka janji besar tentang demokrasi, hukum, dan hak asasi manusia....

Next Post
Kang Solah from Kang Mak x Nenek Gayung: Horor, Humor, dan Kegilaan yang Tak Mau Tahu Batas

Kang Solah dari Kang Mak x Nenek Gayung: Horor, Humor, dan Kegilaan Tanpa Batas

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id