Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bukan Cuma Tarik Uang: Saat Hujan, Tukang Parkir Ini Bekerja Lebih

by eko
April 24, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Kita sering menganggap tukang parkir hanya berdiri, meniup peluit, lalu meminta uang. Tapi bagaimana jika, di saat kita berteduh dari hujan, justru mereka yang menjaga barang kita tetap kering?

Tabooo.id: Regional – Hujan turun deras sore itu. Jalanan basah, langit menggelap, dan orang-orang bergegas mencari tempat berteduh. Sebagian berlari masuk ke rumah makan, sebagian lagi menepi di bawah kanopi.

Tapi di sudut parkiran itu, satu orang tetap berdiri. Seorang tukang parkir. Tanpa tempat berlindung yang layak. Tanpa perlindungan dari hujan yang makin deras. Ia tetap di sana, bukan untuk berteduh, melainkan untuk menjaga.

Motor-motor yang ditinggalkan pemiliknya satu per satu ia perhatikan. Air mulai menggenang di jok. Helm-helm perlahan basah. Dan tanpa ada yang meminta, ia mulai bergerak.

Bukan Berteduh, Tapi Bertahan

Ia mengambil kanebo, lalu mengelap jok motor satu per satu.

Gerakannya sederhana, tapi berulang.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Helm yang tertinggal ia tutup dengan plastik. Posisi kendaraan ia geser sedikit demi sedikit agar tidak terkena tampias hujan.

Tidak ada fasilitas khusus. Hanya inisiatif.

Di tengah hujan yang makin deras, ia justru bekerja lebih keras.

Lebih dari Sekadar “Tarik Uang”

Selama ini, profesi tukang parkir sering dipersempit dalam satu persepsi: orang yang berdiri, memberi isyarat, lalu meminta uang.

Sebagian orang bahkan melihatnya sebagai gangguan kecil yang “terpaksa” dibayar.

Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.

Mereka mengatur kendaraan agar tidak semrawut. Mengawasi dari risiko pencurian. Membantu keluar masuk kendaraan di ruang sempit. Dan dalam kondisi tertentu, seperti hujan, mereka menjadi penjaga yang bahkan lebih peduli daripada pemiliknya sendiri.

Masalahnya, kerja-kerja seperti ini jarang terlihat.

Yang Kita Lihat vs Yang Sebenarnya Terjadi

Kita datang, parkir, lalu pergi. Interaksi kita dengan tukang parkir sering hanya beberapa detik. Setelah itu, kita tidak tahu apa yang terjadi.

Kita tidak tahu bagaimana mereka berdiri berjam-jam di bawah panas atau hujan.
Kita tidak tahu bagaimana mereka menjaga barang milik orang lain tanpa jaminan apa pun.

Dan karena kita tidak melihat, kita cenderung meremehkan.

“Saya sempat kaget. Waktu balik, jok motor saya sudah kering, helm juga ditutupin plastik. Padahal hujan deras banget tadi,” kata Putra (23), pengunjung rumah makan asal Wonogiri.

“Jujur, biasanya saya mikir tukang parkir ya cuma bantu arah parkir. Tapi ini beda. Dia benar-benar jagain. Jadi ngerasa oh, ternyata kerja mereka gak sesederhana yang saya kira.” tambahnya.

Kerja Nyata, Penghargaan Minim

Di balik dedikasi itu, ada realitas yang jarang dibahas.

Sebagian besar tukang parkir bekerja dalam sistem informal. Tanpa kontrak jelas, jaminan kesehatan dan perlindungan.

Penghasilan mereka pun tidak menentu. Bergantung pada jumlah kendaraan, lokasi, bahkan cuaca.

Ironisnya, di tengah ketidakpastian itu, banyak dari mereka tetap memilih bekerja dengan tanggung jawab penuh.

Bukan karena diawasi. Bukan karena aturan.

Tapi karena ada kesadaran: kalau orang sudah menitipkan, berarti harus dijaga.

Ini Bukan Cuma Soal Parkir

Cerita ini bukan sekadar tentang tukang parkir.

Ini tentang bagaimana kita melihat pekerjaan orang lain. Tentang bagaimana kita memberi label tanpa memahami proses di baliknya.

Banyak pekerjaan yang terlihat sederhana, tapi menyimpan tanggung jawab besar.

Siapa yang Sebenarnya Kurang?

Kita mungkin pernah merasa keberatan saat harus membayar parkir.

Tapi setelah melihat satu adegan sederhana seorang tukang parkir mengeringkan jok motor di tengah hujan pertanyaan itu berubah.

Apakah benar mereka tidak bekerja?

Atau justru kita yang tidak pernah benar-benar melihat?

Karena bisa jadi, selama ini bukan mereka yang kurang.

Tapi kita yang kurang peduli.@eko

Tags: Berita ViralHujan derasHuman InterestKisah NyataKota SoloNasionalparkirpekerja informalrealita sosialRefleksi SosialSoloSurakarta

Kamu Melewatkan Ini

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

by teguh
Oktober 13, 2026

Museum tak harus menunggu pengunjung datang. Kali ini, koleksi sejarah dan budaya Solo yang biasanya tersimpan di gedung museum justru...

Patriot Bengawan Bidik Posisi Kedua PORPROV Jateng

Patriot Bengawan Bidik Posisi Kedua PORPROV Jateng

by eko
Oktober 8, 2026

Patriot Bengawan siap berlaga di PORPROV Jateng 2026. Kontingen Surakarta membidik posisi kedua dengan target 95 medali emas. Tabooo.id: Surakarta...

Api Padam, Panas Belum Pergi: Apa yang Sebenarnya Terjadi di TPA Putri Cempo?

Api Padam, Panas Belum Pergi: Apa yang Sebenarnya Terjadi di TPA Putri Cempo?

by teguh
September 25, 2026

Api kembali muncul di TPA Putri Cempo, Solo, Kamis 24/9/2026. Petugas sebelumnya terus membasahi titik panas setelah kebakaran besar melanda...

Next Post
Guru Honorer Tak Digaji Berbulan-bulan, Saat Birokrasi Lebih Cepat dari Keadilan?

Guru Honorer Tak Digaji Berbulan-bulan, Saat Birokrasi Lebih Cepat dari Keadilan?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id