Selasa, April 28, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Bukan Cuma Tarik Uang: Saat Hujan, Tukang Parkir Ini Bekerja Lebih

by eko
April 24, 2026
in News, Regional
A A
Home News
Share on FacebookShare on Twitter
Kita sering menganggap tukang parkir hanya berdiri, meniup peluit, lalu meminta uang. Tapi bagaimana jika, di saat kita berteduh dari hujan, justru mereka yang menjaga barang kita tetap kering?

Tabooo.id: Regional – Hujan turun deras sore itu. Jalanan basah, langit menggelap, dan orang-orang bergegas mencari tempat berteduh. Sebagian berlari masuk ke rumah makan, sebagian lagi menepi di bawah kanopi.

Tapi di sudut parkiran itu, satu orang tetap berdiri. Seorang tukang parkir. Tanpa tempat berlindung yang layak. Tanpa perlindungan dari hujan yang makin deras. Ia tetap di sana, bukan untuk berteduh, melainkan untuk menjaga.

Motor-motor yang ditinggalkan pemiliknya satu per satu ia perhatikan. Air mulai menggenang di jok. Helm-helm perlahan basah. Dan tanpa ada yang meminta, ia mulai bergerak.

Bukan Berteduh, Tapi Bertahan

Ia mengambil kanebo, lalu mengelap jok motor satu per satu.

Gerakannya sederhana, tapi berulang.

Ini Belum Selesai

Kecelakaan Kereta Api di Bekasi, Gerbong Wanita Ringsek

Harga PS5 Terbaru 2026: Tembus Rp11 Juta

Helm yang tertinggal ia tutup dengan plastik. Posisi kendaraan ia geser sedikit demi sedikit agar tidak terkena tampias hujan.

Tidak ada fasilitas khusus. Hanya inisiatif.

Di tengah hujan yang makin deras, ia justru bekerja lebih keras.

Lebih dari Sekadar “Tarik Uang”

Selama ini, profesi tukang parkir sering dipersempit dalam satu persepsi: orang yang berdiri, memberi isyarat, lalu meminta uang.

Sebagian orang bahkan melihatnya sebagai gangguan kecil yang “terpaksa” dibayar.

Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.

Mereka mengatur kendaraan agar tidak semrawut. Mengawasi dari risiko pencurian. Membantu keluar masuk kendaraan di ruang sempit. Dan dalam kondisi tertentu, seperti hujan, mereka menjadi penjaga yang bahkan lebih peduli daripada pemiliknya sendiri.

Masalahnya, kerja-kerja seperti ini jarang terlihat.

Yang Kita Lihat vs Yang Sebenarnya Terjadi

Kita datang, parkir, lalu pergi. Interaksi kita dengan tukang parkir sering hanya beberapa detik. Setelah itu, kita tidak tahu apa yang terjadi.

Kita tidak tahu bagaimana mereka berdiri berjam-jam di bawah panas atau hujan.
Kita tidak tahu bagaimana mereka menjaga barang milik orang lain tanpa jaminan apa pun.

Dan karena kita tidak melihat, kita cenderung meremehkan.

“Saya sempat kaget. Waktu balik, jok motor saya sudah kering, helm juga ditutupin plastik. Padahal hujan deras banget tadi,” kata Putra (23), pengunjung rumah makan asal Wonogiri.

“Jujur, biasanya saya mikir tukang parkir ya cuma bantu arah parkir. Tapi ini beda. Dia benar-benar jagain. Jadi ngerasa oh, ternyata kerja mereka gak sesederhana yang saya kira.” tambahnya.

Kerja Nyata, Penghargaan Minim

Di balik dedikasi itu, ada realitas yang jarang dibahas.

Sebagian besar tukang parkir bekerja dalam sistem informal. Tanpa kontrak jelas, jaminan kesehatan dan perlindungan.

Penghasilan mereka pun tidak menentu. Bergantung pada jumlah kendaraan, lokasi, bahkan cuaca.

Ironisnya, di tengah ketidakpastian itu, banyak dari mereka tetap memilih bekerja dengan tanggung jawab penuh.

Bukan karena diawasi. Bukan karena aturan.

Tapi karena ada kesadaran: kalau orang sudah menitipkan, berarti harus dijaga.

Ini Bukan Cuma Soal Parkir

Cerita ini bukan sekadar tentang tukang parkir.

Ini tentang bagaimana kita melihat pekerjaan orang lain. Tentang bagaimana kita memberi label tanpa memahami proses di baliknya.

Banyak pekerjaan yang terlihat sederhana, tapi menyimpan tanggung jawab besar.

Siapa yang Sebenarnya Kurang?

Kita mungkin pernah merasa keberatan saat harus membayar parkir.

Tapi setelah melihat satu adegan sederhana seorang tukang parkir mengeringkan jok motor di tengah hujan pertanyaan itu berubah.

Apakah benar mereka tidak bekerja?

Atau justru kita yang tidak pernah benar-benar melihat?

Karena bisa jadi, selama ini bukan mereka yang kurang.

Tapi kita yang kurang peduli.@eko

Tags: Berita ViralHujan derasHuman InterestIndonesiaKisah NyataKota Soloparkirpekerja informalrealita sosialRefleksi SosialSoloSurakarta

Kamu Melewatkan Ini

Katanya Setara, Tapi Kenapa Hak Buruh Masih Jomplang?

Katanya Setara, Tapi Kenapa Hak Buruh Masih Jomplang?

by eko
April 27, 2026

Semua buruh katanya punya hak yang sama. Sekilas, ini terdengar adil. Namun, ketika kamu melihat lebih dekat, kenyataannya justru terasa...

Kampus dan Pabrik: Lulusan Membludak, Tenaga Siap Pakai Masih Langka?

Kampus dan Pabrik: Lulusan Membludak, Tenaga Siap Pakai Masih Langka?

by teguh
April 27, 2026

Di tengah ledakan jumlah sarjana setiap tahun, satu pertanyaan lama masih menggantung kenapa perusahaan terus mengeluh kekurangan tenaga kerja siap...

Hari Buruh: Perjuangan atau Rutinitas?

Hari Buruh: Perjuangan atau Rutinitas?

by teguh
April 26, 2026

Setiap 1 Mei, jalanan penuh spanduk, panggung orasi, dan janji lama. Namun pertanyaannya tetap sama apakah Hari Buruh masih menjadi...

Next Post
Guru Honorer Tak Digaji Berbulan-bulan, Saat Birokrasi Lebih Cepat dari Keadilan?

Guru Honorer Tak Digaji Berbulan-bulan, Saat Birokrasi Lebih Cepat dari Keadilan?

Pilihan Tabooo

Dari Layar ke Realita: Film”Unseen, Unannounced” Bongkar Kejujuran yang Lama Disembunyikan

Dari Layar ke Realita: Screning Film “Unseen, Unannounced” Bongkar Kejujuran yang Lama Disembunyikan

April 22, 2026

Realita Hari Ini

Vote Buying Terancam Punah? KPK Dorong Larangan Uang Kartal di Pemilu

Vote Buying Terancam Punah? KPK Dorong Larangan Uang Kartal di Pemilu

April 27, 2026

47.000 Kejahatan, 468 Terdakwa: El Salvador Hajar MS-13

April 27, 2026

Prabowo Dikabarkan Rombak Kabinet Hari Ini, Siapa Kehilangan Kursi?

April 27, 2026

Kabinet Selalu Berubah: Prabowo Sedang Merapikan atau Mengacak Kekuasaan?

April 27, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id