Minggu, Juni 7, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sukarno, Orang Kiri, Revolusi & G30S 1965: Siapa Sebenarnya Sukarno?

by Tabooo
Mei 8, 2026
in Culture, Tabooo Book Club
A A
Home Culture Tabooo Book Club
Share on FacebookShare on Twitter
Sukarno, Orang Kiri, Revolusi & G30S 1965 bukan buku yang datang untuk menenangkan. Buku ini justru membuka luka lama yang belum pernah benar-benar selesai. Ia memaksa kamu mempertanyakan ulang satu hal mendasar: siapa sebenarnya Sukarno yang selama ini kamu kenal?

Tabooo.id: Tabooo Book Club – Buku ini tidak datang untuk memuja. Buku ini datang untuk mengganggu cara kamu berpikir.

Dalam buku Sukarno, Orang Kiri, Revolusi & G30S 1965, Ong Hok Ham tidak melihat Sukarno sebagai sosok hitam-putih. Sebaliknya, ia membongkar lapisan yang narasi resmi selama ini sembunyikan. Ia menempatkan Sukarno bukan sebagai simbol, tapi sebagai manusia.

Sukarno: Antara Mitos dan Realitas

Sejak awal, buku ini menegaskan satu hal, Sukarno adalah figur kompleks. Ia bukan hanya pemimpin revolusi. Namun juga produk zaman, konflik, dan tekanan politik.

Di bagian awal (Sukarno: Mitos dan Realitas, halaman 1), Ong Hok Ham langsung menegaskan bahwa Sukarno bukan sekadar tokoh sejarah. Ia menunjukkan bagaimana kekuasaan dan kebutuhan politik membentuk Sukarno menjadi sebuah konstruksi narasi.

Namun, di sinilah konflik muncul.

Ini Belum Selesai

Lirik Asli Genjer-Genjer: Lagu yang Dipaksa Memikul Dosa Politik

Film Jangan Buang Ibu: Kesepian di Balik Pengorbanan

Apakah kita mengenal Sukarno yang asli? Atau hanya versi yang sudah “dipoles”?

Nasionalisme, Kiri, dan Tuduhan Ideologi

Banyak yang melabeli Sukarno sebagai “orang kiri”. Tapi buku ini tidak langsung mengiyakan.

Sebaliknya, Ong Hok Ham menunjukkan bahwa Sukarno justru memainkan banyak spektrum ideologi sekaligus, di antaranya nasionalisme, Islamisme, dan marxisme.

Masalahnya, publik sering menyederhanakan itu.

Padahal, dalam konteks sejarah, Sukarno bukan ideolog murni. Ia adalah politisi yang membaca momentum.

Dan di titik ini, narasi mulai retak.

Informasi Buku

Sukarno, Orang Kiri, Revolusi & G30S 1965: Siapa Sebenarnya Sukarno?

Judul: Sukarno, Orang Kiri, Revolusi & G30S 1965

Penulis: Ong Hok Ham

Penerbit: Komunitas Bambu

Tahun Terbit: 2009

Kota Terbit: Jakarta

Jumlah Halaman: ±210 halaman

ISBN: 979-3731-52-4

Kategori: Sejarah, Politik Indonesia, Biografi Tokoh

Bahasa: Indonesia

Dimensi Buku: ±14 x 21 cm

G30S 1965: Sukarno di Tengah Badai

Bagian paling berat muncul ketika buku masuk ke periode G30S 1965.

Bukan sekadar peristiwa politik. Ini adalah titik di mana Sukarno kehilangan kendali atas narasi yang selama ini ia bangun.

Dalam refleksi penulis, Sukarno justru menjadi korban dari konflik yang ia sendiri tidak sepenuhnya kuasai.

Ironisnya?

Figur yang membangun negara ini justru menghadapi kekuatan yang jauh lebih besar dari dirinya—dan pada akhirnya kehilangan kendali.

Ini Bukan Sekadar Sejarah

Buku ini tidak sekadar bercerita tentang Sukarno.

Buku ini menunjukkan bagaimana kekuasaan membentuk sejarah. Bagaimana mereka memilih narasi. Dan bagaimana mereka mengarahkan publik untuk percaya.

Karena pada akhirnya, sejarah bukan hanya tentang masa lalu. Melainkan tentang siapa yang mengontrol cerita.

Tags: narasi sejarahPolitik Indonesiarevolusi IndonesiaSejarah IndonesiaTabooo Book Club

Kamu Melewatkan Ini

Patung Mahapatih gajah Mada: Ancaman Terbesar Bangsa Datang dari Dalam?

Patung Mahapatih gajah Mada: Ancaman Terbesar Bangsa Datang dari Dalam?

by teguh
Juni 6, 2026

Di tengah lalu lintas yang terus bergerak dan hiruk-pikuk kehidupan modern, sebuah patung Mahapatih Gajah Mada berdiri tegak di salah...

Saujana Malam dan Monumen Perahu Penjaga Sejarah Mojokerto

Saujana Malam dan Monumen Perahu Penjaga Sejarah Mojokerto

by teguh
Juni 5, 2026

Malam perlahan menyelimuti Kota Mojokerto. Sisa cahaya senja tenggelam di balik cakrawala. Lampu-lampu jalan mulai mengambil alih tugas matahari dan...

Majapahit Tidak Dikalahkan Musuh, Tapi Ego Elitnya Sendiri

Majapahit Tidak Dikalahkan Musuh, Tapi Ego Elitnya Sendiri

by teguh
Juni 4, 2026

Kendaraan melintas tanpa henti. Klakson bersahutan di bawah terik matahari. Aktivitas ekonomi bergerak seperti biasa. Di tengah kesibukan itu, satu...

Next Post
Veda Ega Siap Bangkit: Saat Anak Gunungkidul Menantang Aspal Eropa

Veda Ega Siap Bangkit: Saat Anak Gunungkidul Menantang Aspal Eropa

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id