Senin, April 20, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Tembang Macapat Menjaga Harapan Petani Tembakau Madura

April 20, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes
Share on FacebookShare on Twitter
Malam di Monumen Arek Lancor, Pamekasan, terasa berbeda. Saat Tembang Macapat dan semangat kebersamaan mengalun, para kepala desa, pengusaha, dan kiai berkumpul membawa satu harapan lama petani tembakau harus hidup lebih layak, bukan sekadar bertahan tiap musim panen.

Tabooo.id: Vibes – Malam turun pelan di Monumen Arek Lancor, Pamekasan. Sementara itu, lampu kota menyala, angin berembus tipis, dan orang-orang datang membawa niat yang sama menjaga harapan petani tembakau.

Di tanah Madura, tembakau bukan sekadar daun kering. Namun, ia juga cerita tentang musim, doa, dan dapur yang ingin tetap mengepul.

Pada Jumat malam, 17/04/2026, kepala desa, pengusaha, dan kiai berkumpul dalam satu forum silaturahmi. Di tengah suasana itu, Khairul Umam atau Haji Her menyampaikan pesan yang langsung menyentuh akar persoalan.

“Ini harus dipertahankan. Mereka harus sejahtera, salah satunya tembakau tetap harus terbeli mahal,” kata Haji Her, Sabtu, 18/04/2026.

Kalimat itu sederhana. Namun, bagi petani, harga yang baik bisa berarti uang sekolah anak, cicilan yang lunas, atau beras yang cukup sampai musim berikutnya.

BacaJuga

Saat AI Dijanjikan Tambah PDB, Kita Sedang Menjadi Apa?

Soeara Boeroeh 1947: Mimpi Buruh yang Masih Relevan di 2026

Tembakau dan Nafas Rumah Tangga

Di banyak desa Madura, musim tembakau mengubah ritme hidup. Pertama, pagi mulai lebih cepat. Lalu, halaman rumah penuh jemuran daun. Selain itu, gudang kecil ramai oleh aroma khas yang tajam dan akrab.

Budayawan Madura, Mien Ahmad Rifai, dalam forum budaya lokal pada 22/07/2023, pernah menyebut tembakau sebagai bagian dari identitas kerja orang Madura.

“Tembakau bukan hanya hasil bumi, tetapi bagian dari harga diri petani,” ujarnya.

Karena itu, ketika harga naik, yang tersenyum bukan hanya pedagang. Bahkan, satu kampung ikut bernapas lega.

Saat Elite Lokal Duduk Satu Tikar

Haji Her lalu meminta semua pihak kompak. “Kita pengusaha harus kompak. Kepala desa juga harus kompak,” ujarnya.

Di Madura, kalimat itu punya bobot besar. Sebab, kepala desa dekat dengan warga. Sementara itu, kiai dekat dengan hati masyarakat. Adapun pengusaha dekat dengan jalur pasar.

Jika tiga kekuatan itu bergerak bersama, maka petani tidak merasa sendirian. Karena itu, forum seperti ini terasa penting.

Sosiolog Universitas Airlangga, Dr. Bagong Suyanto, dalam diskusi ketahanan desa pada 14/10/2024, mengatakan komunitas lokal akan kuat jika tokoh ekonomi dan sosial berjalan searah.

“Desa bertahan bukan hanya karena uang, tetapi karena jaringan kepercayaan,” katanya.

Macapat, Samman, dan Cara Desa Merawat Harapan

Forum ini tidak ingin berhenti pada rapat formal. Karena itu, Haji Her menyebut pertemuan berikutnya akan memadukan tradisi Samman dan Tembang Macapat bernuansa religi.

Pilihan itu terasa khas Madura. Mereka tidak memisahkan ekonomi dari budaya. Bahkan, mereka tidak memisahkan pasar dari doa. Jadi, pertemuan tidak hanya bicara untung rugi.

Ketua pelaksana Farid Afandi ikut menegaskan komitmen itu.

“Untuk mempererat hubungan antar-kepala desa dengan pengusaha dan kiai, forum ini kita gelar secara rutin,” katanya.

Saat Macapat dilantunkan, pesan tentang kerja keras dan kebersamaan ikut hidup. Sementara itu, saat Samman bergema, harapan bergerak dari mulut ke hati.

Harga Naik Saja Belum Cukup

Kabar baik tentang harga tentu penting. Namun, harga tinggi satu musim belum selalu menjamin masa depan.

Ekonom pertanian dari Universitas Trunojoyo Madura, Dr. Mohammad Hosen, dalam seminar ekonomi daerah pada 09/09/2025, mengingatkan bahwa petani membutuhkan kepastian jangka panjang.

“Petani perlu harga yang sehat, akses modal, dan pembeli yang konsisten,” ujarnya.

Artinya, petani tidak hanya butuh kabar baik. Mereka juga butuh sistem baik. Selain itu, mereka butuh pasar yang lebih adil.

Berbeda, Tapi Bisa Satu Arah

Lora Abbas menutup forum dengan pesan yang hangat.

“Kita semua memiliki karakter yang berbeda. Tidak masalah kita berbeda, tetapi kita berharap bisa bersatu dalam kebaikan,” pungkasnya.

Kalimat itu terasa pas untuk Madura hari ini. Banyak watak, banyak kepentingan, banyak suara. Namun, sawah dan ladang selalu mengajarkan hal sama hasil panen datang saat banyak tangan mau bekerja bersama.

Tabooology: Ketika Lagu Lama Menjaga Masa Depan

Ini bukan sekadar acara silaturahmi. Justru, ini cara desa melawan lupa.

Di kota, orang bicara ekonomi lewat grafik. Sebaliknya, di kampung, orang menjaganya lewat pertemuan, doa, dan lagu-lagu lama.

Saat Tembang Macapat mengiringi malam Pamekasan, yang sebenarnya dijaga bukan hanya tradisi. Melainkan, harapan petani agar musim depan tetap layak diperjuangkan. Karena pada akhirnya, desa selalu tahu cara merawat masa depan dengan caranya sendiri. @teguh

Tags: Arek LancorBudayawanEkonomEkonomiForumGrafikHarapanIdentitasKompakMacapatMaduraMonumenMusimPamekasanPedagangpengusahaPetaniRokokSilaturahmiSosialSosiologTembakauUniversitas Trunojoyo Madura

REKOMENDASI TABOOO

Saat AI Dijanjikan Tambah PDB, Kita Sedang Menjadi Apa?

Saat AI Dijanjikan Tambah PDB, Kita Sedang Menjadi Apa?

by teguh
April 20, 2026

Di Bali, Sabtu 18/04/2026, panggung bicara soal masa depan kembali menyala. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut adopsi kecerdasan...

AI Naikkan PDB? Indonesia Sedang Belajar Mengubah Data Jadi Mesin Uang

AI Naikkan PDB? Indonesia Sedang Belajar Mengubah Data Jadi Mesin Uang

by teguh
April 20, 2026

Kecerdasan buatan tak lagi sekadar bahan diskusi kampus atau panggung seminar. Kini, pemerintah menilai AI bisa menambah kontribusi hingga 3,67...

Harga Tembakau Madura Naik, Tapi Kuasa Masih di Tangan Pasar

Harga Tembakau Madura Naik, Tapi Kuasa Masih di Tangan Pasar

by teguh
April 20, 2026

Tabooo.id: Deep - Malam itu, Monumen Arek Lancor di Pamekasan tidak sekadar menampung acara silaturahmi. Tempat itu menampung kegelisahan lama...

Next Post
Harga Tembakau Madura Naik, Tapi Kuasa Masih di Tangan Pasar

Harga Tembakau Madura Naik, Tapi Kuasa Masih di Tangan Pasar

Recommended

Dari Kegelapan Menuju Cahaya: Jejak Sejarah Perjuangan R.A. Kartini

“Habis Gelap, Terbitlah Terang”: Apakah Kita Sudah Benar-Benar Keluar dari Kegelapan?

April 18, 2026
Papua dan Angka Kemiskinan: Realita atau Ilusi Kesenjangan yang Dibiarkan?

Papua dan Angka Kemiskinan: Realita atau Ilusi Kesenjangan yang Dibiarkan?

April 14, 2026

Popular

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

April 19, 2026

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

April 14, 2026

Go Tik Swan: Dia Tionghoa, Tapi Jadi Jawa Sejati

April 19, 2026

Patriarki Masih Dominan: Perempuan Harus Diam atau Melawan?

April 19, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id