Rabu, Juli 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Ungkap Fakta Mengejutkan: Korupsi Kepala Daerah Tak Selalu Soal Biaya Politik

by eko
Mei 11, 2026
in Reality
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar fakta mengejutkan di balik maraknya kasus korupsi kepala daerah hasil Pilkada 2024. Praktik rasuah ternyata tidak selalu dipicu mahalnya biaya politik. Dalam sejumlah kasus, pejabat justru bertindak karena motif pribadi bahkan demi memenuhi kebutuhan seperti tunjangan hari raya (THR).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa kebutuhan pribadi sering mendorong pejabat melakukan korupsi.

“Dalam beberapa kasus, motifnya juga berkaitan dengan kepentingan pribadi, termasuk demi memenuhi kebutuhan, seperti tunjangan hari raya (THR),” ujar Budi kepada jurnalis di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Mahal Ongkos Politik, Tapi Bukan Satu-satunya Biang

Meski motif pribadi muncul dalam sejumlah kasus, KPK tetap melihat hubungan kuat antara mahalnya ongkos politik dengan terbukanya celah korupsi. Semakin besar biaya yang kandidat keluarkan saat pemilihan, semakin besar pula godaan untuk mencari jalan balik modal setelah menjabat.

Karena itu, KPK melalui Direktorat Monitoring menjalankan kajian pada 2025. Tim kajian menemukan berbagai titik rawan yang sering dimanfaatkan oknum untuk bermain curang.

Ini Belum Selesai

Modus Miras Gelasan Terbongkar di Solo

OTT KPK: Bupati Lombok Barat Terseret Korupsi Rp9,06 Miliar

Misalnya, pihak tertentu kerap mengatur pengadaan logistik pemilu demi keuntungan pribadi. Selain itu, pelaku politik uang aktif membeli suara di tingkat pemilih maupun melakukan transaksi di kalangan elite. Praktik semacam ini terus muncul dan sulit dihapus.

Di sisi lain, sejumlah pejabat menyalahgunakan birokrasi dan fasilitas negara untuk memperkuat praktik korupsi yang lebih sistematis.

Balas Budi Politik Jadi Pola Berulang

Masalah tidak berhenti setelah kepala daerah memenangkan pemilihan. Justru pada fase awal masa jabatan, praktik balas budi sering muncul dan membentuk pola berulang.

Sebagian kepala daerah mengisi jabatan strategis dengan pihak pendukung. Mereka juga mengatur proyek pemerintah atau memberikan izin usaha kepada pihak tertentu. Tujuan langkah ini jelas: mengembalikan biaya politik yang telah mereka keluarkan selama kontestasi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa korupsi tidak hanya terjadi saat pemilihan berlangsung, tetapi juga berlanjut selama masa jabatan berjalan.

11 Kepala Daerah Terjaring OTT, Daftar Terus Bertambah

Sepanjang 2025 hingga 18 April 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi menjerat 11 kepala daerah hasil Pilkada 2024 melalui operasi tangkap tangan (OTT).

Pada 2025, aparat KPK menangkap dan menetapkan sejumlah kepala daerah sebagai tersangka, antara lain:

  • Abdul Azis
  • Abdul Wahid
  • Sugiri Sancoko
  • Ardito Wijaya
  • Ade Kuswara Kunang

Kemudian sepanjang 2026, KPK kembali menangkap dan menetapkan sejumlah kepala daerah lain sebagai tersangka, yaitu:

  • Maidi
  • Sudewo
  • Fadia Arafiq
  • Muhammad Fikri Thobari
  • Syamsul Auliya Rachman
  • Gatut Sunu Wibowo

Antara Integritas dan Sistem yang Mahal

Temuan KPK menegaskan satu hal penting: korupsi tidak hanya dipicu mahalnya politik, tetapi juga dipengaruhi integritas pribadi pejabat.

Di satu sisi, sistem politik yang mahal memang membuka peluang penyimpangan. Namun di sisi lain, keputusan pribadi tetap menjadi faktor utama. Ketika pejabat melihat jabatan sebagai sarana balik modal atau alat memenuhi kebutuhan pribadi, mereka membuka celah korupsi dengan sadar.

Jika pola ini terus berulang, publik akan kembali menghadapi pertanyaan lama: apakah jabatan publik masih berfungsi sebagai pengabdian, atau sudah berubah menjadi investasi yang harus menghasilkan keuntungan?@eko

Tags: Korupsi DaerahKPKkpk Kota MadiunOTT KPK

Kamu Melewatkan Ini

KPK Tahan Bupati Lombok Barat, Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar

OTT KPK: Bupati Lombok Barat Terseret Korupsi Rp9,06 Miliar

by dimas
Juli 21, 2026

KPK menahan Bupati Lombok Barat bersama dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang, suap, dan gratifikasi. Penyidik menyita barang...

KPK: Kepala Daerah Berganti, Mengapa Pola Korupsinya Tetap Sama?

KPK: Kepala Daerah Berganti, Mengapa Pola Korupsinya Tetap Sama?

by teguh
Juli 21, 2026

Operasi Tangkap Tangan Terus Berjalan, Tetapi Mesin Korupsi Daerah Seolah Tak Pernah Kehabisan Pengganti. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kasus...

OTT: Ketika 11 Kepala Daerah Tumbang, Mengapa Korupsi Daerah Terus Berulang?

OTT: Ketika 11 Kepala Daerah Tumbang, Mengapa Korupsi Daerah Terus Berulang?

by teguh
Juli 21, 2026

Sebelas kepala daerah terjaring OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya dalam tujuh bulan. Modusnya berubah, pelakunya berganti, tetapi pola korupsinya...

Next Post
Sleepmaxxing: Saat Tidur Tak Lagi Santai, Tapi Jadi Target yang Harus Sempurna

Sleepmaxxing: Saat Tidur Tak Lagi Santai, Tapi Jadi Target Sempurna

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id