Senin, April 20, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

El Nino Godzilla: fenomena alam atau sistem ancaman kesehatan yang berulang?

April 14, 2026
in Nasional, News
A A
Home News Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kemarau 2026 tidak hanya soal tanah kering dan udara panas. Di balik itu, ada ancaman yang lebih senyap, penyakit yang bergerak mengikuti perubahan cuaca.
El Nino “Godzilla” disebut bisa memperpanjang musim kering dan memperburuk kualitas udara serta kesehatan masyarakat.

Kemarau lebih panjang, risiko lebih besar

Musim kemarau tahun 2026 diprediksi berlangsung lebih kering dan lebih panjang. Kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang diperkirakan mulai menguat pada paruh kedua tahun tersebut.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa kombinasi kemarau dan El Nino dapat berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.

“Pada kondisi kekeringan panjang dengan curah hujan rendah, proses rain washing tidak akan terjadi. Polutan tidak tersapu dan terakumulasi di udara,” ujarnya.

Udara kotor, penyakit pernapasan mengintai

Tanpa hujan, debu dan polutan akan bertahan lebih lama di atmosfer. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit pernapasan seperti ISPA.

BacaJuga

AS dan Iran Kembali Berunding, Tapi Dunia Tak Yakin Perang Akan Berakhir

Gas Tidak Meledak, Tapi Harganya Bikin Rumah Tangga Diam-Diam Panik

Aji juga menambahkan, situasi bisa semakin buruk jika terjadi kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap. Polusi udara yang stagnan membuat kualitas udara semakin menurun dan sulit dikendalikan.

Nyamuk lebih cepat berkembang di suhu panas

Peningkatan suhu juga berdampak pada penyebaran penyakit berbasis vektor seperti demam dengue dan malaria.

Nyamuk Aedes aegypti diketahui berkembang lebih cepat pada suhu panas. Bahkan, masa inkubasi virus dalam tubuh nyamuk menjadi lebih singkat.

Dalam kondisi panas, nyamuk juga bisa menggigit lebih sering, sekitar 3 hingga 5 kali lebih aktif dibanding kondisi normal.

Ancaman dari air bersih yang menurun

Selain udara dan vektor penyakit, kualitas air juga ikut terdampak. Musim kemarau panjang berpotensi menurunkan kualitas sanitasi.

Aji Muhawarman menegaskan, kondisi ini bisa meningkatkan kasus diare, demam tifoid, kolera, hingga leptospirosis.

BMKG: kemarau sudah mulai di beberapa wilayah

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa musim kemarau sudah mulai terjadi di sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua Barat.

Ia menekankan bahwa El Nino dan kemarau adalah dua fenomena berbeda, namun dampaknya bisa saling memperkuat jika terjadi bersamaan.

“Jika El Nino terjadi bertepatan dengan kemarau, maka kemaraunya akan jauh lebih kering,” tegasnya.

BMKG juga mencatat kondisi global masih netral, tetapi berpotensi mengarah ke El Nino lemah hingga moderat pada semester kedua 2026.

El Nino Godzilla, ketika suhu naik ekstrem

Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, menjelaskan bahwa istilah El Nino “Godzilla” merujuk pada kategori El Nino super kuat.

Fenomena ini terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik meningkat sekitar 2,5 derajat Celsius atau lebih.

El Nino jenis ini pernah terjadi pada 1982, 1997, dan 2015 yang memicu kekeringan ekstrem hingga kebakaran hutan skala besar.

Twist: Ini bukan sekadar cuaca, ini pola risiko

Yang sering kita lihat hanya panas dan kemarau. Tapi yang jarang disadari adalah pola yang berulang, setiap kali suhu naik, risiko kesehatan ikut meningkat.

Ini bukan sekadar perubahan musim. Ini sistem yang memperlihatkan bagaimana iklim, polusi, dan kesehatan saling terhubung dalam satu rantai dampak.

Dampaknya

Ini dampaknya buat kamu: udara yang kamu hirup bisa lebih kotor tanpa kamu sadari, risiko batuk dan sesak napas meningkat, dan penyakit seperti DBD bisa lebih cepat menyebar.

Kalau kamu merasa “cuaca cuma panas biasa”, mungkin kita terlalu lama mengabaikan sinyal tubuh dan lingkungan.

Analisis Tabooo

Fenomena El Nino Godzilla bukan hanya isu cuaca ekstrem. Ini memperlihatkan bagaimana perubahan iklim mulai masuk ke ruang paling personal: kesehatan harian manusia.

Tantangannya bukan hanya pada pemerintah atau lembaga, tapi juga pada kesadaran publik untuk membaca risiko sejak dini.
Karena yang paling berbahaya bukan panasnya, tapi ketidaksiapan kita menghadapinya.

Closing

Kalau setiap kemarau selalu membawa pola penyakit yang sama, pertanyaannya sederhana kita yang belum siap, atau kita yang terlalu terbiasa mengabaikannya? @dimas

Tags: bmkgCuacaDBDEkstremEl NinoIndonesiaISPAkemarau 2026KesehatanmasyarakatPerubahan IklimPolusiUdara

REKOMENDASI TABOOO

Kemarau 2026 Disebut Paling Parah? Faktanya, BMKG Tak Pernah Bilang Begitu

Kemarau 2026 Disebut Paling Parah? Faktanya, BMKG Tak Pernah Bilang Begitu

by eko
April 18, 2026

Tabooo.id: Check - Isu soal musim kemarau 2026 sempat bikin banyak orang cemas. Narasi viral di media sosial menyebut BMKG...

Harga Pangan Global Naik Lagi, Siap-siap Lapar?

Harga Pangan Global Naik Lagi, Siap-siap Lapar?

by Naysa
April 18, 2026

Tabooo.id: Global – Harga pangan global kembali naik. Dan kali ini, sinyalnya datang dari dua arah yang berbeda tapi saling menguatkan....

Nayato Fio Nuala Wafat, Film Indonesia Berduka

Nayato Fio Nuala Wafat, Film Indonesia Berduka

by teguh
April 18, 2026

Tabooo.id: Nasional - Dunia film Indonesia kembali berduka. Sutradara Nayato Fio Nuala meninggal dunia pada Sabtu, 18/04/2025. Artis Raffi Ahmad...

Next Post
Lamar Mufti: Ombak, Hijab, dan Sunyi yang Ia Lawan Sendiri

Lamar Mufti: Ombak, Hijab, dan Sunyi yang Ia Lawan Sendiri

Recommended

Kapal Dagang Diserang di Selat Hormuz, Pasokan Minyak Global Terancam

AS Kepung Pelabuhan Iran: Strategi Nuklir atau Eskalasi Konflik?

April 14, 2026
Kenapa Manusia Lebih Suka Mitos daripada Realita? – Madilog Series #1.2

Kenapa Manusia Lebih Suka Mitos daripada Realita? – Madilog Series #1.2

April 13, 2026

Popular

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

April 14, 2026

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

April 19, 2026

Go Tik Swan: Dia Tionghoa, Tapi Jadi Jawa Sejati

April 19, 2026

Perempuan Indonesia Sudah Maju, Masih Diragukan?

April 19, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id