Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ganti Presiden? Prabowo: Silakan, Tapi Lewat Sistem

by Tabooo
April 13, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional

Tabooo.id: Nasional – Presiden Prabowo Subianto membuka satu pernyataan yang langsung memancing perhatian publik. Dia tidak menutup kemungkinan pergantian kekuasaan. Justru sebaliknya, dia menegaskan bahwa sistem demokrasi Indonesia menyediakan jalur untuk itu.

Demokrasi Tidak Berhenti di Kotak Suara

Presiden Prabowo meminta seluruh pihak mengedepankan aturan dan mekanisme yang berlaku dalam sistem demokrasi. Hal itu termasuk jika rakyat menghendaki pergantian pemerintahan.

“Kalau ada pemerintah yang dinilai tidak baik, ya gantilah pemerintah itu. Ada mekanismenya, dengan baik, dengan damai,” ujar Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). “Bisa melalui pemilihan umum, tidak ada masalah. Bisa juga melalui impeachment (pelengseran), tidak ada masalah,” imbuhnya.

Namun, pernyataan ini langsung memicu berbagai tafsir. Di satu sisi, publik melihatnya sebagai bentuk keterbukaan. Tapi di sisi lain, banyak pihak membaca ini sebagai sinyal bahwa dinamika politik sedang bergerak.

Jalur Ada, Tapi Tidak Semua Bisa Lewat

Prabowo menegaskan, impeachment bisa ditempuh jika memang ada kehendak politik. Namun, semua pihak harus mengikuti mekanisme yang berlaku.

Ini Belum Selesai

Ketika Polisi Dilarang Nge-Vape, Siapa yang Mengawasi Pengawas?

Banjir Lahar Dingin Semeru Jebol Tanggul, Akses Jalan Lumajang Terputus

Menurut dia, pihak yang ingin melakukan pelengseran harus menyalurkannya melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Mahkamah Konstitusi (MK), dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Artinya, sistem sudah jelas dan tidak berubah. Tapi prosesnya tetap panjang dan kompleks. Setiap aktor harus melewati jalur politik dan hukum, sehingga publik tidak bisa menggerakkannya hanya dengan emosi sesaat.

Jadikan Sejarah Sebagai Bukti, Bukan Hanya Cerita

Prabowo tidak hanya bicara soal mekanisme. Dia juga mengingatkan bahwa Indonesia sudah pernah melalui proses serupa tanpa kekerasan.

“Impeachment ada salurannya, DPR, MK, MPR. Dilakukan tidak masalah. Dalam sejarah kita telah terjadi pergantian. Bung Karno turun dengan damai, Pak Harto turun dengan damai, Gus Dur turun dengan damai, melalui proses, tidak melalui kekerasan,” jelasnya.

Namun, sejarah juga menunjukkan satu hal yang sering terlupakan. Setiap pergantian kekuasaan selalu melibatkan tarik-menarik kepentingan yang tidak terlihat di permukaan.

Jangan Mudah Terbakar, Tapi Tetap Waspada

Karena itu, Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tetap waspada dan tidak terpancing provokasi. Ia juga mengajak publik untuk percaya pada sistem yang para pendiri bangsa bangun dan jalankan di Indonesia.

“Jadi, percayalah kepada sistem yang telah dibangun oleh pendiri-pendiri bangsa kita. Percayalah pada kekuatan kita sendiri, percayalah kepada Indonesia,” pungkasnya.

Namun, di titik ini, satu pertanyaan langsung muncul. Saat Prabowo meminta kepercayaan publik, apakah semua pihak benar-benar bermain dengan aturan yang sama?

Ini Bukan Sekadar Pernyataan, Ini Sinyal

Pernyataan ini bukan sekadar formalitas dalam rapat kabinet. Prabowo tidak melarang pelengseran. Dia justru menegaskan bahwa jalur itu sah, selama mengikuti sistem.

Di sinilah letak twist-nya. Ini bukan soal boleh atau tidak. Ini soal siapa yang mampu menggerakkan sistem itu sendiri.

Stabilitas Politik Dipertaruhkan

Situasi seperti ini tidak hanya terjadi di ruang elite. Saat isu pelengseran muncul, stabilitas politik langsung goyah. Ketika stabilitas goyah, pemerintah bisa mengubah arah kebijakan ekonomi. Pada akhirnya, kamu akan langsung merasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Kamu mungkin tidak ikut dalam proses politik itu. Tapi kamu tetap akan merasakan hasilnya. Karena setiap perubahan kekuasaan selalu membawa konsekuensi yang tidak kecil.

Demokrasi memang memberi ruang untuk mengganti pemimpin. Tapi sistem juga menentukan bagaimana dan siapa yang bisa melakukannya.

Lalu, apakah ini benar-benar tentang suara rakyat, atau ada permainan yang lebih besar di balik sistem yang terlihat rapi itu? @tabooo

Tags: DemokrasiKabinet Merah PutihNewsPolitik IndonesiaPrabowo Subianto

Kamu Melewatkan Ini

Berkas Lengkap, Kebenaran Belum Tentu: Lubang Verifikasi Ijazah Capres

Berkas Lengkap, Kebenaran Belum Tentu: Lubang Verifikasi Ijazah Capres

by teguh
November 2, 2026

Tiga warga negara Indonesia mengajukan pengujian materiil terhadap Pasal 169 huruf r Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum...

Uji Syarat Pendidikan Capres ke MK, Tiga Warga Minta KPU Periksa Keabsahan Ijazah

Uji Syarat Pendidikan Capres ke MK, Tiga Warga Minta KPU Periksa Keabsahan Ijazah

by teguh
November 2, 2026

Gugatan terhadap Pasal 169 huruf r UU Pemilu menyoroti makna kata “tamat” dan standar verifikasi dokumen syarat pendidikan Capres serta...

Mahasiswa Terhalang Barikade, Demo di Bundaran HI Berujung Ricuh

Mahasiswa Terhalang Barikade, Demo di Bundaran HI Berujung Ricuh

by dimas
Oktober 29, 2026

Mahasiswa terhalang barikade polisi saat berunjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta. Aksi berujung ricuh setelah polisi menembakkan gas air mata....

Next Post
Daftar Kota Maju 2025: Prestasi Nyata atau Sekadar Statistik?

Daftar Kota Maju 2025: Prestasi Nyata atau Sekadar Statistik?

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id