Senin, April 13, 2026
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Ganti Presiden? Prabowo: Silakan, Tapi Lewat Sistem

April 13, 2026
in Nasional, News
A A
Ganti Presiden? Prabowo: Silakan, Tapi Lewat Sistem

Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden Prabowo Subianto membuka satu pernyataan yang langsung memancing perhatian publik. Dia tidak menutup kemungkinan pergantian kekuasaan. Justru sebaliknya, dia menegaskan bahwa sistem demokrasi Indonesia menyediakan jalur untuk itu.

Demokrasi Tidak Berhenti di Kotak Suara

Presiden Prabowo meminta seluruh pihak mengedepankan aturan dan mekanisme yang berlaku dalam sistem demokrasi. Hal itu termasuk jika rakyat menghendaki pergantian pemerintahan.

“Kalau ada pemerintah yang dinilai tidak baik, ya gantilah pemerintah itu. Ada mekanismenya, dengan baik, dengan damai,” ujar Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). “Bisa melalui pemilihan umum, tidak ada masalah. Bisa juga melalui impeachment (pelengseran), tidak ada masalah,” imbuhnya.

Namun, pernyataan ini langsung memicu berbagai tafsir. Di satu sisi, publik melihatnya sebagai bentuk keterbukaan. Tapi di sisi lain, banyak pihak membaca ini sebagai sinyal bahwa dinamika politik sedang bergerak.

Jalur Ada, Tapi Tidak Semua Bisa Lewat

Prabowo menegaskan, impeachment bisa ditempuh jika memang ada kehendak politik. Namun, semua pihak harus mengikuti mekanisme yang berlaku.

BacaJuga

Bayi 1,5 Tahun Dibawa Naik Gunung: FOMO atau Salah Baca Risiko?

AS Blokade Selat Hormuz: Tekanan atau Awal Krisis Energi Global?

Menurut dia, pihak yang ingin melakukan pelengseran harus menyalurkannya melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Mahkamah Konstitusi (MK), dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Artinya, sistem sudah jelas dan tidak berubah. Tapi prosesnya tetap panjang dan kompleks. Setiap aktor harus melewati jalur politik dan hukum, sehingga publik tidak bisa menggerakkannya hanya dengan emosi sesaat.

Jadikan Sejarah Sebagai Bukti, Bukan Hanya Cerita

Prabowo tidak hanya bicara soal mekanisme. Dia juga mengingatkan bahwa Indonesia sudah pernah melalui proses serupa tanpa kekerasan.

“Impeachment ada salurannya, DPR, MK, MPR. Dilakukan tidak masalah. Dalam sejarah kita telah terjadi pergantian. Bung Karno turun dengan damai, Pak Harto turun dengan damai, Gus Dur turun dengan damai, melalui proses, tidak melalui kekerasan,” jelasnya.

Namun, sejarah juga menunjukkan satu hal yang sering terlupakan. Setiap pergantian kekuasaan selalu melibatkan tarik-menarik kepentingan yang tidak terlihat di permukaan.

Jangan Mudah Terbakar, Tapi Tetap Waspada

Karena itu, Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tetap waspada dan tidak terpancing provokasi. Ia juga mengajak publik untuk percaya pada sistem yang para pendiri bangsa bangun dan jalankan di Indonesia.

“Jadi, percayalah kepada sistem yang telah dibangun oleh pendiri-pendiri bangsa kita. Percayalah pada kekuatan kita sendiri, percayalah kepada Indonesia,” pungkasnya.

Namun, di titik ini, satu pertanyaan langsung muncul. Saat Prabowo meminta kepercayaan publik, apakah semua pihak benar-benar bermain dengan aturan yang sama?

Ini Bukan Sekadar Pernyataan, Ini Sinyal

Pernyataan ini bukan sekadar formalitas dalam rapat kabinet. Prabowo tidak melarang pelengseran. Dia justru menegaskan bahwa jalur itu sah, selama mengikuti sistem.

Di sinilah letak twist-nya. Ini bukan soal boleh atau tidak. Ini soal siapa yang mampu menggerakkan sistem itu sendiri.

Stabilitas Politik Dipertaruhkan

Situasi seperti ini tidak hanya terjadi di ruang elite. Saat isu pelengseran muncul, stabilitas politik langsung goyah. Ketika stabilitas goyah, pemerintah bisa mengubah arah kebijakan ekonomi. Pada akhirnya, kamu akan langsung merasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Kamu mungkin tidak ikut dalam proses politik itu. Tapi kamu tetap akan merasakan hasilnya. Karena setiap perubahan kekuasaan selalu membawa konsekuensi yang tidak kecil.

Demokrasi memang memberi ruang untuk mengganti pemimpin. Tapi sistem juga menentukan bagaimana dan siapa yang bisa melakukannya.

Lalu, apakah ini benar-benar tentang suara rakyat, atau ada permainan yang lebih besar di balik sistem yang terlihat rapi itu? @tabooo

Tags: DemokrasiDPR MK MPRimpeachmentKabinet Merah PutihNasionalNewspelengseran presidenPolitik IndonesiaPrabowo Subiantosistem politik Indonesia

REKOMENDASI TABOOO

Isu Pelengseran Prabowo: Suara Rakyat atau Operasi Senyap?

Isu Pelengseran Prabowo: Suara Rakyat atau Operasi Senyap?

by Tabooo
April 13, 2026

Tabooo.id: Deep - Presiden Prabowo Subianto tidak memulai pemerintahannya dalam kondisi steril dari tekanan. Sejak awal, berbagai dinamika politik langsung menguji...

Program MBG: Kesejahteraan atau Krisis Tata Kelola yang Tersembunyi?

Program MBG: Kesejahteraan atau Krisis Tata Kelola yang Tersembunyi?

by dimas
April 12, 2026

Tabooo.id: Deep - Banyak kebijakan lahir dari niat yang tampak mulia. Namun, niat baik tidak otomatis menciptakan sistem yang siap...

Sugiono Terpilih Aklamasi: Tradisi atau Pola Elite yang Terus Berulang?

Sugiono Terpilih Aklamasi: Tradisi atau Pola Elite yang Terus Berulang?

by dimas
April 12, 2026

Tabooo.id: Nasional - Pergantian pucuk pimpinan di organisasi besar sering dibingkai sebagai regenerasi. Namun, publik jarang melihat secara langsung dinamika...

Next Post
Daftar Kota Maju 2025: Prestasi Nyata atau Sekadar Statistik?

Daftar Kota Maju 2025: Prestasi Nyata atau Sekadar Statistik?

Recommended

Tasikmalaya Memanas: Padepokan Saung Taraju Jumantara Dibakar Massa

Padepokan Saung Taraju Jumantara Dibakar Massa, Ada Apa?

April 12, 2026
Kasus Rey vs Intan di Malang: Siapa yang Mengendalikan Kebenaran?

Kasus Rey vs Intan di Malang: Siapa yang Mengendalikan Kebenaran?

April 10, 2026

Popular

Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya”: Hiburan atau Luka yang Selama Ini Kita Diamkan?

Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya”: Hiburan atau Luka yang Selama Ini Kita Diamkan?

April 13, 2026

Ganti Presiden? Prabowo: Silakan, Tapi Lewat Sistem

April 13, 2026

Isu Pelengseran Prabowo: Suara Rakyat atau Operasi Senyap?

April 13, 2026

Orang Hilang Diserahkan ke Polisi, Tapi Malah Dilepas: Ini Sistem atau Kebiasaan?

April 13, 2026

Bayi 1,5 Tahun Dibawa Naik Gunung: FOMO atau Salah Baca Risiko?

April 13, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.