Minggu, April 12, 2026
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Vibes

Di Dunia Para Perasuk, Kehilangan Kendali Justru Jadi Jalan untuk Dilihat

April 11, 2026
in Vibes
A A
Di Dunia Para Perasuk, Kehilangan Kendali Justru Jadi Jalan untuk Dilihat

Para Perasuk (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Vibes – Lampu meredup, lalu suara ramai perlahan naik.
Di satu sudut, seseorang mulai bergerak di luar kendali. Seketika, semua mata tertuju.

Aneh? Mungkin. Tapi rasanya dekat.

Di dunia Para Perasuk, momen seperti itu tidak dihindari. Justru, orang-orang menunggunya.
Dan tanpa sadar, kita pun hidup dalam pola yang serupa.

Desa, Ritual, dan Kerumunan yang Setia

Di sebuah desa, warga tidak berkumpul untuk menjauh. Sebaliknya, mereka datang untuk menyaksikan.

Mereka membentuk lingkaran. Fokus pada satu titik.
Tubuh bergerak liar, sementara suara berubah pelan-pelan. Pada saat yang sama, kesadaran mulai memudar.

BacaJuga

Hompimpa: Permainan Anak atau Filosofi Hidup yang Kita Abaikan?

Peci, Kamera, dan Kekuasaan: Siapa Mengendalikan Citra Soekarno di Istana?

Namun, alih-alih takut, suasana justru semakin hidup.
Tak ada yang mundur. Semua tetap menatap, seolah tidak ingin melewatkan apa pun.

Dari Lapangan ke Layar

Sekilas, cerita ini tampak jauh. Desa, ritual, dan kerasukan seperti dunia yang berbeda.
Namun, jika diperhatikan lebih dekat, polanya terasa akrab.

Hari ini, orang-orang tetap berkumpul. Bedanya, mereka tidak lagi berdiri di lapangan, melainkan di depan layar.

Mereka menonton, lalu bereaksi.
Sebagian memberi penilaian, sementara yang lain menunggu sesuatu yang lebih ekstrem.

Di desa Bayu, tubuh menjadi pusat perhatian.
Di dunia kita, identitas mengambil peran itu.

Perbedaannya tipis. Bahkan, hampir tak terasa.

Ironisnya, semakin ekstrem seseorang tampil, semakin besar perhatian yang ia dapatkan.

Dari Cerita Lokal ke Panggung Dunia

Cerita ini tidak berhenti di satu tempat.

Wregas Bhanuteja membawa Para Perasuk melangkah lebih jauh. Ia bekerja sama dengan Rekata Studio dan tim lintas negara.

Awalnya, film ini tampil di Festival Film Internasional Busan dan menarik perhatian.
Setelah itu, langkahnya berlanjut ke Sundance 2026.

Dengan perjalanan itu, cerita lokal mulai berbicara ke audiens global.
Dan ternyata, rasa yang dibawa tetap sama: kebutuhan untuk dilihat.

Yang Sebenarnya Kita Kejar

Film ini tidak hanya berbicara tentang roh. Sebaliknya, ia menyentuh sesuatu yang lebih dekat.

Bayu memang mengejar kerasukan. Namun, yang ia cari adalah pengakuan.

Di titik ini, cerita terasa relevan.

Banyak orang ingin terlihat.
Sebagian ingin dianggap penting.
Ada juga yang rela berubah demi perhatian.

Tanpa disadari, hampir semua pernah berada di posisi itu.

Penutup

Para Perasuk tidak sekadar menyajikan cerita. Film ini mengajak kamu melihat ulang realitas.

Manusia tidak selalu nyaman menjadi dirinya sendiri. Karena itu, banyak yang memilih tampil sebagai versi lain.

Bukan karena itu jujur, tapi karena itu diperhatikan.

Dan pada akhirnya, ketika pengakuan menjadi tujuan, kehilangan kendali tidak lagi terasa menakutkan.

Justru, itu terasa seperti sesuatu yang… diperlukan. @jeje

Tags: budaya menontonbudaya ritualFenomena SosialFilm IndonesiaGen Zidentitas digitalpara perasukvalidasi sosialVibes Tabooowregas bhanuteja

REKOMENDASI TABOOO

Konsep Otomatis

Para Perasuk: Ketika Kerasukan Jadi Ambisi

by jeje
April 11, 2026

Tabooo.id: Film - Apa jadinya kalau kerasukan bukan lagi sesuatu yang ditakuti, tapi justru jadi cita-cita? Film Para Perasuk langsung mematahkan anggapan...

Kita Baik-Baik Saja, Atau Hanya Terlihat Baik-Baik Saja?

Kita Baik-Baik Saja, Atau Hanya Terlihat Baik-Baik Saja?

by jeje
April 11, 2026

Tabooo.id: Vibes - Sejak kecil, kita mengenal satu hal sederhana. Rumah adalah ibu. Di sana, kita tidak perlu menjelaskan apa...

Pulang Itu Hangat, Tapi Kenapa Kita Takut?

Pulang Itu Hangat, Tapi Kenapa Kita Takut?

by jeje
April 11, 2026

Tabooo.id: Life - Pulang seharusnya terasa hangat. Namun, seiring bertambahnya usia, maknanya perlahan berubah menjadi sesuatu yang justru kita hindari....

Next Post
Pacaran Backstreet Bisa Dipidana: Mitos atau Realita KUHP Baru?

Pacaran Backstreet Bisa Dipidana: Mitos atau Realita KUHP Baru?

Recommended

Benarkah Gencatan Iran-Israel Sudah Gagal Total? Ini Faktanya

Benarkah Gencatan Iran-Israel Sudah Gagal Total? Ini Faktanya

April 9, 2026
Uang Bank Dibobol, Dipakai Slot: Skandal Internal Bank Kalteng Terbongkar

Uang Bank Dibobol, Dipakai Slot: Skandal Internal Bank Kalteng Terbongkar

April 6, 2026

Popular

Pacaran Backstreet Bisa Dipidana: Mitos atau Realita KUHP Baru?

Pacaran Backstreet Bisa Dipidana: Mitos atau Realita KUHP Baru?

April 11, 2026

Polling: Buku Apa Lagi yang Perlu Dibongkar?

April 11, 2026

Parkir Berbayar Tapi Tak Aman: Siapa Harus Bertanggung Jawab?

April 11, 2026

Kenapa Tan Malaka Menolak Dunia Gaib? – Madilog Series #1.1

April 11, 2026

Tabooo.id Mulai Bedah Pemikiran Tokoh Besar

April 11, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.