Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Di Dunia Para Perasuk, Kehilangan Kendali Justru Jadi Jalan untuk Dilihat

by jeje
April 11, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Vibes – Lampu meredup, lalu suara ramai perlahan naik.
Di satu sudut, seseorang mulai bergerak di luar kendali. Seketika, semua mata tertuju.

Aneh? Mungkin. Tapi rasanya dekat.

Di dunia Para Perasuk, momen seperti itu tidak dihindari. Justru, orang-orang menunggunya.
Dan tanpa sadar, kita pun hidup dalam pola yang serupa.

Desa, Ritual, dan Kerumunan yang Setia

Di sebuah desa, warga tidak berkumpul untuk menjauh. Sebaliknya, mereka datang untuk menyaksikan.

Mereka membentuk lingkaran. Fokus pada satu titik.
Tubuh bergerak liar, sementara suara berubah pelan-pelan. Pada saat yang sama, kesadaran mulai memudar.

Ini Belum Selesai

Gerwis: Dari Medan Revolusi Menuju Perjuangan Kesetaraan

Peristiwa Madiun 1948: Sejarah yang Belum Selesai

Namun, alih-alih takut, suasana justru semakin hidup.
Tak ada yang mundur. Semua tetap menatap, seolah tidak ingin melewatkan apa pun.

Dari Lapangan ke Layar

Sekilas, cerita ini tampak jauh. Desa, ritual, dan kerasukan seperti dunia yang berbeda.
Namun, jika diperhatikan lebih dekat, polanya terasa akrab.

Hari ini, orang-orang tetap berkumpul. Bedanya, mereka tidak lagi berdiri di lapangan, melainkan di depan layar.

Mereka menonton, lalu bereaksi.
Sebagian memberi penilaian, sementara yang lain menunggu sesuatu yang lebih ekstrem.

Di desa Bayu, tubuh menjadi pusat perhatian.
Di dunia kita, identitas mengambil peran itu.

Perbedaannya tipis. Bahkan, hampir tak terasa.

Ironisnya, semakin ekstrem seseorang tampil, semakin besar perhatian yang ia dapatkan.

Dari Cerita Lokal ke Panggung Dunia

Cerita ini tidak berhenti di satu tempat.

Wregas Bhanuteja membawa Para Perasuk melangkah lebih jauh. Ia bekerja sama dengan Rekata Studio dan tim lintas negara.

Awalnya, film ini tampil di Festival Film Internasional Busan dan menarik perhatian.
Setelah itu, langkahnya berlanjut ke Sundance 2026.

Dengan perjalanan itu, cerita lokal mulai berbicara ke audiens global.
Dan ternyata, rasa yang dibawa tetap sama: kebutuhan untuk dilihat.

Yang Sebenarnya Kita Kejar

Film ini tidak hanya berbicara tentang roh. Sebaliknya, ia menyentuh sesuatu yang lebih dekat.

Bayu memang mengejar kerasukan. Namun, yang ia cari adalah pengakuan.

Di titik ini, cerita terasa relevan.

Banyak orang ingin terlihat.
Sebagian ingin dianggap penting.
Ada juga yang rela berubah demi perhatian.

Tanpa disadari, hampir semua pernah berada di posisi itu.

Penutup

Para Perasuk tidak sekadar menyajikan cerita. Film ini mengajak kamu melihat ulang realitas.

Manusia tidak selalu nyaman menjadi dirinya sendiri. Karena itu, banyak yang memilih tampil sebagai versi lain.

Bukan karena itu jujur, tapi karena itu diperhatikan.

Dan pada akhirnya, ketika pengakuan menjadi tujuan, kehilangan kendali tidak lagi terasa menakutkan.

Justru, itu terasa seperti sesuatu yang… diperlukan. @jeje

Tags: Fenomena SosialFilm IndonesiaGen Z

Kamu Melewatkan Ini

FOUFO, Film yang Membuat Bahasa Madura Jadi Pemeran Utama

FOUFO, Film yang Membuat Bahasa Madura Jadi Pemeran Utama

by eko
Juli 12, 2026

Selama bertahun-tahun, film Indonesia sering memakai bahasa daerah sebagai pelengkap dialog. Kehadirannya hanya muncul sesaat sebelum bahasa Indonesia kembali mengambil...

Film Pendek Bukan Soal Gaya, Tapi Cara Membaca Realitas

Film Pendek Bukan Soal Gaya, Tapi Cara Membaca Realitas

by Tabooo
Juni 25, 2026

Film pendek sering disalahpahami sebagai karya kecil yang cukup hanya menang di visual. Padahal, yang membuat film pendek kuat bukan...

Vape Rasa Buah Terasa Manis, Tapi Kenapa Ribuan Gen Tubuh Ikut Berubah?

Vape Rasa Buah Terasa Manis, Tapi Kenapa Ribuan Gen Tubuh Ikut Berubah?

by teguh
Juni 7, 2026

Mangga, semangka, stroberi, hingga campuran buah tropis membuat vape semakin populer di kalangan anak muda. Banyak pengguna juga meyakini vape...

Next Post
Hidden Gem yang Nggak Cuma Cantik, Tapi Punya Cerita: Teluk Hijau Banyuwangi

Hidden Gem yang Nggak Cuma Cantik, Tapi Punya Cerita: Teluk Hijau Banyuwangi

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id