Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Di Dunia Para Perasuk, Kehilangan Kendali Justru Jadi Jalan untuk Dilihat

by jeje
April 11, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Vibes – Lampu meredup, lalu suara ramai perlahan naik.
Di satu sudut, seseorang mulai bergerak di luar kendali. Seketika, semua mata tertuju.

Aneh? Mungkin. Tapi rasanya dekat.

Di dunia Para Perasuk, momen seperti itu tidak dihindari. Justru, orang-orang menunggunya.
Dan tanpa sadar, kita pun hidup dalam pola yang serupa.

Desa, Ritual, dan Kerumunan yang Setia

Di sebuah desa, warga tidak berkumpul untuk menjauh. Sebaliknya, mereka datang untuk menyaksikan.

Mereka membentuk lingkaran. Fokus pada satu titik.
Tubuh bergerak liar, sementara suara berubah pelan-pelan. Pada saat yang sama, kesadaran mulai memudar.

Ini Belum Selesai

De Tjolomadoe: Dari Pabrik Gula ke Ruang Sejarah

Pameran Keris Keluar dari Museum, Solo Mengajak Wisatawan Menyentuh Ingatan

Namun, alih-alih takut, suasana justru semakin hidup.
Tak ada yang mundur. Semua tetap menatap, seolah tidak ingin melewatkan apa pun.

Dari Lapangan ke Layar

Sekilas, cerita ini tampak jauh. Desa, ritual, dan kerasukan seperti dunia yang berbeda.
Namun, jika diperhatikan lebih dekat, polanya terasa akrab.

Hari ini, orang-orang tetap berkumpul. Bedanya, mereka tidak lagi berdiri di lapangan, melainkan di depan layar.

Mereka menonton, lalu bereaksi.
Sebagian memberi penilaian, sementara yang lain menunggu sesuatu yang lebih ekstrem.

Di desa Bayu, tubuh menjadi pusat perhatian.
Di dunia kita, identitas mengambil peran itu.

Perbedaannya tipis. Bahkan, hampir tak terasa.

Ironisnya, semakin ekstrem seseorang tampil, semakin besar perhatian yang ia dapatkan.

Dari Cerita Lokal ke Panggung Dunia

Cerita ini tidak berhenti di satu tempat.

Wregas Bhanuteja membawa Para Perasuk melangkah lebih jauh. Ia bekerja sama dengan Rekata Studio dan tim lintas negara.

Awalnya, film ini tampil di Festival Film Internasional Busan dan menarik perhatian.
Setelah itu, langkahnya berlanjut ke Sundance 2026.

Dengan perjalanan itu, cerita lokal mulai berbicara ke audiens global.
Dan ternyata, rasa yang dibawa tetap sama: kebutuhan untuk dilihat.

Yang Sebenarnya Kita Kejar

Film ini tidak hanya berbicara tentang roh. Sebaliknya, ia menyentuh sesuatu yang lebih dekat.

Bayu memang mengejar kerasukan. Namun, yang ia cari adalah pengakuan.

Di titik ini, cerita terasa relevan.

Banyak orang ingin terlihat.
Sebagian ingin dianggap penting.
Ada juga yang rela berubah demi perhatian.

Tanpa disadari, hampir semua pernah berada di posisi itu.

Penutup

Para Perasuk tidak sekadar menyajikan cerita. Film ini mengajak kamu melihat ulang realitas.

Manusia tidak selalu nyaman menjadi dirinya sendiri. Karena itu, banyak yang memilih tampil sebagai versi lain.

Bukan karena itu jujur, tapi karena itu diperhatikan.

Dan pada akhirnya, ketika pengakuan menjadi tujuan, kehilangan kendali tidak lagi terasa menakutkan.

Justru, itu terasa seperti sesuatu yang… diperlukan. @jeje

Tags: Fenomena SosialFilm IndonesiaGen Z

Kamu Melewatkan Ini

Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Berbohong

Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Berbohong

by eko
Oktober 6, 2026

Bapak Paling Jujur mengisahkan calon gubernur yang tak bisa berbohong setelah terkena kutukan. Film tayang 15 Oktober 2026. Tabooo.id -...

Film G30S/PKI Pernah Catatkan Diri sebagai Film Termahal

Film G30S/PKI Pernah Catatkan Diri sebagai Film Termahal

by eko
September 30, 2026

Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI karya Arifin C. Noer tercatat menghabiskan Rp800 juta dan menjadi film termahal pada dekade 1980-an. Film...

Film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah

Film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah

by jeje
September 22, 2026

Pembunuhan misterius terjadi setiap tanggal 30. Di tengah teror Hantu Bolong, seorang perwira militer mulai mengungkap hubungan kasus tersebut dengan...

Next Post
Hidden Gem yang Nggak Cuma Cantik, Tapi Punya Cerita: Teluk Hijau Banyuwangi

Hidden Gem yang Nggak Cuma Cantik, Tapi Punya Cerita: Teluk Hijau Banyuwangi

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id