Tabooo.id: Nasional – Vape selama ini hadir sebagai alternatif “lebih aman”. Lebih modern, lebih stylish, bahkan terlihat lebih sehat.
Tapi bagaimana kalau yang kamu hirup bukan sekadar uap melainkan narkotika?
Saat Uap Jadi Ancaman Nyata
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto, mengungkap fenomena baru yang mengkhawatirkan: peredaran narkotika dalam cairan vape.
“Saat ini kita menghadapi peredaran zat narkotika dalam bentuk vape atau rokok elektrik secara masif,” ujar Suyudi dalam rapat Komisi III DPR, Selasa (7/4/2026).
Ini bukan sekadar kekhawatiran. Ini fakta yang sudah terjadi.
Bongkaran Lab: Isi Vape Tak Lagi Sederhana
BNN menguji 341 sampel cairan vape. Hasilnya mengejutkan.
Sebanyak 11 sampel mengandung synthetic cannabinoid, satu sampel mengandung methamphetamine (sabu), dan 23 sampel mengandung etomidate, zat anestesi yang biasa dipakai di dunia medis.
“Etomidate ini termasuk obat bius, Bapak,” kata Suyudi.
Sejak 28 November 2025, pemerintah resmi memasukkan etomidate ke dalam narkotika golongan II melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025.
Artinya? Ini bukan lagi area abu-abu. Ini bahaya yang nyata.
Ini Bukan Tren, ini Cara Baru Narkoba Masuk
Ini bukan sekadar penyalahgunaan vape.
Ini cara baru narkoba menyusup ke kehidupan sehari-hari.
Dulu, orang bisa mengenali narkotika dari bentuknya.
Sekarang, zat itu menyamar jadi gaya hidup.
Masalahnya bukan cuma zat berbahaya itu sendiri.
Masalahnya ada pada cara masuknya diam-diam, terlihat normal, dan sulit dicurigai.
Negara Lain Sudah Bergerak, Kita Masih Menunggu?
Melihat kondisi ini, Suyudi mendorong Indonesia meniru langkah negara ASEAN seperti Vietnam, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, dan Laos yang sudah lebih dulu melarang vape.
“Kami berharap Indonesia ikut melarang vape, karena alat ini terbukti disalahgunakan untuk mengonsumsi etomidate,” ujarnya.
Logikanya sederhana.
Jika alatnya hilang, jalur penyalahgunaan ikut terputus.
Sabu butuh bong. Vape kini jadi alat baru. Tanpa alat, orang tidak bisa mengonsumsi dengan mudah.
Dampaknya Buat Kamu
Kamu mungkin merasa hanya memakai vape “biasa”.
Kamu mungkin percaya produk yang kamu beli aman.
Tapi faktanya, kamu belum tentu tahu isi yang kamu hirup.
Di titik ini, bahaya muncul saat sesuatu yang berisiko terasa normal.
Anak muda jadi target utama. Di situlah tren tumbuh paling cepat.
Masih yakin ini cuma soal gaya hidup?
Masalah Sebenarnya: Kita Selalu Ketinggalan
Fenomena ini menunjukkan satu hal yang sering kita abaikan teknologi gaya hidup selalu melaju lebih cepat daripada regulasi.
Vape dulu muncul sebagai solusi. Sekarang, ia membuka celah baru.
Yang tertinggal bukan cuma aturan. Kita juga tertinggal dalam kesadaran.
Dan ini kenyataan yang cukup menampar, kita sering bereaksi setelah masalah membesar.
Hari Ini Tren, Besok Bisa Jadi Krisis
Hari ini terlihat seperti fenomena baru.
Besok, ini bisa berubah jadi ancaman besar.
Karena yang berubah bukan hanya cara orang mengonsumsi narkoba tapi cara narkoba masuk ke hidup kita.
Sekarang pertanyaannya bukan lagi ini berbahaya atau tidak.
Tapi, seberapa lama kita mau menganggap ini semua baik-baik saja? @dimas






