Tabooo.id: Film – Libur panjang biasanya identik dengan jalan-jalan. Tapi kali ini, banyak orang justru memilih “traveling” ke bioskop dan tujuannya cuma satu The Super Mario Galaxy Movie.
Sekuel dari film 2023 itu langsung tancap gas. Film animasi yang digarap Aaron Horvath dan Michael Jelenic serta ditulis Matthew Fogel ini “berhasil menguasai puncak box office Amerika Utara pada akhir pekan panjang.”
Dalam debutnya, film ini mengumpulkan US$130 juta di akhir pekan pertama. Bahkan dalam lima hari, angkanya melonjak jadi US$190 juta dari 4.252 bioskop.
Nostalgia yang Dibayar Mahal dan Terbayar
Secara global, Mario gak cuma lari di layar dia juga “lari” di kas studio. Film ini mengumpulkan US$182,4 juta dari 78 negara, dan jika digabung dengan pasar domestik, totalnya mencapai US$372,5 juta.
Artinya jelas: ini bukan sekadar film animasi biasa. Ini mesin uang.
Apalagi kalau melihat bujetnya yang “hanya” US$110 juta, atau “cuma naik US$10 juta dari pendahulunya.” Margin keuntungan? Sudah mulai terasa sejak hari pertama.
“Ini adalah angka yang luar biasa,” kata David A. Gross, penerbit buletin box office FranchiseRe. “Sejauh ini, film tersebut mampu mempertahankan sebagian besar penonton dari film pertamanya.”
Dan di industri film, mempertahankan penonton lama itu sering lebih sulit daripada mencari yang baru.
Tapi Masih Kalah dari Kakaknya
Di balik euforia, ada fakta yang sedikit mengganjal.
Film ini memang besar, tapi belum cukup besar untuk mengalahkan pendahulunya, The Super Mario Bros. Movie (2023), yang sebelumnya meraih US$146 juta di akhir pekan perdana dan US$204 juta dalam lima hari pertama.
Jadi, ini tetap sukses tapi bukan rekor baru. Pertanyaannya apakah hype Mario mulai turun, atau ekspektasi penonton yang makin tinggi?
Illumination Masih Main Aman?
Kesuksesan ini juga mempertegas posisi Illumination sebagai “kerajaan animasi” yang tahu cara membaca pasar.
Mereka tidak menciptakan tren baru mereka mengoptimalkan yang sudah dicintai publik.
Dari Despicable Me, Minions, hingga Mario, polanya sama familiar, aman, tapi tetap menghibur. Dan hasilnya? Masih laku keras.
Persaingan Ketat, Tapi Mario Masih di Depan
Di posisi kedua, film fiksi ilmiah Project Hail Mary dari Amazon MGM menambah US$30,6 juta di pekan ketiga, meski turun 43 persen. Total globalnya kini mencapai US$420,7 juta.
Sementara itu, The Drama di posisi ketiga mengumpulkan US$14,3 juta, disusul Hoppers yang mulai turun drastis dengan pendapatan US$5,8 juta.
Fenomena ini menunjukkan satu hal: penonton keluarga dan mainstream masih memilih hiburan yang familiar dan Mario adalah paket lengkap itu.
Lebih dari Sekadar Film
Pada akhirnya, Mario bukan cuma soal angka box office. Dia adalah simbol dari memori kolektif game, masa kecil, dan pop culture yang terus hidup.
Dan lewat film ini, satu hal jadi jelas nostalgia masih jadi komoditas paling kuat di industri hiburan.
Tapi di tengah angka fantastis ini, ada satu pertanyaan yang layak kamu pikirkan.
Apakah kita benar-benar menikmati cerita baru atau cuma jatuh cinta lagi pada kenangan lama yang dikemas ulang?. @teguh







